728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 17 Mei 2017

    Bibib oh Bibib, Tamat Riwayatmu Kini

    Bibib oh bibib, sepertinya dikau sedang dilanda krisis kepercayaan diri tingkat akut yang sungguh menyeramkan. Pergerakan emosimu bak sedang naik, belok kesana kemari dan kemudian melewati turunan yang curam. Bagaikan wahana roller coaster cepat yang berada di pasar malam yang menakutkan. Orang-orang yang mengidolaimu mulai menjaga jarak. Orang-orang yang dulunya diam mulai bergerak.

    Bibib mungkin sedang lelah, mungkin saja. Bibib bisa saja frustrasi, bisa saja. Itu semua karena bibib tak lebih dari seorang manusia biasa. Manusia biasa yang terkadang mengalami kegalauan hati layaknya seorang remaja yang manja. Baginya membela agama yang di cintainya adalah segalanya. Tentu tidak ada yang salah kalau memang itu maunya. Tetapi alangkah baiknya kalau saja dia mau menyadari bahwa dia masih hidup berdampingan dengan manusia lainnya. Adalah mereka yang tentu saja tidak sepaham dan setuju dengan jalan pemikirannya.

    Oh bibib, engkau terlalu sering menyuruh Tuhan mengikuti kemauanmu. Agar orang yang kau anggap hina tersakiti. Memberikan label tertentu sesuai kehendakmu. Tingkahmu layaknya raja besar yang gayanya suka mengatur sana dan sini. Padahal dikau cuma sebuah pion yang semua orang juga sudah pada tau.

    Pernah suatu kali bibib berceramah hingga membuat hati orang yang mendengarnya menjadi resah. Sesungguhnya memang apa yang dikatakannya tidaklah benar selalu. Tetapi mereka yang tunduk padanya masih belum mau mengakui kalau itu salah. Entah karena mereka masih ragu atau malu.

    “…..tetap memilih orang kafir sebagai pemimpin, maka persulit hidupnya, jangan sembuhkan penyakitnya. Tambah penyakitnya biar lebih keras lagi. Jangan kasih obatnya, sempitin rejekinya, susahkan urusannya. Hancurkan kehidupannya. Jangan dikasi kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Aamieen ya robbal alamieen. Boleh nggak doa begitu? Boleh. Kok ketawa? Boleh nggak doa begitu? Boleh. Makanya mulai hari ini di mimbar-mimbar saya mau baca doa begitu. Pokoknya kalau di atas mimbar saya mau baca doa begitu. Kalau dikasi tahu nggak ngerti, didoain baik nggak bisa baik, ya sumpahin aja”, begitulah kata si bibib.

    Mereka cuma bisa tertawa tanpa makna apa-apa. Berusaha keras memuaskan nafsu si bibib yang sudah mulai penuh dengan tanda tanya. Mereka tau sang bibib telah di rundung masalah. Perkara demi perkara datang menghampirinya. Tapi apa daya mereka hanya bisa diam seribu bahasa. Karena mereka takut jika bibib akan mengeluarkan sumpah serapah. Benar-benar sungguh aneh bin ajaib, bibib oh bibib.

    Nama bibib pernah terangkat tinggi hingga ke langit yang ke tujuh. Beberapa aksi nomor cantik yang dipimpin olehnya menuai decak kagum dari mereka yang patuh. Dan kini bibib seperti telah kehilangan taji nya. Hingga dia tak lagi disini dan harus berada nun jauh disana.

    Wajar kah jika bibib seperti melarikan diri? Membuat berjuta-juta pengikutnya saling bertanya. Benarkah bibib sedang bersembunyi? Meninggalkan perkara yang sedang membara.

    Mungkin saja bibib sedang bergembira disana. Dia kembali berhasil menjadi pusat perhatian untuk kesekian kalinya. Baginya bukan firza hots saja yang bisa memberikan kenikmatan layaknya di surga. Kejaran aparat polisi cuma candaan baginya.

    Bibib oh bibib, mungkin kah dikau mengalami amnesia? Hingga lupa pulang hanya untuk sedekar merayakan pesta kemenangan hasil pilkada yang lalu bersama teman-temanmu? Kak Ema masih menunggu, begitu juga tujuh juta orang yang pernah berjuang bersamamu.

    Bib, ayo lah pulang. Kami ingin melihat batang hidungmu. Bib, ayolah pulang kami menunggu. Tidak perlu ada lagi ketegangan yang membelenggu. Tak usah takut dan tak usah ragu, karena kami tau hanya firza hots yang bisa membuatmu ‘tegang’ selalu.

    Bibib oh bibib, ayo lah pulang.

    Beruntunglah dikau karena kami tau siapa diri kami ini. Kami yang tidak akan pernah berani untuk menyuruh Tuhan agar dikau pulang kesini. Atau bahkan menyuruh Tuhan agar dikau pulang menghadapNya. Karena kami bukan lah dirimu yang ternyata cuma seorang pengecut yang kebanyakan gaya.

    Kami hanya manusia biasa yang hanya bisa mengenangmu selalu. Bibib oh bibib, tamat riwayatmu kini.

    Penulis :  Davk   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Bibib oh Bibib, Tamat Riwayatmu Kini Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top