728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 16 Mei 2017

    Cuitan Anas Urbaningrum setelah Vonis Ahok Dijatuhkan

    Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah divonis dua tahun penjara pada Selasa, 09 Mei 2017 lalu. Ahok dianggap bersalah karena telah melakukan penistaan agama terkait dengan pernyataannya mengenai Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu tahun lalu.

    Beberapa jam setelah vonis dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara itu dijatuhkan, akun Twitter resmi dari Anas Urbaningrum (@anasurbaningrum) memosting sebuah foto tulisan tangan yang berisi sembilan pesan moril dengan kalimat, “Disalin dari tulisan tangan Mas Anas yang dititipkan lewat sahabat yang berkunjung hari ini. *admin,” sebagai keterangan foto tersebut.

    Sembilan poin dalam foto tersebut berisi pesan tentang proses berjalannya keadilan (hukum). Bahkan pesan tersebut kembali disalin lalu di-posting ulang satu per satu oleh admin akun Twitter tersebut dengan menambahkan tanda pagar (#) justice.

    Berikut 9 Pesan atau Pernyataan Anas Urbaningrum:

    1. Hati-hati bicara. Lidah tak bertulang. #justice *abah
    2. Hati-hati menilai. Yg awalnya sepele bisa berubah menjadi perkara gede. #justice *abah
    3. Hati-hati menyidik. Kadangkala ada oplosan data dan kesaksian. #justice *abah
    4. Hati-hati mendakwa. Tak jarang imajinasi yg bicara. Bukan hanya fakta. #justice *abah
    5. Hati-hati menuntut. Deretan fakta persidangan bisa tersisih oleh syahwat dan opini. #justice *abah
    6. Hati-hati menjatuhkan putusan. Banyak faktor non-hukum dan keadilan yg turut bekerja. #justice *abah
    7. Tegakkanlah hukum dengan spirit keadilan. Bukan karena pesanan, tekanan dan pujian. #justice *abah
    8. Hati-hati. Semua pihak dalam proses hukum adalah manusia, bisa salah dan bisa benar. Bukan malaikat. #justice *abah
    9. Hati-hati. Semua akan mati dan “karma” akan terus bekerja. #justice *abah


    Beberapa nitizen menganggap bahwa pesan-pesan tersebut berhubungan dengan vonis hukuman dua tahun yang diterima oleh Ahok beberapa jam sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari komentar-komentar yang ditinggalkan dalam postingan tersebut. Akan tetapi, tidak sedikit pula yang berkomentar mengenai kasus korupsi yang dialami oleh Anas Urbaningrum.

    Sebenarnya apa yang dikatakan Anas Urbaningrum tersebut benar, tidak ada yang salah. Tapi bagi para nitizen, bukan hanya perkataan benar yang dilihat tapi juga siapa yang mengeluarkan kata-kata tersebut. Kesimpulannya, hanya orang yang benar yang boleh berkata baik dan bijak. Sementara Anas Urbaningrum? Tidak ada yang tahu.

    Beberapa nitizen masih berorientasi pada kesalahan yang dilakukan oleh Anas Urbaningrum beberapa tahun silam. Anas Urbaningrum dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di mana penetapan Anas Urbaningrum sebagai tersangaka diresmikan pada tanggal 22 Februari 2013.

    Penetapan tersangka Anas Urbaningrum oleh KPK tidak hanya didasarkan pada penerimaan hadiah berupa mobil akan tetapi juga berupa uang dan barang lainnya bahkan janji yang belum ditepati. Anas Urbaningrum saat ini tengah ditahan di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.

    Berbekal dari itu, segala segala sesuatu yang dikatakan Anas Urbaningrum menjadi hal yang tidak dilihat maknanya. Padahal bagaimanapun manusia, pasti memiliki sifat baik dan bijak dalam dirinya. Nah, mungkin saat itu adalah saat-saat bijak dalam hidup Anas Urbaningrum. Mungkin juga ini adalah salah satu bentuk kepeduliannya terhadap kasus Ahok.

    Terlepas dari kesalahan yang telah terbukti bagi Anas Urbaningrum, tidak sedikit yang mengatakan kalau dia hanyalah salah satu dari korban diskriminasi politik. Anas pun mengakui hal yang sama terkait itu.

    Entah penjara yang telah membuatnya sadar atau memang sejak dulu Anas Urbaningrum telah sadar tapi pesan-pesan dalam cuitannya itu menjadi sesutu yang dibenarkan, terutama saat dikaitkan dengan vonis yang dijatuhkan kepada Ahok. Tidak hanya satu dan dua orang saja yang menganggap bahwa Ahok adalah korban politik. Itu bukan masalah agama tapi ada seseorang dengan kepentingan politik yang menginginkan Ahok untuk dibui dan mendorong masa yang sebenarnta sudah sensitif dengan isu terkait agama.

    Vonis yang diterimnya adalah salah satu hasil dari tekanan masa yang menganggap Ahok sebagai penista Agama. Bahkan ada yang menduga bahwa sang hakim telah menerima pesanan untuk vonis Ahok. Terlepas dari benar atau tidaknya dugaan itu tapi seharusnya pesan-pesan dari Anas Urbaningrum tersebut menjadi pengingat bagi kita semua terutama bagi para penegak hukum untuk tetap adil yang sebenar-benarnya adil dalam menjalankan tugasnya.

    Penulis :  Mei D  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Cuitan Anas Urbaningrum setelah Vonis Ahok Dijatuhkan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top