728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 30 Mei 2017

    Congkak! Mengaku Penguasa RI, Fahri Akan Mengadu ke JK Terkait Larangan Ceramah Live

    Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah sangat marah dengan sikap aparat kepolisian yang telah melarang membuat live streaming kegiatan ceramah keagamaan di bulan Ramadhan ini.

    Fahri menyatakan, akan melaporkan kepada Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) terkait sikap aparat itu.

        “Inilah negeri Indonesia tercinta, di mana kebaikan dilarang disebarluaskan, tapi kerusakan seperti live streaming perilaku LGBT, dibebaskan untuk tersebar luas,” kata Fahri sambil tepuk jidat ketika menjadi salah satu pembicara dalam acara Tabliq Akbar Kampoeng Ramadhan Jogokariyan dengan tema “Umat Islam Benteng NKRI” di Masjid Jogokariyan, Yogjakarta, Minggu (28/5/2017).

        Pernyataan Fahri ini menanggapi imbauan dari panitia Tabliq Akbar yang diwarning aparat kepolisian agar tidak membuat live streaming acara keagamaan yang juga dihadiri Ketua GNPF MUI), Bachtiar Nashir, Jubir HTI Ismail Yusanto dan Ketua Majelis Mujahidin Irfan S Anwar tersebut.

    Ucapan Fahri di atas seperti memukul rata bahwa semua kegiatan ceramah agama dilarang. Fahri terkesan mendiskreditkan pemerintah dan menuduh pemerintah lebih membiarkan live streaming untuk LGBT dibiarkan. Pertanyaan saya LGBT mana yang disiarkan live streaming dan dilindungi pemeritah?

    Fahri seperti abai bahwa massa yang datang dalam acara ceramah keagamaan yang dia hadiri, ada dari kelompok HTI. Ormas ini sedang dalam proses pembubaran oleh pemerintah pusat terkait penyelewengan dan pengkhianatan terhadap idoelogi negara karena dalam dakwahnya acapkali menyerukan penggantian Pancasila. HTI mewacanakan mendirikan khilafah di Indonesia.

    Wajar jika aparat menjaga ketat acara ceramah keagamaan ini karena pada beberapa kasus sebelumnya ada massa yang kontra dan membubarkan acara keagamaan yang di selenggarakan oleh HTI seperti yang terjadi di Bogor dan peristiwa pelarangan pengajian Felix Siaw beberapa waktu lalu.

    Jika acara dilakukan secara live, tidak menutup kemungkinan kegiatan ceramah keagamaan akan kembali mengundang pihak-pihak yang kontra untuk datang dan berniat membubarkan acara tersebut. Langkah antisipasi aparat menurut saya sangat tepat untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

        Pimpinan DPR Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Kokesra) ini mengingatkan semua pihak, kalau dirinya adalah seorang pejabat negara yang ada nomornya, bukan warga negara illegal.

        “Nomor mobil saya itu, termasuk kayak pejabat di Jogja, RI 56. Jadi saya ini, penguasa di Republik Indonesia nomor 56. Karena itu, tolong omongan saya ini tidak boleh dibriedel,” tegasnya.

        Bahkan Fahri mempersilahkan pihak-pihak, termasuk jamaah yang hadir pada acara Tabliq Akbar yang ingin membuat live streaming semua ucapannya.

        “Jadi, yang mau streaming omongan saya silahkan. Saya kemana-mana melakukan streaming. Kenapa saya mendiskresi ini? setelah mendengar pendahuluan dari pak Kyai,” katany

    Selama belajar sewaktu di sekolah dari SD sampai dengan kuliah dan sepengetahuan saya sejauh ini, tidak pernah saya mendengar istilah ada anggota maupun wakil pimpinan DPR RI menyebut dirinya sebagai penguasa hanya karena memakai mobil dinas ‘RI 56’ . Sungguh terlihat congkak sekali Fahri ini, kenapa?

    Bung Fahri, Anda seharusnya ingat mobil dinas ‘RI 56’ itu bukan punya Anda! Mobil itu punya rakyat, rakyat yang membelikan itu untuk Anda pakai sebagai fasilitas Anda bekerja mewakili rakyat sesuai dengan jabatan Anda, camkan sekali lagi, Anda itu wakil rakyat. Artinya apa?! Ya Anda itu centengnya rakyat, jongosnya pelayannya rakyat. Rakyat berharap Anda mau bekerja menyalurkan aspirasi rakyat yang telah memilih Anda. Lalu Anda bilang, Anda ini adalah penguasa RI hanya karena sama-sama memakain mobil dinas beeplat ‘RI’? Naif sekali Anda, Bung Fahri!

        Terkait adanya larangan tersebut, Fahri berjanji akan menyampaikan ini kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla melalui pesan singkat atau SMS. Dia juga minta para kyai maupun ulama, jika diundang untuk kultum di Istana, dimulai dengan ayat Kursi.

        “Kenapa? Biar jin-jin yang ada di situ pada kabur. Saya juga akan mengusulkan, agar semua pejabat-pejabat yang muslim di negeri ini, harus di rukyah massal. Karena saya lihat mereka seperti orang yang bericara dan bertindak sudah kehilangan akal dan kesadaran,” ucapnya.

        Fahri yang juga Deklarator Kesatuan Aksi Mahasiswa Musim Indonesia (KAMMI) itu mengaku heran dengan ketakutan yang dipertontonkan para menteri maupun aparat intel-intel dan penegak hukum, sehingga melarang membuat live streaming acara keagamaan umat Islam.

        “Dari mana kalian mendapat ilmu yang tidak-tidak, dapat informasi yang tidak benar tentang umat Islam. Dari mana itu? Asal tau saja bahwa warna Indonesia ini adalah Islam, yang tidak bisa dan tidak bisa dipisahkan,” tegasnya.

    Olalaaaaa.. .. Sudah diduga, kalau Fahri ujung-ujungnya akan melaporkan ke JK. Dan kami semua maklum!! Saya dan juga mungkin pembaca di sini sudah paham sepak terjang JK selama Pilkada Jakarta lalu, istilahnya JK dan Fahri ini ya masih sebelas dua belas deh! Silahkan mengadu kalau perlu sekalian ke Komnas HAM PBB seperti yang dilakukan oleh Rizieq, tidak ada yang melarang, kok!

    Lalu mengenai wacana agar ulama yang datang diundang ke Istana Negara agar membaca ayat kursi karena dianggap banyak jin yang mempengaruhi penghuninya, saya hanya bisa tertawa terbahak!! Ayat suci kok dianggap rendah sekali jika hanya dipakai nakut-nakutin jin!? Mending ayat itu diresapi, lalu diamalkan biar kita menjadi pribadi santun yang tidak asal nyablak dan tidak congkak, tidak korupsi dan mengkhianati rakyat yang menitipkan aspirasi dan amanat itu kepada kita.

    Tapi jika Fahri kemudian menyarankan untuk dilakukan rukyah (pengobatan secara syariat Islam dengan doa-doa) massal terhadap pejabat muslim yang dianggap telah kehilangan akal dan kesadaran. Nah cocok, saya setuju!! Saya minta Fahrilah pihak pertama yang harus dirukyah. Biar otak dia bisa langsung waras dan sinkron dengan mukutnya. Biar Fahri bisa sadar diri terutama mulutnya agar segera  sembuh dari segala omongan nyinyir yang ditujukan kepada pemerintah.

        Dengan nada menyindir, Fahri mengatakan pejabat Indonesia ini saban hari maki-maki Wahabi, kemarin Donald Trump datang bertemu Raja Salman, terima investasi 380 Miliar US Dollar, yang jika dirupiahkan 5.130 triliun rupiah.

        “Hampir tiga kali lipat dari APBN Indonesia, Donald Trump dapet. Nggak pernah maki-maki Wahabi soalnya. Ini kita maki-maki Wahabi cuma 80 triliun rupiah dapatnya. Ngomel-ngomel lagi. Salah sendiri, tidak sepenuh hati menggarap potensi perbedaan ini, malah kemasukan virus yang tidak-tidak,” katanya.

    Fahri ini cari alasan buat menjelekkan pemerintah tapi kok terlihat lugu dan lucu sekali! Seperti sedang menceramahi anak SD. Catat nih kawan-kawan, Indonesia kata Fahri,  dapat investasi dari Raja Salman lebih kecil dibandingkan dengan Amerika, karena Indonesia suka memaki-maki Wahabi!! Lalu bagaimana dengan Tiongkok? Apakah Tiongkok juga sahabatnya Wahabi, CS nya Wahabi gitu dan tidak pernah marah serta caci maki Wahabi, makanya dikasih lebih besar dari Indonesia dan Amrik?? Ingat Fahri, Tiongkok dan Amrik itu negara kafir, lho!! Hahaha…

    Fahri kembali menyindir pemerintah tidak bisa memanfaatkan dan menggarap potensi perbedaan, malah kemasukan virus lain. Fahri seperti tidak sadar bahwa yang tidak menerima perbedaan ya kelompok Anda kok! Wahabi, HTI, FUI, FPI dan konco-konconya dengan mengusung konsep khilafahnya apa mau menerima perbedaan? Justru kelompok merekalah yang merusak, mencabik-cabik kebhinekaan, tengok saja peristiwa Pilkada Jakarta 2017 lalu, Fahri ada di pihak mana?

    Nah mengenai pemerintahan kemasukan virus lain, saya kurang tahu persis apa yang Fahri maksud. Jika yang dimaksud Fahri virus itu adalah isu PKI, maka saya cuma tanggapi dua kata saja, “BASI TAUUU!! ”

    Begitulah Fahri Hamzah,

    Referensi : rri.co.id


    Penulis :    Aliems Suryanto   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Congkak! Mengaku Penguasa RI, Fahri Akan Mengadu ke JK Terkait Larangan Ceramah Live Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top