728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 24 Mei 2017

    Cukup Pilgub DKI Jakarta Pak JK, Jangan Intervensi Jateng Dengan Sudirman Said

    Selama ini Presiden Joko Widodo selalu ditekan dengan opini tidak boleh intervensi politik maupun hukum. Bahkan meski Jokowi selalu diam tetap saja berhembus isu bahwa Istana mendukung calon tertentu dalam Pilkada. Misalnya saat Pilgub DKI Jakarta kemarin, Jokowi dituding mendukung Ahok dan bahkan diisukan mengintervensi pilkada dan kasus hukum yang menimpa Ahok. Kenyataannya Ahok kalah dan dipenjara, Jokowi juga tidak pernah mengeluarkan pernyataan apapun terkait itu. Ia hanya minta semua pihak patuh dan menerima segala keputusan yang ada.

    Berbeda dengan sikap Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla justru dituding ikut turun tangan dalam Pilkada DKI Jakarta dengan mengajukan nama Anies Baswedan sebagai kandidat. Yang menyebarkan ini bukan orang pro Ahok melainkan justru Zulkifli Hasan, Ketua MPR RI, dan Muhammad Romahurmuziy (Romi) dari PPP. Romi mengaku dia yang pertama kali didatangi Aksa Mahmud, adik ipar JK, dan disodorkan nama Anies untuk ditawarkan ke parpol-parpol untuk diusung.

    PAN, partai yang dikomandoi Zulkifli Hasan, merapat ke koalisi pengusung Anies-Sandi setelah Agus-Sylvi gugur di putaran pertama. Sementara Romi, meski PPP merapat ke Ahok-Djarot di putaran kedua, namun lewat ceritanya sendiri justru membuktikan Ia bermain di dua kaki. Kedua orang ini menceritakan hal yang sama bahkan hingga ke detail soal telepon JK ke Prabowo. Jadi sepertinya omongan mereka ini cukup masuk di akal.

    Meski JK membantah namun banyak bukti yang justru memperkuat. Misalnya bagaimana Ia menerima Anies-Sandi dengan hangat H+1 pasca pilkada, ikut bersuara mengenai pandangan internasional atas pemberitaan kemenangan Anies-Sandi yang dipandang sebagai kemenangan kaum Islam radikalis, hingga sebagai Ketua Dewan Masjid Nasional pun JK tidak mengambil langkah apapun terkait keresahan masyarakat atas penggunaan masjid dan sentimen agama saat kampanye berlangsung. Justru baru-baru ini JK baru mengeluarkan pernyataan untuk melarang penggunaan masjid untuk kegiatan politik. Seperti nasi yang sudah basi dan yang tertinggal hanyalah bau yang menyengat tak lagi bisa dimakan.

    Baru-baru ini ada wacana bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) pimpinan Zulkifli Hasan melirik Sudirman Said untuk maju sebagai kandidat Gubernur atau Wakil Gubernur Jawa Tengah. Dan hal ini pun ditanggapi JK :

        “Itu hak seperti saya yang sering saya katakan. Warga negara punya hak dipilih dan memilih. Nah sekarang mungkin Pak Sudirman Said menggunakan haknya untuk dipilih,”

        “Ya silakanlah (maju), dan saya yakin dia (Sudirman Said) mampu. Bekas menteri dan juga orang Jawa Tengah,”

        Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2017/05/23/19240821/jusuf.kalla.nilai.sudirman.said.mampu.pimpin.jawa.tengah

    Begini lho Pak JK, kami ini sudah cukup trauma dengan apa yang terjadi di DKI Jakarta. Aduh jangan sampai lah Jawa Tengah jadi Jakarta yang kesekian. Saya tahu Bapak dekat dengan Sudirman Said. Namun tidak bisakah bapak bersikap seperti Pak Jokowi yang bisa mengerem untuk tidak membuat pernyataan apapun?

    Sudirman Said dan Anies Baswedan punya latar belakang yang sama. Korban pemecatan Jokowi dari posisi menteri. Apakah mau membawa pola yang sama seperti di DKI Jakarta? Apalagi kalau sampai yang mengusung juga PAN. PAN ada Amien Rais ada pula Zulkifli Hasan. Sudah cukuplah Pak kami melihat permainan politik apa yang ditampilkan baik di skala nasional maupun regional. Belum lagi kalau ada sinyalemen “acc dari Pak JK” seperti ini. Semakin menambah ragu kami bahwa jika Sudirman Said maju maka tidak ada lagi politisasi agama dan isu-isu SARA seperti di DKI Jakarta.

    Apalagi dengan posisi Sudirman Said sebagai ketua tim sinkronisasi Anies-Sandi sepert saat ini otomatis dia masuk dan mengenal orang-orang yang selama ini mendesain strategi kampanye Anies-Sandi termasuk beragam intrik di dalamnya. Aduh nggak lagi-lagi deh ketemu yang seperti itu. Kapok.

    Saya tahu Jawa Tengah cukup penting untuk direbut demi konstelasi politik yang lebih kokoh di 2019. Apalagi Jateng adalah basis PDIP sementara Gubernur saat ini juga digoyang mulai isu keterlibatan dalam e-KTP dan semen. Mungkin partai lain melihat ini sebagai celah untuk bisa merebut hati masyarakat Jawa Tengah. Tapi ayolah, Jakarta belum cukup kah untuk aktualisasi ambisi politik kalian?



    Penulis :  Rahmatika  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Cukup Pilgub DKI Jakarta Pak JK, Jangan Intervensi Jateng Dengan Sudirman Said Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top