728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 19 Mei 2017

    Bangkit dan Gebuk dengan Garuda Pancasila!

    Ini adalah momentum yang sangat penting, Indonesia negara besar yang diakui sebagai negara toleran dan negara yang berdemokrasi tapi ternyata masih bergejolak. Gejolak dalam dinamika demokrasi masih positif tapi
    ini gejolak yang tidak sehat untuk negara yang berbasis Pancasila dan UUD 1945.

    Tengok saja gerakan-gerakan dalam masyarakat yang meresahkan yaitu aksi yang menjurus pada ekstrimisme baik secara senyap maupun frontal dalam bentuk hate spin, rasisme yang terus beredar tak pandang bulu. Tidak cukup mengaduk-aduk Pilkada Jakarta serta menyerang dan memenjarakan seorang gubernur sekaliber Ahok tapi juga terus menyerang seorang Presiden yang adalah panglima tertinggi di negara kita.

    Rakyat yang selama ini cinta NKRI dan Pancasila tidak rela bangsa ini dikoyak-koyak dan diadu domba oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Rakyat cinta damai, tak rela ideologi bangsa diganti dengan semena-mena. Bangsa ini dibangun dengan visi nasionalisme berdasarkan Pancasila, bukan berdasarkan agama atau ideologi asing!

    Lihat saja lembaga pendidikan dari sejak usia dini sampai kepada mahasiswa di kampus sudah dicekoki dengan ajaran yang mengajarkan dan menganjurkan kebencian. Tempat ibadah yang seharusnya mendekatkan diri pada Tuhan dipakai menjadi corong politik. Lembaga peradilan menjadi tak berdaya menghadapi tekanan massa. Ini bukan masalah yang sederhana tapi sudah akut dan kronis! Parahnya Garuda Pancasila, simbol negara kitapun dicap kafir!

    Pak Jokowi pastinya gerah juga melihat keadaan ini dan dalam pidatonya dia pertama-tama masih secara lembut berbicara tentang pentingnya menjaga persaudaraan. “KIta adalah saudara,” demikian diucapkan berkali-kali. LIhat interpretasi saya tentang pidato Jokowi #Kita Semua Bersaudara : Inti Pidato Pak Jokowi. Tapi itu tidak cukup. Setelah itu di hari berikutnya Jokowi ngomong dengan lebih tajam, melanggar konstitusi gebuk saja!

    Inilah yang ditunggu-tunggu. Menurut saya Jokowi menggunakan kombinasi antara kasih dan keadilan. Kita adalah saudara sebangsa dan setanah air karena itu harus saling saling menghargai, menghormati dan bertoleransi. Tapi di saat yang sama agar hidup berbangsa dan bertanah air ini tetap lestari maka perlu dijaga dan dijamin dengan hukum.

    Di sinilah Presiden menegaskan bahwa segala aktifitas warga negara tetap harus berada di koridor Pancasila dan UUD 1945. Apa yang di luar itu akan berhadapan dengan hukum atau silakan angkat kaki dari negeri ini! Hukum akan ditegakkan untuk menjamin hidup bersama bukan hanya golongan agama tertentu tapi untuk semua rakyat NKRI beserta dengan ras dan kepercayaan masing-masing.

    Kita warga NKRI berlatar belakang yang berbeda, ada yang dari Papua, Flores, Ambon, Manado, Jawa, Bali, Sunda, Betawi, Dayak, Padang, Batak, bahkan etnis Arab, Tionghoa, dan suku-suku lainnya semuanya ada dalam bingkai kebhinekaan dan harus tetap menjaga persatuan. Semua penganut agama baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha memiliki hak untuk dilindungi oleh pemerintah.

    Pak Jokowi memilih memakai kata gebuk bukan menjewer karena memiliki efek yang sangat kuat. Senjata bangsa kita adalah Pancasila dan Konstitusi yang ada. Jadi jelas Presiden RI tidak akan menggebuk ala Soeharto tapi menggebuk di sini dengan memakai supremasi hukum yaitu Konstitusi di negara ini.

    Gebuk dengan Garuda Pancasila bermakna menjadikan Pancasila sebagai kekuatan untuk menangkal segala ideologi dan aksi yang bertentangan dengan ideologi yang sah di negara ini. Garuda adalah simbol nasional Indonesia sebagai perwujudan ideologi Pancasila. Garuda Pancasila itu menjadi simbol perjuangan bersama sebagai rakyat yang hidup dalam negara Pancasila.

    Garuda melambangkan kebajikan, pengetahuan, kekuatan, keberanian, kesetiaan, dan disiplin. Maka dengan spirit ini menjadi inspirasi rakyat NKRI untuk bangkit dalam kebangsaan dan kebhinekaan untuk semakin solid dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air. Garuda Pancasila menjadi penggerak untuk menjaga semangat cinta bangsa dan tanah air tetapi juga semangat untuk menjaga persatuan dan harmoni bangsa.

    Kongkritnya, hukum pasti akan ditegakkan oleh para aparat baik Panglima TNI dan Kapolri yang ikut menjadi pengawal bagi terjaminnya penegakan hukum di negara kita ini. Dengan kata lain ini juga suatu tamparan keras bagi ormas yang seringkali semau-maunya mengeluarkan hukum atau peratruran yang seenak jidatnya sendiri. Tak ada yang terkecuali, semua wajib tunduk jika benar dirinya adalah warga NKRI.

    Jika Presiden sudah menuarakan kata yang sangat tegas ini, maka ini menjadi kode keras bagi para penegak hukum agar bertindak tegas dan menegakkan hukum sesuai konstitusi yang ada. Kode keras ini tidak hanya menjadi sinyal bagi Kapolri, Panglima TNI tetapi juga buat semua menteri dan aparat di negara kita ini untuk melihat ke lapangan, mengecek bagian yang sudah mulai terkontaminasi virus radikalisme untuk segera diatasi dan tidak boleh didiamkan begitu saja.

    Kode keras Presiden ini juga menjadi gema bagi rakyat yang selama ini diam atau silent majority untuk melihat bahwa suara Anda diperhatikan dan dibutuhkan untuk mendukung kebijakan Presiden dan ikut ambil bagian menjaga Pancasila dan Konstitusi negara kita ini.Bagi rakyat NKRI, mari kita gemakan Pancasila itu serta refleksikan nilai-nilai Pancasila dan berjuang terus demi masa depan bangsa, demi menjaga karunia Tuhan bagi bangsa ini, demi menjaga kebhinekaan dan toleransi dan menjaga kemanusiaan yang adill dan beradab serta menggapai tujuan bangsa pada akhirnya. Selamat Hari Kebangkitan Nasional!

    Penulis :  Ronny D Rondonuwu    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Bangkit dan Gebuk dengan Garuda Pancasila! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top