728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 29 Mei 2017

    Begini Motif Admin Muslim_Cyber1 Sebar Chat Palsu Kapolri. Pintar Atau Jenius?

    Sebelumnya, beredar sebuah screeshot chat via WhatsApp yang disebut-sebut antara Kapolri dengan Kombes Argo Yuwono yang berisi soal kasus Firza Husein. Namun dapat dipastikan bahwa chat yang beredar itu adalah hoax alias bohong. Dan ternyata admin Muslim_Cyber1 dengan inisial nama HP ditangkap.

    Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, HP ditangkap lantaran menyebar hoax chat WhatsApp beberapa waktu lalu. Dalam penangkapan itu, juga disita satu unit ponsel Xiaomi, satu sim card XL, satu sim card Tri, fake chat atau chatting palsu dan beberapa postingan dan screenshot yang mengandung SARA dalam akun Instagramnya.

    Setelah dilakukan penelusuran, motif HP (23) terduga penyebar chat palsu antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, adalah untuk membela Habib Rizieq Syihab.
    “Motifnya bela ulama HRS (Habib Rizieq Syihab),” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran.

    Namun saat ditanya apakah HP termasuk anggota Front Pembela Islam (FPI), Fadil tidak menjawab. “Dia pekerjaannya karyawan swasta,” katanya. Di artikel saya yang sebelumnya, saya katakan bahwa ada gap atau perbedaan antara bijak dan bodoh. Bijak adalah mampu memilah dan membedakan antara baik dan benar, serta mampu mempertimbangkan konsekuensinya dengan baik. Sedangkan bodoh adalah kebalikannya, tidak paham mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan, kalap bertindak dengan berlandaskan emosi semata. Logika dikesampingkan, mungkin ditaruh di atap rumah.

    Mau membela ya silakan saja, tapi cara yang dilakukan dengan menebar kebencian dan menyebar chat palsu adalah tindakan bodoh. Tindakan dengan style seperti ini biasanya tidak akan berakhir baik. Dan sekarang hasilnya adalah ditangkap polisi. Kalau mau membela dengan cara yang benar dan elegan, berikan perlawanan dalam bentuk data, informasi akurat serta berlandaskan logika yang masuk akal, seperti di Seword ini. Semua tulisan ada referensi, berdasarkan sumber akurat dan bisa dipertanggungjawabkan, bukan asal koar-koar karena kalap emosi.

    Kalau memang mau bela Rizieq, silakan berikan bukti kuat atau data apa pun itu dan lawan dengan cara yang elegan, bukan dengan cara yang malah memperlihatkan kebodohan yang memberikan kerugian. Biasanya kalau tidak bisa main logika, orang biasanya akan terpancing emosinya. Kalau berdebat dengan logis sudah kalah, maka emosi akan bermain. Ini bisa dilihat dalam Pilkada DKI Jakarta yang baru saja lewat. Seharusnya para calon bertarung dengan fair dan adu program. Nyatanya malah lebih condong sebaliknya, main adu SARA.

    Kalau emosi sudah bermain, biasanya logika akan kalah bersaing. Ini pula yang mungkin menjadi alasan mengapa kaum sebelah sering membuat statement atau postingan yang aneh-aneh di luar kemampuan berpikir logis kita. Hoax juga bertebaran di mana-mana, ini juga akibat dari ketidakmampuan melawan dengan menggunakan logika, makanya terpaksa pakai cara bodoh seperti ini. Tapi anehnya, mereka malah merasa pintar. Di sinilah bingungnya.

    Ibaratnya, mereka sadar 1+1 sama dengan 2. Mereka tahu itu tak terbantahkan dengan logika mana pun. Tapi karena kalap dan memang ingin terus melawan dan tak mau mengaku kalah, maka mereka akan berteriak kalau 1+1 sama dengan 3. Mereka tidak peduli, mereka yakin dalam kepercayaan dirinya meski semua orang mengatakan tidak waras. Bagi mereka, peduli amat dengan orang lain. Dan parahnya ada juga yang memaksakan orang lain untuk menerima bahwa 1+1 sama dengan 3, dengan cara menyebarkannya ke banyak orang agar percaya. Dan kenyataannya, tidak sedikit yang mempercayai itu. Begitulah cara kerja hoax dan pelakunya, meski tidak benar banyak yang percaya.

    Bagi saya pribadi, hoax itu bukan hanya untuk fitnah, tapi juga hasil dari ketidakmampuan seseorang untuk melawan secara pintar dengan logika dan data sah. Karena tidak bisa seperti itu, terpaksa gunakan cara bodoh. Bukankah begitu?

    Bagaimana menurut Anda?


    Penulis    :  Xhardy   Sumber :   Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Begini Motif Admin Muslim_Cyber1 Sebar Chat Palsu Kapolri. Pintar Atau Jenius? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top