728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 23 Mei 2017

    Anies-Sandi Kembali Ingkari Janji Kampanye

    Singkat saja, aku ingin sekali menuliskannya!

    Politisasi agama dalam histori Islam sudah dikenal sejak era abbasiyah dan umayah, dimana untuk menjatuhkan lawan salah satu cara dengan menyebarkan dakwah “kebencian”. Disisi lain, di zaman dinasti abbasiyah juga pengetahuan dalam sains banyak penemuan salah satunya perkembangan teori evolusi oleh al Jahiz , teori ini muncul jauh sebelum yang dicetuskan Darwin. Jadi Islam yang bilang teori evolusi adalah produk kafir bisa dikatakan Ahistori. Semua yang terjadi di zaman dinasti abbasiyah termasuk dakwah kebencian terulang lagi di era post-modern, maka ini sebuah kemajuan atau justru kemunduran.

    Maka dengan demikian pemimpin yang ingkar janji, tidak menjadi soal dari masyarakat kontemporer urban islam konservatif. Karenanya, pembangunan ataupun kepentingan publik tidak lebih penting ketimbang yang mereka sebut rusak moralnya yaitu dipimpin yang tidak satu keyakinan dengan mereka.

    Satu-persatu janji yang mulai diingkari, tetap akan dianggapnya sebagai pembenaran. Karena dalam pemilihan, “agama” sudah dijadikan alat pembenaran untuk hasrat kepentingan. Termasuk menjadikan mayat sebagai rudal menyerang syaraf. Sementara dalam ajaran “agama” orang yang ingkar janji termasuk golongan “munafik”.

    Jika sudah begini maka Trump yang disebut anti-islam justru konsisten menjalankan janji kampanyenya, yaitu mengusir para imigran dan bikin tembok perbatasan, meski dia menuai kritik lokal dan dunia, setidaknya dia sudah tepati janji kampanye dan sadar resiko yang akan diterima.

    Kenapa “mayat” waktu itu sempat dibawa dalam kampanye, karena tidak bisa protes meski janji diingkari.

    Selain janji stop reklamasi yang mulai mendekati pengingkaran, sekarang janji KJP dan KIP.

    Dari metroTvnews, Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan saat kampanye berjanji, warga Jakarta penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) bisa mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP) sekaligus. Kini, tim sinkronisasi Anies-Sandi membatalkan janji itu.

    Jika penerima KJP dapat KIP sekaligus, maka hal itu melanggar Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Edriana Noerdin, anggota tim sinkronisasi Anies-Sandi bidang kesejahteraan rakyat mengatakan, pihaknya menghindari adanya double budget.

    “Itu yang akan dihindari double budget. Jadi kita tidak akan melakukan double budget,” kata Edriana di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin 22 Mei 2017.

    Upaya yang dilakukan tim sinkronisasi hanya menyelaraskan sistem KJP dan KIP. Misalnya, lanjut Edriana, KJP yang kini dinamai KJP Plus, dapat tarik tunai.

    “Jadi sistemnya yang diselaraskan, tapi anggarannya dia enggak boleh dapat anggaran double,” ucap dia.

    Sebelumnya, Anies pernah berjanji pada warga bahwa manfaat KJP akan ditambah. Salah satunya, penerima KJP bisa juga mendapat KIP sekaligus.

    “Jika saya terpilih, warga Jakarta bisa menerima bantuan dari KJP sekaligus KIP. Kedua program itu kami integrasikan menjadi yang namanya KJP Plus,” kata Anies saat blusukan di Kecamatan Koja, Jakarta Utara, 8 November 2016. (Metrotvnews)

    Sebelumnya, Masih terniang jelas di kepala, bahwa Calon Gubernur DKI Anies Baswedan mengaku akan menepati janjinya untuk menghentikan reklamasi pantai di Teluk Jakarta.

    Ia mengaku akan melakukan penghentian sesuai dengan janji yang ia ikrarkan bersama pasangan cawagubnya Sandiaga Uno.

    “Janji kampanye apa kemarin? Kita jalankan sesuai janji kampanye,” ujar Anies, saat ditemui di Masjid Jami As Sa’adah, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (23/4/2017).

    Harapan rakyat untuk menuai janji manis soal reklamasi seperti mendekati “panggang jauh dari api”, hal ini ketika saya membaca pembelotan janji yang dilakukan Anies sendiri, lewat tempo.
    ”Kita akan memastikan bahwa seluruh proses yang terkait reklamasi dan lain-lain akan kita review lagi, kan kita janji di pilkada kemarin bahwa kita mau luruskan lagi itu semua,” ujar Anies, Jumat, 5 Mei 2017.

    Menurut Anies, saat ini KJP hanya untuk anak yang bersekolah di sekolah negeri. Nantinya, penerima KJP akan diperluas jangkauannya. “Kalau sekarang hanya untuk anak yang sekolah, kalau besok dari anak usia sekolah,” katanya.

    Anies belum dapat memastikan akan membatalkan reklamasi atau tidak dalam kepemimpinannya nanti. Anies hanya berujar akan mengikuti perundang-undangan yang ada. “Nanti kita lihat,” ucapnya.

    Kalau janji gak perlu ucap “nanti kita lihat” atau pun “belum dapat memastikan”. Hal ini sama saja bahwa apa yang diucapkan saat kampanye hanya retorika dan penerawangan semata. Ini belum soal alexis loh.

    Usai stop reklamasi yang seperti api jauh dari panggang, kini soal KJP dan KIP sekaligus mendekati pengingkaran juga. Jadi yang ditunggu dari pasangan Anies-Sandi ini adalah berguguran janji satu persatu.

    Oh ya bukankah dalam agama yang ikar janji itu masuk dalam golongan “munafik”?

    Penulis :  Losa Terjal   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Anies-Sandi Kembali Ingkari Janji Kampanye Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top