728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 15 Mei 2017

    Begini Raut Wajah Tegang Evakuasi Fahri Hamzah dari Manado

    Setelah mengalami penolakan seharian penuh di Minahasa, Fahri Hamzah akhirnya harus pulang kembali ke Jakarta. Dengan pesawat yang sudah standby di bandara Sam Ratulangi Manado, ia harus sesegera mungkin meninggalkan Manado. Massa yang sudah mengamuk begitu rupa, ternyata membuat Fahri Hamzah ketakutan. Dari mimik mukanya, ia seperti melihat sosok “dewi kematian” di depan wajahnya. Ia terlihat sangat khawatir dengan keselamatan jiwanya. Raut wajah seluruh orang yang ada di foto terlihat tegang.

    Melihat raut wajah ketakutan Fahri Hamzah yang diambil oleh awak pesawat ataupun petugas bandara, tentu kita lihat bagaimana Fahri Hamzah sangat merasa terancam. Dengan mengunakan jaket hitam dan topi gelap, ia terlihat sedang dilindungi oleh para petugas bandara. Dari raut wajahnya, terlihat sekali bagaimana Fahri Hamzah tidak siap untuk menunaikan sumpahnya, yaitu berkorban demi warga.

    Mungkin sekali dari apa yang ia lakukan selama ini, ia merasa dosa-dosanya terampuni. Dengan ketok palu mengesahkan hak angket KPK, usaha pemakzulan Jokowi lewat jalur konstitusional maupun jalanan, dan juga beberapa kejahatan-kejahatan yang dilakukannya, tentu membuat dirinya tidak siap bertemu sang Khalik. Ketakutan di wajah Fahri Hamzah memperlihatkan sebuah potret kehidupan para anggota dewan pewakilan rakyat yang terhormat.

    Dengan duduk di posisi dewan kehormatan, mereka dengan mudah meraup keuntungan yang begitu besar. Mungkin dengan nilai yang begitu fantastis, membuat mereka merasa dekat dengan sorga. Namun fakta berkata lain, warga yang menolak Fahri Hamzah di Manado sangat bersikukuh untuk mengusirnya dari Manado. Mungkin Fahri merasakan ada ancaman yang diterima baik secara verbal maupun fisik. Fahri yang ditolak ribuan warga Manado, sebenarnya mewakili penolakan yang dilakukan oleh seluruh warga Manado.

    Kekhawatiran Fahri Hamzah sebenarnya wajar dan lumrah. Namun kekhawatiran warga Manado akan najisnya tanah mereka yang sudah diinjak oleh Fahri lebih besar. Fahri seharusnya sadar bahwa keberadaannya meresahkan. Dianggap intoleran, Fahri harus berhadapan dengan warga bumi bulat. Bukanlah hal yang mustahil jika tanpa pengamanan, nyawa Fahri di Manado akan hilang, bukan dengan sia-sia, melainkan dengan berbagai manfaatnya.

    Keberadaan Fahri Hamzah yang merupakan wakil ketua DPR di Manado ditolak mentah-mentah bukan hanya dari warga mayoritas. Bahkan terlihat sesekali orang-orang Manado kaum minoritas juga ada di kerumunan massa yang menolak. Mengapa FH ditolak oleh seluruh elemen masyarakat di Manado? Karena FH adalah seseorang yang dianggap tidak mencitrakan dan tidak mewakili rakyat Indonesia.

    Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi kebinekaan dan keberagaman. Namun dengan keberadaan Fahri Hamzah yang pernah satu mobil komando dengan Rizieq pada aksi demo bela (katanya) Islam, hal itu mematahkan prinsip kebinekaan. Fahri Hamzah tentu dicap sebagai seorang yang intoleran dan ingin memakzulkan Jokowi.

    Tidak heran jika warga Manado begitu melampiaskan kebencian mereka kepada Fahri Hamzah. Dapat dibayangkan bagaimana FH berlari dari pesawat menuju mobil polisi dan menghindari amukan masa. Dari raut muka ketakutan yang ditunjukkan pada foto tersebut, sepertinya FH sempat melihat “wajah kematian” yang sempat terlintas di hadapannya.

    Hidup ini sementara, jadi dengan keberadaan Fahri Hamzah, kita sebagai warga Indonesia seharusnya belajar untuk tidak menjadi seperti dirinya. Uang banyak, tidak menjamin kalian disukai dan dicintai rakyat. Membandingkan dirinya dengan Ahok, tentu merupakan perbandingan yang tidak seimbang. Antara langit dan bumi.

    Kontras dengan Ahok, kita melihat bagaimana tenangnya Ahok di dalam menghadapi orang-orang yang bahkan tidak dia sukai. Melalui blusukan yang dilakukan ke lokasi bantaran sungai yang akan di normalisasi, Ahok datang tanpa pengawalan yang terlalu ketat. Tidak seperti FH yang terlihat sangat ketakutan menghindari amukan warga.
    Bayangkan jika Pak Ahok datang ke Manado. Apa yang akan terjadi? Kita tentu akan melihat bagaimana sambutan warga yang begitu antusias. Ahok sekarang sudah menjadi lebih besar dari apa yang dapat ia bayangkan. Ahok bukan hanya memenangkan hati Jakarta, namun Ahok memenangkan hati seluruh Indonesia bahkan dunia.

    Soekarno pernah mengatakan “beri saya 10 pemuda, akan kuguncangkan dunia!”. Namun sekarang sejarah membuktikan, satu pemuda bernama Ahok sudah mengguncang dunia. Jangan remehkan kekuatan simbol kebinekaan bernama Ahok.

    Betul kan yang saya katakan?


    Penulis : Hysebastian   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Begini Raut Wajah Tegang Evakuasi Fahri Hamzah dari Manado Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top