728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 29 Mei 2017

    Biasanya Rizieq Meremehkan Pakdhe, Kali Ini Minta Bantuan Pakdhe: Nggak Malu?

    Berita heboh menggelegar, menggetar bumi Nusantara. Rizieq Shihab dinyatakan sebagai tersangka. Bagi banyak orang, “baladacintarizieq” yang selama ini menjadi buah pembicaraan makin terang dan jelas dengan penetapan Rizieq sebagai tersangka.

    Pada hari ini, Senin 29 Mei 2017, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Argo Yuwono menyatakan bahwa alat bukti yang ditemukan penyidik sudah jelas. Chat dengan konten pornografi yang dilakukan Rizieq merupakan fakta tak terbantahkan. Selain itu handphone yang digunakan untuk membuat chat adalah bukti yang sah.

    Untuk menjadikan Rizieq sebagai tersangka tentu Polisi tidak gegabah. Kerja keras dan upaya-upaya yang dilakukan didasarkan pada data-data yang akurat. Maka jika terdapat pihak-pihak tertentu mengatakan bahwa upaya penetapan Rizieq sebagai tersangka adalah akal-akalan dan politis, hal itu pasti tidak berdasar  dan lebih politis.

    Rizieq Shihab yang saat ini sedang berada di Arab Saudi mungkin sedang sulit untuk menyelonjorkan kaki dan tidur dengan nyenyak. Pusaran berat ini akan membuat nama besarnya tergerus.

    Di tengah situasi sulit ini pengacara Rizieq Shihab melayankan protes atas penetapannya Rizieq sebagai tersangka. Eggi Sudjana meminta penegak hukum dan pemerintah menghentikan penetapan Rizieq sebagai tersangka. Menurutnya ini adalah upaya kriminalisasi ulama.

    Tidak berhenti meminta pemerintah dan Polri menghentikan penetapan kasus Rizieq, pengacara ini juga menyerukan pada presiden. Saya mengutip yang dilansir oleh detik.com demikian,”Kita minta sekarang, pak Jokowi dengan hormat tolong perintahkan kepada Polri untuk menghentikan atau mengeluarkan SP3 atas kriminalisasi terhadap ulama”. Lebih lanjut pengacara ini mengatakan,”Kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis ini harap tolong segera diakhiri jika mau berbicara tentang berbangsa dan bernegara secara jujur dan adil dalam penegakan hukumnya. Karena itu, kita minta presiden Jokowi dengan amat sangat demi persatuan bangsa kita janganlah mengkriminalisasi ulama ini karena Polisi dan lainnya itu hanya instrument saja di bawah perintah presiden”.

    Melihat permintaan itu, saya merasa aneh.

    Keanehan pertama adalah: tumben Rizieq meminta bantuan pakhde Jokowi. Memang yang meminta agar pakdhe Jokowi turun tangan adalah pengacaranya. Namun pengacara tentu tidak bertindak sendiri. Ia menyuarakan aspirasi dan suara dari klien yang didampingi. Keanehan Rizieq meminta bantuan pakdhe karena selama ini ia dikenal memusuhi pakdhe.  Dalam ceramah-ceramahnya di berbagai tempat, Rizieq melakukan tindakan provokatif mencela pakdhe. Saya yakin seworders tidak ragu tentang hal ini.

    Keanehan kedua adalah permintaan pada pakdhe agar menerbitkan SP3 terkait dengan “baladacintarizieq”. Bukankah saat ini ada banyak kasus yang menimpa Rizieq? Dengan begitu tampak bahwa kasus ini menjadi kasus yang berat bagi Rizieq. Saya menduga demikian. Hal ini menjadi pukulan berat secara teologis, psikologis, sosiologis dan tak bisa dipungkiri menjadi pukulan di sisi ekonomi. Dari sisi ini, berapa milyard uang Rizieq akan hilang?

    Keanehan ketiga adalah permintaan penerbitan SP3 dengan alasan kriminalisasi ulama. Pertanyaannya adalah: apakah agamawan itu kebal hukum? Dalam Kamus Besar Bahsa Indonesia, kriminalisasi dimaknai sebagai proses yang memperlihatkan perilaku yang semula tidak dianggap sebagai peristiwa pidana, tetapi kemudian digolongkan sebagai peristiwa pidana oleh masyarakat. Dari terminologi itu, mari kita membandingkan kasus Rizieq. Apakah ini kriminalisasi?

    Dalam pandangan saya,  pada kasus ini tidak ada upaya kriminalisasi. Apa yang menimpa Rizieq adalah fakta hukum. Eh… orang Jawa bilang ndilalah, fakta hukum ini menimpa seorang Rizieq yang sehari-hari berstatus sebagai seorang ulama. Maka mestinya harus bijak membedakan apa yang menimpa Rizieq dan statusnya sebagai ulama. Dengan membedakan apa yang menimpa Rizieq dengan statusnya itu saya yakin Rizieq akan menerima kejadian yang menimpanya dengan legowo. Sikap legowo ini pasti akan menuntun Rizieq mematuhi hukum Indonesia. Dengan mematuhi hukum Indonesia, persatuan  bangsa akan terwujud. Bukankah itu yang diminta oleh Eggi Sudjana pada pakdhe?

    Ah.. sudahlah Rizieq, lebih baik Anda pulang ke Indonesia. Tidak usah marah-marah di negeri Arab karena status tersangkamu. Hadapilah kenyataan ini. Jangan pula berharap pakhe akan turun tangan meminta Polri menerbitkan SP3.

    Pasti pakdhe tidak akan menerbitkan SP3 di kasus Anda. Ini bukan karena ia benci atau ingin balas dendam terhadap Anda yang sering menyuarakan kebencian terhadap pakdhe. Ini murni karena penegakan hukum di Indonesia dan demi kesatuan bangsa ini.


    Penulis :  Wisnu Sapto Nugrohoi    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Biasanya Rizieq Meremehkan Pakdhe, Kali Ini Minta Bantuan Pakdhe: Nggak Malu? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top