728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 22 Mei 2017

    Bukti Kepicikan Eep: Orang Picik Bilang Saya Eksploitasi SARA dan Politisasi Masjid

    Ia mengatakan bahwa orang picik mengatakan dia mengeksploitasi isu SARA dan melakukan politisasi masjid pada pilkada 2017. Alasan Eep adalah ia tidak rela bahwa kalimatnya dicuplik dua menit, dari tiga puluh satu menit perkataannya. Gangguan ingatan semacam ini memang lumrah terjadi pada orang-orang yang stress dan ditekan oleh berbagai pihak.

    Mungkin Eep lupa bahwa Ahok dikasuskan dengan model yang serupa. Buni Yani memotong satu kata yang bernilai dua tahun. Ahok yang sekarang sedang berada di dalam rumah tahanan di Mako Brimob menerima buah busuk dari editan video Buni Yani.

    Lantas dalam hal ini, orang yang picik adalah Eep sendiri. Standar ganda yang digunakan menjadi sebuah senjata makan tuan yang kembali menyerang orang yang juga merupakan founder dan CEO PolMark Indonesia.

    Klarifikasi ini dilakukan oleh Eep, diduga kuat karena lembaga survey terkenalnya sudah mulai turun pamor akibat dari pembunuhan karakternya oleh para netizen. Netizen yang mengetahui bagaimana Eep melakukan politisai masjid, ramai-ramai menghantam dirinya dan melakukan boikot cerdas.

        Orang ngerasa gagah menilai saya dg nonton video editan 2 & 3 menit, tanpa nonton video lengkap 31 menit. Kegagahan yg layak dikasihani. – @EepSFatah

    Jujur saja, setelah saya tertawa terpingkal-pingkal melihat bagaimana cara Eep yang katanya intelektual itu melakukan klarifikasi, ada rasa kasihan muncul kepada Eep. Ia adalah orang yang harus dikasihani, karena ia tidak sadar bahwa standar ganda yang digunakan itu, justru semakin membuat dirinya terjerumus ke dalam penyakit narsisisme. Ada satu hal yang saya pelajari dari kasus Eep.

    Kecintaan akan diri/ sifat narsis manusia membuat kelemahan dan keterbatasan diri tak terlihat. Orang semacam ini adalah orang yang justru picik. Ia tidak bisa lagi melihat keterbatasan diri, dan standar ganda yang digunakan untuk melihat kasusnya.


    Di satu sisi kita melihat bagaimana orang ini melakukan klarifikasi bodoh. Dan di sisi lain, kita pun melihat bagaimana Ahok diam dan lebih cenderung melakukan refleksi diri. Eep adalah orang yang picik dan tidak sadar bahwa standar yang digunakan untuk menilai dirinya, tidak lebih dari sebuah lelucon yang tidak lucu.

    Bahkan melalui twitter, Eep menuding bahwa masyarakat yang belum sehat, cenderung mengaburkan sejarah. Eep menganggap masyarakat yang marah itu, merupakan luapan ludah orang yang marah karena kekalahan mereka. Siapa lagi yang dituding kalau bukan para pendukung Ahok? Eep sepertinya masih terkunci di Pilkada 2017.

    Apa yang ada di otaknya, rasanya hanya “pendukung Anies” vs “pendukung Ahok”. Sedangkan realita berkata yang lain. Warga Jakarta tidak hanya diisi oleh pendukung Anies maupun Ahok. Terbukti dari apa yang kita lihat sekarang. Dengan kekalahan Ahok dan kemenangan Anies, justru masyarakat lebih memperlihatkan diri mereka yang sebenarnya. Pendukung kebinekaan dan persatuan Indonesia, inilah yang luput dari pandangan Eep.

    Alih-alih ingin mengerucutkan dan memanaskan situasi Jakarta dengan isu SARA dan politisasi masjid, justru Eep malah diperlihatkan dengan hal yang lain. Warga Jakarta yang begitu beragam dan masih waras, memperlihatkan kepada Eep, bahwa mereka tidak marah karena Ahok kalah.

    Warga Jakarta marah karena keadilan dan kebenaran diinjak-injak. Bagaimana mungkin Eep mengatakan bahwa masyarakat picik? Berani sekali Eep menuding warga yang berduka karena kematian keadilan adalah masyarakat picik?

        Orang picik bilang: sy eksploitasi isu SARA & politisasi mesjid utk memenangi Jakarta 2017. Sy lg tulis buku utk tunjukkan yg kami kerjakan. – @EepSFatah

    Tentu tidak berlebihan jika Eep dianggap sebagai sebuah lelucon yang tidak lucu di tengah bangsa yang majemuk. Eep membawa turun derajat agama dan harkat manusia yang begitu mulia, setara dengan politik yang sementara. Di sinilah integritasnya semakin rusak. Selamat untuk Eep! Semoga kelak di akhirat nanti, Anda mampu mempertanggungjawabkan setiap hal yang sudah Anda lakukan. Jika Anda merasa tidak adil karena orang menghakimi berdasarkan potongan video, silakan lihat Ahok dan apa yang sudah terjadi dengan dirinya selama hampir enam bulan difitnah. Tidak perlu Anda klarifikasi sampai membuat buku segala. Silakan klarifikasi ke Penciptamu di dalam doamu. Dinding masjid merupakan saksi bisu apa yang sudah Anda lakukan. Semoga hidup mu sebagai suami kedua Sandrina yang juga adalah istri kedua Anda, dapat berjalan dengan sakinah.

    Betul kan yang saya katakan?


    Penulis : hysebastian   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Bukti Kepicikan Eep: Orang Picik Bilang Saya Eksploitasi SARA dan Politisasi Masjid Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top