728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 31 Mei 2017

    Bukan Kewenangannya, Fahri Hamzah Jenguk Auditor BPK, KPK Curigai Ada Sesuatu

    Ada yang aneh dengan mendadaknya kunjungan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah ke Mapolres Jakarta Timur. Alasan yang disampaikan pun dibuat-buat dan berada di luar kewenangannya. Anehnya, dalam kunjungan tersebut, Fahri menjumpai auditor utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rochmadi Saptogiri yang diciduk KPK.

    Dalam kunjungan yang merupakan sidak untuk melihat kinerja pelayanan di Polres Jaktim selama bulan puasa.menimbulkan kecurigaan karena kunjungan ke Malpolres Jaktim ini sangat kebetulan sekali adanya tahanan titipan KPK disana. Fahri yang seperti biasa tidak begitu peduli dengan sensitivitas kasus OTT KPK tersebut, malah dengan entengnya merasa tidak ada pelanggaran.

    Padahal, melakukan kunjungan kepada tahanan KPK tidak boleh sembarangan dilakukan. Harus ada izin dari KPK. Tetapi dengan pongahnya, Fahri menjawab bahwa sebagai anggota DPR dia tidak perlu izin siapapun untuk melakukan sidak.

        “Nggak perlu izin siapa-siapa. DPR itu lembaga pengawas tertinggi, jangan dibalik. Ini tuh menurut Undang-Undang, konstitusi. Nggak bisa saya tunduk dengan aturan internal orang lain. Saya ini melaksanakan tugas Negara, jangan dianggap saya itu orang nggak jelas, ini resmi loh saya,” jelas Fahri dengan menunjukan pin anggota DPR nya.

    KPK sendiri merasa kecolongan dengan kunjungan Fahri kepada tersangka OTT KPK tersebut. KPK merasa Fahri sedang mengangkangi kewenangan mereka dan tidak punya kewenangan dan hubungan apapun yang memperbolehkan dirinya untuk menjenguk tahanan KPK. Padahal, yang bisa menjenguk sebenarnya adalah keluarga. Kalau bukan bagian dari keluarga, harus ada izin dari KPK.

    Karena itu, KPK akan mencari tahu dan mendalami apa maksud kedatangan Fahri ke Malpolres Jaktim dan dengan sengaja mengunjungi tahanan KPK yang dititip disana, bukan tahanan yang lain. Apalagi tidak ada kewenangan Fahri secara tupoksinya sebagai Wakil Ketua DPR Koordinator Kesejahteraan Rakyat.

    Sebagaia Wakil Ketua DPR Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Fahri hanya punya kewenangan dalam ruang lingkup tugas Komisi VIII, Komisi IX, Komisi X dan Badan Kehormatan. Di luar itu, Fahri tidak boleh dan tidak punya kewenangan apapun. Tetapi dengan licik dan cerdiknya, Fahri malah menggandeng anggota komisi III F-PDIP Masinton Pasaribu.

    Lalu apa alasan Fahri karena kunjungannya tersebut di luar kewenangannya??

        “Ya di situ ada unsur kesejahteraan juga dan sebagai anggota saya mengajak anggota Komisi III. Saya lihat kita perlu melihat dalam suasana Ramadan ini memberikan kesejukanlah teman-teman itu, ya Alhamdullilah teman-teman saya lihat sedang ibadah,” tutur Fahri.

        “Tapi memang di situ ada yang khusus, karena sedang ramai BPK. Saya ketemu dengan Pak Rochmadi (auditor BPK yang ditangkap KPK -red) yang memang sering mondar mandir ke DPR, sebagai bagian dari pimpinan BPK yang komunikasi dengan DPR,” tutup Fahri.

    HAHAHAHA.. Ada-ada saja alasan Fahri ini. Apa hubungannya kesejahteraan dengan suasana Ramadhan lalu dikaitkan dengan kasus yang sedang ramai yaitu ditangkapnya auditor KPK?? Tetapi namanya juga Fahri, apa yang tidak keluar dari mulutnya. Logika tidak masuk akal dan tidak nyambung bisa keluar dari mulutnya tanpa malu.

    Padahal sudah jelas sekali tidak ada kaitan dan kepentingannya Fahri melakukan sidak ke Malpolres dan bahkan menjenguk tahanan OTT KPK. Hal inilah yang pada akhirnya menimbulkan kecurigaan. KPK yang merasa dikangkangi kewenangannya akan mencari tahu apa sebenarnya tujuan dari kunjungan Fahri ke Malpolres Jaktim dan menemui tahanan KPK.

        Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah mengatakan pihaknya akan menganalisa dan mempelajari pertemuan Fahri dengan tahanan KPK di Polres Jakarta Timur. Sebab, Fahri yang tak mengantongi surat izin menjenguk dari KPK, bisa bertemu tahanan perkara korupsi.

        “Nanti kita lihat, analisa lagi apa yang terjadi kemarin terkait perkara kok bisa didatangi tanpa izin KPK,” kata Febri.

    Saya sendiri melihat setidaknya ada dua alasan yang mungkin membuat Fahri dengan sangat ringan langkah kakinya melakukan sidak ke Malpolres Jaktim yang tidak termasuk kewenangannya.

    Yang pertama. Saya melihat bahwa apa yang dilakukan Fahri ini bisa saja ada kaitannya dengan Hak Angket KPK yang sedang diperjuangkannya. Kecurigaan ini semakin kuat karena yang diajaknya adalah Masinton Pasaribu yang juga ikut agresif dalam penentuan Hak Angket ini dan disinyalir termasuk orang yang menekan saksi KPK Miryam.

    Fahri seperti yang kita ketahui sangat bertentangan dengan KPK. Bahkan Fahri ini merasa bahwa kalau KPK ingin memeriksa anggota DPR seharusnya minta izin dulu kepada pimpinan. Mungkin hal ini juga yang membuat Fahri merasa bahwa dia tidak perlu meminta izin kepada KPK untuk mengunjungi tahanan KPK. Fahri memang baperan kalau sama KPK.

    Yang kedua. Saya melihat ada kemungkinan bahwa Fahri ingin mengunjungi tersangka OTT KPK tersebut untuk mencari suatu informasi dan bisa saja untuk mengamankan sebuah informasi dan meminta tersangka untuk membicarakan yang seperlunya saja. Hal ini bisa disebut sebagai tindakan mengarahkan kesaksian.

    Tindakan seperti ini bukan barang baru dan sudah sering terjadi. Dalam kasus Hambalang, Nazaruddin juga mengakui dalam persidangan bahwa pengarahan saksi juga terjadi di Cipinang. Dilakukan oleh Wayan Koster anggota DPR saat itu. Jadi, kemungkinan ini bisa saja terjadi apalagi Fahri bukanlah orang yang bersih-bersih kali.

    Baru-baru ini saja, Fahri sedang dihebohkan karena terindikasi terkena kasus pidana perpajakan. Fahri bahkan merasa itu adalah sebuah serangan KPK kepadanya. Fahri bahkan menantang KPK buka-bukaan karena dia merasa dirinya bersih. Sekali lagi, Fahri memang politisi baperan.

    Baru dibuka sebuah fakta sedikit saja sudah langsung kebakaran jenggot dan seperti cacing kepanasan. Malah kita jadi curiga memang ada sebenarnya kasus korupsi Fahri ini cuma aman karena sejak dulu adalah pendukung setia rezim SBY.

    Dua alasan di atas cukup bagi KPK untuk menaruh kecurigaan kepada Fahri ini. Tidak lagi boleh dibiarkan karena ke depan bisa saja tindakan-tindakan Fahri ini akan semakin mendiskreditkan dan merendahkan kewenangan KPK yang punya kekhususan tersendiri.

    Fahri bisa sesuka hati terhadap tahanan lain, tetapi tidak tahanan KPK. Apalagi tahanan KPK harusnya steril dari kunjungan siapapun keculai keluarga. Ini malah yang mengunjungi tokoh politik yang menentang KPK dan sedang dicurigai ada keterlibatan suap pajak.

    Semoga secepatnya Fahri ini dimintai keterangan oleh KPK dan kalau perlu dikorek habis apa saja yang dibicarakannya terhadap tersangka OTT KPK. Tetapi yang pasti, tidak mungkin ada agenda politis kalau seorang politisi melakukan kunjungan kepada tersangka KPK. Apalagi ini adalah seorang anggota legislatif, bukan eksekutif yang sebenarnya tidak perlu melakukan sidak, apalagi ini di luar kewenangannya.

    Salam KPK.


    Penulis :   Palti Hutabarat    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Bukan Kewenangannya, Fahri Hamzah Jenguk Auditor BPK, KPK Curigai Ada Sesuatu Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top