728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 31 Mei 2017

    Bantah Sesat Pikir Jonroe: Apa Hubungan PKI Dengan Tersangkanya HRS?

    Hari ini, Selasa 30 Mei 2017 Jonroe Ginting menulis status di Facebooknya yang kembali membuat kita geleng kepala. Kenapa geleng kepala? Karena melihat betapa parahnya cara berpikir Jonroe, dan betapa model berpikir seperti ini sungguh menyebabkan kemunduran bangsa ini. Adapun di statusnya tersebut Jonroe menulis (sebagaimana terlihat pada gambar):

        Katanya “Ayo gebug PKI.” Tapi ustadz yang mengingatkan bahaya PKI kok malah ditahan.
        Aneh ya?

        #KamiTetapBersamaHRS

    Status facebook Jonroe ini di-like bahkan sampai 21 ribu akun, dibagikan sebanyak 7600 kali, dan dikomentari hingga seribu komentar. Luar biasa, bukan? Apakah semuanya itu akun benaran atau akun siluman, kita tidak tahu. Tetapi setidaknya itu memberi gambaran betapa banyak masyarakat kita yang masih kurang dalam kemampuan mencerna informasi. Padahal kalau kita mau berpikir menggunakan nalar, pernyataan Jonroe tersebut jelas tidak nyambung karena mencampur-adukkan dua hal yang berbeda.

    Apa hubungan “gebuk PKI” dengan kasus “chat porno” dan “penghinaan pancasila” yang menimpa Rizieq Shihab? (sejauh ini Rizieq Shihab menjadi tersangka untuk dua kasus ini). Ini tidak nyambung sama sekali. Coba dipikir, apakah karena seseorang berani mengatakan “lawan PKI” lantas ia tidak bisa terkena sanksi hukum dalam kasus yang lain? Wah wah enak sekali kalau begitu. Nanti setiap orang tinggal bilang “lawan PKI”, lalu ketika ada persoalan hukum di kasus lain (misalnya pencurian), tinggal ngomong “kok saya yang mengingatkan lawan PKI malah ditahan?” Hahaha tidak nyambung kawan. Anda ditahan karena kasus apa?

    Kalau Jonroe dan pendukungnya menganggap Rizieq Shihab tidak bersalah dalam kasus chat porno, silakan saja. Tetapi tidak berarti membenarkan sikap Rizieq Shihab yang tidak mau mengikuti proses hukum. Itu namanya mau menang sendiri, mau benar sendiri. Sebagai tokoh agama, berilah contoh yang baik pada masyarakat, taat pada hukum dan biar pengadilan yang membuktikan bersalah atau tidak, bukan berdasarkan opini atau pendapat sendiri. Ingat, dulu pendukung Ahok juga menganggap Ahok tidak bersalah, tetapi apakah Jonroe dan pendukungnya menerima jika Ahok tidak mau mengikuti proses hukum? Tidak bukan? Mereka akan menyebut Ahok pengecut, bukan? Nah sama juga dengan Rizieq Shihab.

    Lagi pula, bicara soal “chat porno”, di jaman teknologi seperti sekarang ini, sangat mudah untuk membuktikan apakah seseorang melakukan perbuatan itu atau tidak. Tinggal diperiksa handphone milik Rizieq Shihab dan Firza Husein. Jika pembicaraan itu benar terjadi, maka jejak elektroniknya pasti terlacak. Sebaliknya, jika percakapan itu palsu, maka tidak akan ada bukti jejak elektronik di handphone yang bersangkutan.

    Namun yang mencurigakan, kenapa ketika kasus ini muncul, Rizieq Shihab (melalui pengacaranya) mengatakan ia tidak lagi memegang handphone sejak November 2016? (Ini sebenarnya blunder dari Rizieq, sebab chat itu terjadi bulan Agustus 2016, nah lho?) Dan kalau kasus ini cuma rekayasa, mengapa Rizieq Shihab sampai harus lari ke luar negeri? Bukankah itu terkesan berlebihan? Banyak juga kok orang yang jadi korban chat palsu, tetapi mereka santai saja tidak lari ke luar negeri, karena mereka tahu chat itu tidak benar dan tidak bisa dibuktikan. Kalau bersih, kenapa risih? Gitu lho.

    Selain itu, chat itu juga disertai rekaman suara percakapan Firza Husein dan Kak Emma yang juga membahas hal seperti isi chat tersebut. Dan setelah diperiksa polisi, Kak Emma juga mengakui bahwa percakapan dengan Firza itu benar adanya. Juga foto-foto bugil di chat itu bukan editan, tetapi benar adalah foto Firza, ini diketahui setelah polisi menemukan bahwa barang-barang yang ada di foto tersebut, seperti TV dan seprei, benar berada di kamar Firza. Jadi semua bukti mendukung kesimpulan bahwa chat Rizieq dan Firza itu benar-benar terjadi.

    Tetapi sekali lagi, silakan saja Jonroe dan pendukungnya menganggap Rizieq tidak bersalah. Justru karena itu, biar semuanya terang, biarlah pengadilan yang membuktikan. Negara kita negara hukum, segala persoalan hukum harus diselesaikan di jalur hukum, bukan dengan melarikan diri.

    Oh ya, sebagian pembaca mungkin berpikir “untuk apa kita capek-capek mengomentari Jonroe, toh kita sudah tau kok cara berpikirnya emang ngawur.” Benar, kita memang tahu, tetapi sayangnya, banyak masyarakat kita yang tidak tahu. Masih banyak saudara-saudara kita yang awam, yang tidak paham, cenderung menerima informasi bulat-bulat tanpa dicerna lebih dalam (apalagi kalau informasi itu dibalut agama, dengan mudahnya akan diterima dan ditelan masyarakat). Kalau argumen-argumen ngawur Jonroe itu tidak dibantah, saya khawatir semakin banyak masyarakat kita yang cara berpikirnya terbalik-balik.

    “Kezhaliman akan terus ada bukan karena banyaknya orang-orang jahat tetapi karena diamnya orang-orang baik.”

    Salam.


    Penulis :   Rey Nald    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Bantah Sesat Pikir Jonroe: Apa Hubungan PKI Dengan Tersangkanya HRS? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top