728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 31 Mei 2017

    Berlindung Dibalik Jubah Ulama

    Bagi setiap muslim, ulama adalah seseorang yang harus di hormati. Namun bukan berarti jika bersalah harus bebas dari hukuman. Jika seorang ulama bersalah bisa bebas dari hukuman maka semua orang yang mempunyai niat melakukan kejahatan akan mau menjadi ulama. Lalu setelah itu mereka berlindung di balik jubah ulamanya dan mengumpulkan “umat”nya agar bisa lepas dari jeratan hukuman.

    Sebuah status/komentar facebook yang di unggah oleh seseorang, dimana status tersebut menurut saya cukup menarik, dan membuat nalar saya berjalan, sehingga membuat saya ingin membahasnya lebih jauh melalui tulisan ini. Status tersebut adalah sebagai berikut:

        “Ulama harus dihargai meskipun dia seorang kriminal. Namun seorang kriminal harus dihukum meskipun dia adalah seorang ulama. Yang gak setuju, tolong dikaji kembali”

    Ulama juga Manusia

    Saya sangat setuju dengan apa yang dikatakannya. Ulama bukanlah Tuhan, bukanlah Malaikat, yang tidak luput dari kesalahan. Memiliki pendukung dan massa yang banyak bukan berarti dia boleh untuk kebal dengan hukum. Perlu kita pahami bersama bahwa ketika seseorang menjadi ulama, itu tidak serta merta akan menjamin dia memiliki niat yang tulus dan hati yang lurus. Tidak sama sekali sobat! Begitu banyak refrensi yang menunjukkan adanya orang-orang yang mengklaim dirinya ulama namun tidak mencerminkan sikap seorang muslim.

    Cobalah untuk jalankan nalar anda. Ulama hanyalah seorang manusia biasa yang memiliki ilmu agama yang (mungkin) lebih baik dari kita, lalu ilmunya (pengetahuannya) tersebut di berikan kepada kita baik melalui ucapan maupun tindakannya (yang baik tentunya). Karena pemberiannya tersebutlah, maka kita sebagai muslim senantiasa harus menghargai ulama. Selebihnya mereka hanyalah manusia biasa sama persis seperti kita semua. Yang punya nafsu, punya amarah, bisa khilaf melakukan kesalahan, dan tidak menutup kemungkinan pula dia memiliki sifat-sifat lainnya yang mungkin lebih buruk dari kita. Seperti begitulah seharusnya kita memandang seorang ulama.

    Salah Satu Sifat Muslim adalah Berlaku Adil

    Ketika kita memandang dan menempatkan posisi ulama tidak lebih dari seorang ulama, maka kita bisa bertindak dengan pikiran jernih serta berlaku adil. Kita (muslim) harus selalu ingat bahwa menjadi seorang muslim wajib hukumnya untuk berlaku adil terhadap siapapun, bahkan kepada musuh sekalipun.

    Mari kita beranalogi untuk menjalankan nalar kita. Ada seorang wanita yang menurut kalian telah menghina ajaran Islam. Disisi lain, ada pula orang yang kalian anggap ulama juga menghina ajaran agama lain. Maka jika kalian menuntut wanita tersebut dipenjarakan, maka sudah sepatutnya kalian juga harus siap ketika orang yang kalian anggap sebagai ulama tersebut juga dipenjarakan dengan kasus yang sama. Itulah yang namanya bersikap adil. Tidak memandang bulu dan konsisten dalam menegakkan hukum.

    FPI dan Habib Rizieq


    Sebagai muslim, saya sebenarnya malu dengan sikap yang ditunjukkan oleh FPI dan Habib Rizieq yang notabene membawa nama Islam namun enggan menunjukkan sikap adil dan saja’ah (berani mengakui kesalahan). Mungkin masih bisa dimaklumi, jika mereka (anggota dan simpatisan FPI) meminta orang-orang untuk tidak menghina orang yang mereka anggap ulama. Namun ketika mereka tidak mau ulama mereka (yang bersalah) untuk diproses secara hukum, maka itu menurut saya adalah hal yang memalukan dan sebuah kesesatan berpikir.

    Apalagi jelas-jelas mereka bisa melihat begitu banyak bukti dan rekaman yang menunjukkan beliau (Habib Rizieq) bersalah. Mulai dari kasus penghinaan-penghinaan, fitnah-fitnah, hingga dugaan chat asusila. Alangkah sesatnya kita semua, jika kita tidak memperkenankan (melarang) hal-hal tersebut diproses secara hukum, hanya lantaran beliau berlindung di balik jubah ulama. Setidaknya jika memang merasa tidak bersalah, beranilah untuk mengikuti proses hukum dengan bijaksana.

    Sumber gambar : muslimmoderat.net

    Teladan Nabi Muhammad

    Ada sebuah hadist yang sangat terkenal di kalangan muslim, yang membuktikan bahwa Rasulullah pun tidak pandang bulu dalam menghukum seseorang. Hadist tersebut ada dalam Hadist Riwayat Bukhari yang juga di riwyatkan oleh Muslim. Bunyi Hadist tersebut sebagai berikut:

        Nabi bersabda, “Demi Allah yang jiwaku ada di tanganNya, seandainya Fatimah putri Muhammad mencuri niscaya aku memotong tangannya.”

    Bahkan jika anak yang paling Beliau cintai pun berbuat salah, maka Beliau sendiri yang akan menghukumnya. Beginilah seharusnya sikap seorang muslim. Sikap yang seharusnya di contoh oleh petinggi-petinggi dan anggota-anggota FPI.

    Sayangnya mereka sepertinya lupa dengan teladan tersebut. Entah mengapa ketika orang yang mereka anggap musuh melakukan kesalahan, mereka mampu mengeluarkan puluhan dalil untuk menjerat orang tersebut. Namun ketika pihaknya yang melakukan kesalahan, dalil-dalil itupun hilang entah kemana. Padahal jika mereka berani menamakan diri mereka “pembela Islam”, sudah seharusnya mereka menunjukkan sikap-sikap seorang muslim sejati kapan pun dan dalam kondisi apapun, walaupun kondisi tersebut merugikan mereka. Seandainya mereka mau bersikap sepertu demikian, mungkin saja akan banyak orang yang akan percaya bahwa niat mereka benar-benar membela ajaran-ajaran Islam, bukan membela kepentingan politik tertentu. Jika tidak demikian, tidak perlulah heran, jika banyak orang yang mencibir.

    Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi renungan kita, agar lebih bijak dan adil dalam bertindak. Dan jika anda yang membaca ini adalah seorang muslim, ada baiknya jika kita selalu mengingat bahwa amanah Al-Qur’an dan Hadist ada dipundak kita semua. Sangat tidak baik jika kita berbuat semena-mena dengan amanah tersebut. Apalagi menggunakannya untuk kepentingan pribadi atau kebencian kita terhadap orang lain. Wassalam dan jayalah terus Indonesiaku.



    Penulis :   Linggar Eisenring   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Berlindung Dibalik Jubah Ulama Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top