728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 27 Mei 2017

    Darurat Radikalisme Di Jawa Barat, AA Gym Dan Aher Ada Dimana?

    Jawa Barat adalah daerah yang strategis untuk teoris mengembangkan jalur terornya, karena Jawa Barat adalah daerah yang sangat dekat dengan Ibukota negara Indonesia, Jakarta.

    Sebagaimana dahulu Lamongan yang menjadi basis teroris pertama kali untuk menyerang Bali karena memang merupakan jalur transportasi utama di bagian utara Pulau Jawa dan juga berada dekat juga dengan kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya.

    Lamongan dan juga Jabar adalah wilayah strategis yang kultur budaya dan agamanya sangat kental sekali, jadi kemungkinan untuk disusupi paham radikal memang mudah, tetapi penulis tegaskan sekali lagi, tidak semua warga Jabar dan Lamongan juga setuju dengan paham radikal seperti ini.

    Berkaca dari bom Bali yang lalu, sepertinya teroris sudah mulai bergeser arahnya di Pulau Jawa, kita kesampingkan Jawa Tengah karena Jateng memang ada sumber akar teroris kuat dari sana, tidak penulis sebut, karena ini juga semua pembaca pasti tahu, inisialnya ABB.

    Kita kembali ke bom kampung melayu yang mirip sekali dengan bom Cicendo Kota Bandung, kaitannya sangat erat sekali, tentu dari jenis bom yang menggunakan media “panci” ini mengindikasikan adanya kaitan erat antar keduanya. Bahkan mereka ini para pelaku berada dalam satu kecamatan yang sama.

    Kaitan bom Kampung Melayu dan bom Cicendo tidak lepas dari peran Agus Sutano alias Agus Muslim alias Abu Muslim sebagai pembuat bom dengan Yayat alias Abu Salam yang meledak di Cicendo pada 27 Februari 2017. Para pelaku bom Cicendo tercatat tergabung kelompok teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Barat yang terafiliasi kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah atau Islamic State in Iraq and Syria (ISIS).

    Banyaknya teroris yang tertangkap di Jabar mengindikasikan bahwa Jabar adalah daerah aman yang bisa dipakai untuk bersembunyi sementara untuk bisa melancarkan aksi-aksi mereka, apalagi secara geografis Jabar sangat dekat dengan Ibukota Negara Indonesia. Ini menunjukkan bahwa Jabar memang sudah dalam keadaan darurat paham radikalisme yang mengatasnamakan Islam.

    Nah disini dipertanyakan peran 2 tokoh sentral yang dari kemarin sepertinya sangat vokal dengan keadaan di Jakarta, Aa Gym dan juga Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher). Dimanakah kedua tokoh dengan ke-vokal-an mereka kala ada teroris di Indonesia?

    Rasanya seperti mereka ini menghilang dan tidak terlalu banyak bicara, mengecam dengan setengah hati dengan apa yang sudah terjadi, beda sekali kala Pilkada lalu dimana kedua tokoh ini mengambil peran penting sebagai “Jurkam” dari pasangan Anies-Sandi.

    Aa Gym merupakan ulama besar di Jabar, sudah seyogyanya untuk bisa meredam aksi-aksi teroris seperti ini. Tokoh sentral dalam keagamaan seperti Aa Gym seharusnya bisa menjadi tonggak utama pencegahan penyebaran paham radikalisme, tetapi apa yang diperbuat? Seakan tidak ada gaungnya sama sekali yang kita rasakan.

    Kenapa harus Aa Gym dan juga Aher? Keduanya merupakan tokoh besar di Jabar, satu pemuka agama satunya lagi adalah pemimpin tertinggi pemerintahan Jabar, nah disinilah selalu diharapkan bisa bersinergi saling bekerja sama untuk bisa menanggulangi aksi-aksi terorisme yang selalu saja mengatasnamakan Islam. Aa Gym saat ini kemungkinan masih disibukkan dengan beberapa aksinya di Jakarta, sedangkan Aher juga masih berkutat bagaimana dengan mengajukan istrinya sebagai calon suksesornya.

    Untuk Aher seharusnya bisa lebih tegas untuk bisa menghadapi banyaknya cluster-cluster teroris seperti ini, karena daerahnya sudah dalam keadaan darurat, bukan tidak mungkin masih banyak anggota teroris lainnya yang masih bersembunyi di Jabar.

    Untuk Aa Gym seharusnya dalam dakwahnya bisa ditambah lagi dengan makna dan arti mencintai Indonesia, permasalahan seperti ini bisa dan harus dihadapi oleh segala lapisan masyarakat, bukan hanya dengan “ditangisi” yang selalu menjadi ciri dakwah dari Aa Gym selama penulis tahu.

    Terorisme memang bukan persoalan yang harus dihdapi pemangku jabatan dan orang tersohor lainnya, tetapi adalah tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat. Tetapi peran mereka sepertinya memang diperlukan untuk bisa menghimpun masyarakatnya dan memberikan pemahaman lebih tentang makna kebangsaan bagaimana terus berada di dalam NKRI.

    Ya seperti itulah … ssstttt



    Penulis :  Asmoro    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Darurat Radikalisme Di Jawa Barat, AA Gym Dan Aher Ada Dimana? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top