728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 26 Mei 2017

    Bang Haji Rhoma Irama, Ahok Bukan Mengaku Bersalah, Tapi Mengalah Demi Kebaikan Negara Ini

    “Pak Ahok sudah cabut banding, artinya sudah menerima putusan hukum dan mengaku bersalah. Semoga ini diikuti seluruh fans Pak Ahok, agar kita rukun lagi, guyub lagi,” ujar bang Haji Rhoma Irama yang putra kesayangannya, Ridho Rhoma, itu kini mendekam di bui lantaran terlibat kasus narkoba.

    Bang Haji Rhoma Irama meminta kepada seluruh para pendukung Ahok agar legowo dan berbesar hati serta mampu bersikap ksatria sebagaimana Ahok yang telah berbesar hati memutuskan untuk mencabut upaya hukum naik banding dan memilih menjalani kurungan penjara selama dua tahun sesuai vonis Majelis Hakim.

    Menurut bang Haji Rhoma Irama kondisi bangsa ini nyaris terpecah belah akibat perseteruan selama masa Pilkada DKI 2017. Oleh karena itu bang Haji ingin merekatkan kembali persatuan dan tali persaudaraan anak bangsa.

    Menurut bang Haji Rhoma Irama, Ahok sudah cabut upaya banding, maka dengan demikian artinya Ahok sudah menerima putusan hukum dan mengaku bersalah. Pertanyaan saya buat bang Haji, sejak kapan Ahok mengaku bersalah? Semua orang juga tahu ucapan Ahok di Kepulauan Seribu terkait surat Al-Maidah 51 itu dipolitisasi sedemikian rupa untuk kepentingan pasangan calon Anies Baswedan dan Sandiaga Uno agar bisa menang jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Dki.

    Ahok sama sekali tidak melakukan penodaan terhadap agama Islam, kok bisa-bisanya bang Haji Rhoma Irama mengklaim bahwa Ahok sudah mengaku bersalah? Itu yang pertama.

    Yang kedua, bang Haji Rhoma Irama mengajak untuk akur lagi, rukun lagi, guyub lagi. Pertanyaan saya buat bang Haji,, yang bikin ribut siapa? Yang memprovokasi dan meruncing masalah siapa? Yang mengerahkan ribuan umat muslim dari luar Jakarta untuk demo berjilid-jilid di Jakarta itu siapa? Yang mengerahkan massa untuk demo di depan Pengadilan disetiap sidang Ahok itu siapa?

    Selanjutnya, siapa yang selama ini yang intimidasi-intimidasi, yang main ancam, yang Wisata Al-Maidah segsla, yang anarkis, yang teriak-teriak Ahok musuh Islam, yang teriak-teriak gantung Ahok, gorok Ahok, bunuh Ahok? Kok kesannya enak benar ya setelah menciptakan segala macam kekacauan dan keributan, lalu dengan entengnya mengajak rukun lagi, akur kembali, guyub lagi. Sungguh terlalu.

    Himbauan bang Haji Rhoma Irama salah alamat. Seharusnya bang Haji menghimbau kepada para kaum bumi datar yang benci Ahok setengah koit, yang cacat etika dengan menunggangi isu agama, mentoleransi agitasi, intimidasi, fitnah dan kebencian demi tercapainya tujuan mereka. Bukan malah sebaliknya menghimbau kepada para pendukung Ahok untuk legowo, rukun lagi, akur lagi, guyub lagi.

    Ini bukan soal move on atau tidak move on. Entah bagi yang lain, tapi saya pribadi menolak himbauan bang Haji Rhoma Irama secara saya bukan pihak yang membuat kegaduhan, kekacauan, keributan dan keonaran selama masa pilkada DKI 2017 berlangsung.

    Selain itu, saya juga tidak mengerti maksud dan makna seruan bang Haji Rhoma Irama dan apa tujuan besarnya apa. Apakah seruan guyub yang dimaksud bang Haji Rhoma Irama adalah pihak yang kalah harus menerima semua pelanggaran, dan kecurangan selama masa Pilkada DKI 2017?

    Apakah seruan guyub yang dimaksud bang Haji Rhoma Irama adalah pihak yang kalah harus menerima begitu saja Ahok diseret ke penjara melalui proses hukum yang dipaksakan oleh sekumpulan Majelis Hakim yang menjatuhkan putusan yang tidak lazim yang lebih tinggi dari tuntutan jaksa dan langsung memerintahkan penahanan saat itu juga tehadap Ahok tanpa penetapan penahanan?

    Lihatlah tangisan Veronika Tan, bang Haji. Perempuan tegar berwajah teduh itu akhirnya tumbang berurai air mata. Hati saya terbakar amarah. Seumur-umur dalam hidup saya baru kali ini saya merasakan kemarahan yang luar biasa. Perbuatan laknat manusia-manusia yang haus akan kekuasaan telah meninggalkan goresan luka hati seorang istri yang ditinggal pergi suaminya karena harus dipenjara demi negara.

    Bangsa yang selama ini saya pikir adalah bangsa yang berbudi luhur, welas asih dan tepo seliro ternyata tidak seperti yang saya kira. Bangsa ini dipenuhi oleh manusia-manusia laknat yang lapar kekuasaan dan tidak punya empati serta rasa belas kasihan sedikitpun.

    Sekalipun berupaya tegar, lihatlah sorot matanya. Veronika Tan. Ia tidak mampu menyembunyikan sorot mata penderitaan dan beban hidup akibat perbuatan laknat para oknum politisi sehingga suami yang dicintainya berakhir tragis di penjara.

    Apakah saya harus menerima ketidakadilan ini untuk akur lagi, rukun lagi, guyub lagi? Jawaban saya, tidak!

    Kura-kura begitu.

    Penulis :  Argo   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Bang Haji Rhoma Irama, Ahok Bukan Mengaku Bersalah, Tapi Mengalah Demi Kebaikan Negara Ini Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top