728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 20 Mei 2017

    Aneh, Politisi Gerindra Kepanasan Akibat Dibukanya Data Nasabah Bank untuk Pajak

    Semenjak kalah dalam Pilpres 2014 dan menjadi partai oposisi, Gerindra memang tak mampu sama sekali menunjukkan sisi positif partainya. Komitmen mereka untuk mendukung sisi positif pemerintah dan menegur sisi negatifnya malah menjadi berkebalikan dalam prakteknya.

    Hal ini adalah sebuah fakta seperti merujuk pada pemberitaan dari JPNN dengan judul “Kerahasiaan Bank Dibuka demi Pajak, Anak Buah Prabowo protes”, sumber di sini. Sebelumnya melalui media hukumonline.com, Yudo Abrianto selaku komisi kerja Perbanas menyampaikan kalau transparansi data nasabah untuk kepentingan pajak diperbolehkan dan Perbanas tidak boleh menolak itu.

    “Sekarang sudah transparan. Semua negara sudah membuka data nasabahnya salah satunya untuk kepentingan perpajakan”, kata Yudo pada sebuah acara di Jakarta tanggal 23 Februari, sumber di sini.

    Begitu juga pada Maret, 2017 seperti yang diberitakan Kompas kalau Presdir dari PT BCA dan PT BTN mendukung rencana pemerintah tersebut. Iman, selaku Presdir PT BTN menjelaskan agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan dibukanya data nasabah yang dibuka untuk otoritas pajak yang menyangkut saldo dan bunga dalam period tertentu.

    “Dampaknya tidak signifikan, akan biasa-biasa saja” ujarnya kepada Kompas. Dia menambahkan untuk nasabah besar, kalau sudah melapor ke otoritas pajak untuk kepentingan program amnesti pajak, pastinya tidak ada masalah, sumber di sini.

    Jadi setelah semua urutan proses pembukaan data nasabah dan tanggapan dari petinggi Bank sendiri, kita jadi bertanya-tanya mengapa politisi Gerindra alias anak buah Prabowo jadi menentang habis-habisan. Sesuai pernyataan Iman, kalau sudah melapor pastinya tidak ada masalah. Tapi sebaliknya bagi nasabah besar yang sengaja menutupi keuangannya dari membayar pajak pasti merupakan masalah besar.

    Pernyataan politisi Gerindra, Heri Gunawan seputar keberatan dengan keterbukaan data nasabah patut dicurigai. Pemerintah atau KPK perlu mewaspadai orang ini, jangan-jangan dia sengaja menutupi keuangan pribadi dan kelompoknya dari transparansi. Kalau sudah begitu, bisa dikatakan sumber keuangan mereka perlu diusut asal muasalnya dan kemungkinan besar selalu mangkir dari laporan pajak.

    Sungguh memalukan kelakuan anak buah Prabowo sebagai anggota DPR yang menjadi oposisi pemerintah. Bukan mengkritik kebijakan negatif pemerintah, ini malah mengkritik kebijakan positifnya. Kalau dengan adanya partai oposisi tidak membawa kebaikan sama sekali pada pemerintahan, hendaknya keberadaan mereka segera dibubarkan karena hanya akan menjadi duri dalam daging.

    Hendaknya mereka mencontoh negara Swis dengan keamanan perbankan yang tinggi, tapi mau membuka transparansi data bank guna perpajakan. Indonesia sudah seharusnya diarahkan menuju kemajuan setelah sekian lama melempem.

    Sekarang saya menjadi bersyukur dengan dimenangkannya Jokowi oleh Tuhan pada Pilpres yang lalu. Saya tidak bisa membayangkan kalau Prabowo dan Gerindra yang menang. Bisa jadi negara ini dibawa ke arah kemunduran seperti era sebelumnya.

    Dari sekian banyak tindak-tanduk partai Gerindra sebagai partai oposisi pemerintah hendaknya menyadarkan kita semua akan peran mereka dipemerintahan. Jika selama ini mereka tak memberi masukan positif, malah justru mengganjal sesuatu yang baik dipemerintahan. Maka untuk selanjutnya mereka tak layak lagi untuk dipilih.

    Serupa dengan Gerindra, partai PKS sebagai oposisi juga selalu melakukan provokasi untuk menentang pemerintah. Seperti dalam Pilkada Jakarta dimana kedua partai tersebut selalu membawa isu agama dan SARA.

    Masyarakat harus bisa menilai kualitas pemimpin secara realistis dan konsistensinya. Bukan hanya berdasar dari background militer atau sipil apalagi berdasar SARA. Dalam hal ini provinsi Jawa Barat bisa menjadi contoh bagi kita semua dari akibat cara memilih.

    Seperti pidato presiden Jokowi baru-baru ini, Indonesia sudah waktunya mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain. Jangan seperti yang dicontohkan kader-kader Gerindra dan PKS yang hobinya menghujat sana-sini, mendukung untuk demo-demo tanpa mau memikirkan cara merubah Indonesia kearah yang lebih maju. Saya harap di Pilpres mendatang Tuhan memberi kita pemerintahan yang bijak dan bertanggung jawab seperti saat ini.

    Sudah terlalu jelas apa yang ditunjukkan pemerintah dengan oposisinya selama ini. Mana yang nyata bekerja demi kebaikan dan kemajuan bangsa. Dan mana yang bersandiwara dibalik topeng agama dan anti komunis padahal sejatinya mereka sendiri yang tak menghormati NKRI dan hobi jualan agama untuk kepentingan kelompok.

    Begitulah kura-kura.



    Penulis  :   Niha     Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Aneh, Politisi Gerindra Kepanasan Akibat Dibukanya Data Nasabah Bank untuk Pajak Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top