728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 16 Mei 2017

    Apakah Bila Salah Di Mata Hukum, Pasti Juga Salah Dimata Tuhan?

    Saya berulang-ulang menemukan tulisan yang membahas tentang Ahok, khususnya pasca pilkada DKI berakhir. Penulisnya menyampaikan kalimat dari nara sumbernya yang secara sepihak membuat kesimpulan bahwa karena Tuhan sayang Indonesia, maka Ahok dikalahkan di pilkada. Karena Tuhan sayang Indonesia maka Ahok dipenjara dan dihukum 2 tahun. Karena Tuhan sayang Indonesia, maka borok Ahok di perlihatkan. Atau kesimpulan-kesimpulan lain yang senyawa dengan itu.

    Berita terbaru saya baca di detikcom, ‘Di DPR, Amin Rais Mendesak Moratorium Reklamasi Teluk Jakarta’. Amin Rais mengatakan bahwa beliau berani adu fakta dan data dengan Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengenai plus minus reklamasi teluk Jakarta. Perlu diketahui bahwa Luhut menyetujui reklamasi untuk dilanjutkan, sedangkan Amin Rais sebaliknya, tidak setuju.

    Namun di dalam artikel ini penulis tidak panjang lebar membahas mengenai reklamasi, karena bagi penulis reklamasi teluk Jakarta hanya klop bila diurus oleh Ahok. Reklamasi akan beraturan bila niatnya memang untuk kemajuan daerah, tidak ada permainan besaran fee pengembang, tidak ada persekutuan politik, dan tidak ada agenda cari muka. Bila semua murni untuk kepentingan Jakarta, seperti yang diniatkan Ahok, maka saya akan mendukung reklamasi.

    Namun sekarang, saya sudah tidak yakin apa yang sedang diperjuangkan oleh Anies Baswedan terhadap masalah reklamasi ini kelak. Sehingga apapun hasilnya, mau dibatalkan atau diteruskan, mau moratorium atau tidak, saya mencoba untuk tidak perduli.

    Seperti judul diatas, yang ingin penulis bahas adalah adanya kesimpulan yang disampaikan Amin Rais dalam kehadirannya di DPR, tanggal 16 Mei 2017. Amin rais mengatakan;

        “Andaikata dia (Ahok) menang, ini selesai. Tapi karena Allah masih menyayangi bangsa kita ini, kasih napas dulu, konsolidasi dulu,”

    Hal senada pernah disampaikan juga oleh Aa Gym, dalam menanggapi keputusan hakim yang menjatuhkan hukuman penjara 2 tahun untuk Ahok;

        “Maka saya senang doa-doa yang tadi karena Allah yang telah membolak-balikkan hati karena hakim itu ciptaan Allah, hakim dalam genggaman Allah, karena kalau didoakan dan Allah takdirkan hatinya takut Allah dan insya Allah kejadian.”

    Belum lama Anis Baswedan juga pernah menyampaikan sambutannya di pengajian Ustad Arifin Ilham tanggal 7 Mei 2017;

        “Ikhtiar dengan doa yang tulus itu semua dijawab dengan pertolongan Allah yang kita semua tidak duga. Kita semua yakin, bahwa semua ikhtiar, semua doa, yang dikirimkan dari segala penjuru dunia itu diijabah oleh Allah, dan diantarkan pada kemenangan yang tidak kita duga.”

        “Biasa kalau ada pembagian sembako menang, tetapi zat Yang Maha membolak-balikkan hati, membuka hati warga Jakarta. Justru yang membagi sembako, justru itulah awal kekalahan,”

    Mereka memposisikan Ahok sebagai yang bersalah, bermasalah. Pertanyaan besarnya, Apakah seseorang yang salah di mata manusia, di mata hukum, pasti salah juga di mata Tuhan?

    Jawaban besarnya: tentu tidak!

    Kita harus ingat kisah Nabi Yusuf as.  Bagaimana Nabi Yusuf dijebloskan ke dalam penjara oleh raja Mesir, hanya karena fitnah yang disampaikan oleh Zulaika. Apakah Amin Rais, Aa Gym, Anis Baswedan, dan siapapun di luar sana, mau mengatakan, untung Tuhan sayang kepada Mesir, sehingga Yusuf di penjara. Untung Tuhan sayang kepada Al Aziz raja Mesir, sehingga istri raja menjadi selamat dari ulah Nabi Yusuf.

    Kita juga harus ingat kisah Nabi Musa as. Bagaimana Nabi Musa pada satu masa harus bersembunyi dari kemarahan Fir’aun dan bala tentaranya. Musa ingin dibunuh dan dibinasakan oleh Fir’aun. Musa masih tidak berdaya menghadapi Fir’aun. Pada saat yang sama banyak anak laki-laki yang dibunuh hidup-hidup oleh bala tentara atas perintah Fir’aun. Banyak ibu-ibu yang menjadi ketakutan bila akan melahirkan. Dan itu berlangsung lama. Kejayaan Fir’aun berlangsung lama.

    Apakah Amin Rais, Aa Gym, Anis Baswedan, dan siapapun di luar sana, mau berada diposisi keluarga Fir’aun dan mengatakan, untung Tuhan menyayangi Mesir dan Fir’aun, sehingga Musa terhukum dalam persembunyiannya, dan Fir’aun menjadi selamat kembali menjadi raja yang dipertuhankan.

    Kesimpulan-kesimpulan seperti diatas; untung Ahok dipenjara, untung Ahok kalah, itu artinya Tuhan masih sayang Indonesia, harus mulai dikritisi dengan baik. Karena sesuatu yang salah di mata manusia, sesungguhnya belum tentu salah di mata Tuhan begitu pun sebaliknya, sesuatu yang benar di mata manusia kadang belum tentu benar di mata Tuhan.

    Jadi sekarang jika kita andaikan Amin Rais, Aa Gym, Anis Baswedan, dan siapapun di luar sana, mau menggantikan posisi Fir’aun, maka akan kita persilahkan dengan hormat, tapi ingat, kita tidak akan bisa menganggap benar apa yang salah di hadapan Tuhan, begitupun sebaliknya.

    Penulis : Jaya Surbakti   Sumber :   Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Apakah Bila Salah Di Mata Hukum, Pasti Juga Salah Dimata Tuhan? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top