728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 16 Mei 2017

    Amit-amit Jabang Babon, Gerindra Ajak Masyarakat Desak DPR/MPR Cabut Mandat Jokowi

    Pemilu 2019 masih nun jauh disana, masih dua tahun lagi, namun Prabowo Subianto sudah kebelet ingin jadi Presiden RI mulai sekarang. Betapa ngilernya dia dengan jabatan Presiden Republik Indonesia yang tidak pernah diraihnya karena telah berkali-kali gagal dalam pemilu.

    Melalui mulut kadernya yang duduk manis jadi Anggota DPR RI di Senayan, Muhammad Syafi’i, Gerindra meminta kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mendesak DPR/MPR segera menggelar Sidang Istimewa guna mencabut mandat Presiden Joko Widodo.

    Siapa lagi yang suruh Muhammad Syafi’i, bicara begitu kalau bukan boss besarnya, Prabowo Subianto? Tidak mungkin anak buah bikin statement yang aneh-aneh kalau bukan atas arahan atau instruksi pimpinan partai. Ini logika berpikir yang sederhana.

    Kalau Prabowo Subianto tidak menyuruhnya untuk mengajak rakyat agar mendesak DPR/MPR segera melakukan Sidang Istimewa guna mencabut mandat Presiden Jokowi, artinya Muhammad Syafi’i ini adalah penjilat yang mungkin saja mau cari muka sama Prabowo.

    Jika anak buahnya tidak beres, berarti kepalanya juga tidak beres. Seperti kata Ahok, jika kepalanya lurus, maka yang dibawahnya tidak akan berani untuk tidak lurus.

    Manuver politik busuk yang ditunjukan para bandit-bandit politik di Hambalang itu dengan terang-terangan tanpa punya rasa malu lagi karena sudah tidak sabaran ingin merampok kekuasaan yang sah dan konstitusional. Dasar kucing garong.

    Menurut kader partai Gerindra, Muhammad Syafi’i itu, Presiden Jokowi sudah menyimpang dari sumpah jabatannya dan tidak setia lagi dengan Pancasila, UUD 45. Presiden Jokowi juga dituding telah melanggar peraturan perundang-undangan dan tidak lagi mengutamakan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.

    Muhammad Syafi’i menuding apa yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung, Kapolri dan Kapolda dalam kasus Ahok adalah bukti dari pelanggaran yang dilakukan oleh Presiden Jokowi.

    “Penyimpangan yang terjadi dalam penegakan hukum sesuai dengan keinginan Presiden Jokowi padahal presiden bersumpah untuk setia pada Pancasila, UUD 45. Harusnya Presiden Jokowi menegur Jaksa Agung dan Kapolri serta Kapolda,” kata Syafi’i.

    “Oleh sebab itu, kita mengimbau rakyat Indonesia untuk segera ramai-ramai datang ke Jakarta, memaksa DPR dan MPR melakukan sidang istimewa untuk mencabut mandat dari Jokowi,” lanjut Syafi’i pada hari ini, Senin 15 Mei 2017.

    Tudingan yang tidak jelas juntrungannya dan sumir tanpa gaya bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti rakyat apa letak kesalahan Presiden Jokowi yang sesungguhnya. Manuver politik Gerindra ini jelas-jelas adalah tindakan makar yang dilakukan secara terang-terangan dengan menunggangi kasus Ahok demi kepentingan politik mereka yang menjijikkan.

    Sejak kalah telak pada pilpres 2014 yang lalu, selalu saja ada manuver mereka untuk menggoyang pemerintahan Jokowi dengan berbagai isu karena belum bisa menerima kekalahan pada pilpres 2014 yang lalu.

    Terlihat sekali partai Gerindra adalah gerbong provokator yang sudah kebelet ingin menjatuhkan Presiden Jokowi ditengah jalan dengan cara-cara licik yang tidak mendidik dengan menunggangi kasus Ahok.

    Setelah berhasil memenjarakan Ahok, target mereka selanjutnya adalah melengserkan Jokowi dengan cara menghasut rakyat untuk mendesak DPR/MPR guna mencabut mandat Jokowi sebagai Presiden RI yang sah.

    Strategi perebutan kekuasaan yang melibatkan sentimen kebencian seperti inilah pertarungan politik dengan cara-cara kotor yang melanggar konstitusional dan Undang-undang yang berlaku di negara ini.

    Partai Gerindra ini isinya penuh dengan politisi yang sarat dengan iri hati, dengki dan dendam yang terus menerus mengusik pemerintahan Jokowi karena sakit hati yang berkepanjangan sejak kalah telak pada pilpres 2014 yang lalu sehingga sudah tidak punya rasa malu lagi.

    Politisi bacot ember ini, Muhammad Syafi’, harusnya diringkus Polisi karena memprovokasi rakyat dengan hasutan kebencian yang mengarah ke arah tindakan makar terhadap pemerintahan yang sah dan legitimasi sesuai Undang-undang yang berlaku mengikat di negara ini.

    Yang jelas ini adalah bentuk kejahatan politik yang tidak bisa ditolerir. Kalau Prabowo mau jadi Presiden Republik Indonesia, tunggu pemilu 2019 mendatang, yang artinya masih dua tahun lagi, jangan asal main kudeta ditengah jalan dengan menghasut rakyat.

    Rakyat juga sekarang sudah melek politik. Kalau di jaman Jahiliyah dulu, boleh saja pakai trik model begini, tapi dijaman yang serba medsos dan Android sekarang ini jangan harap rakyat bisa dikadalin.

    Kura-kura begitu.


    Penulis :  Argo   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Amit-amit Jabang Babon, Gerindra Ajak Masyarakat Desak DPR/MPR Cabut Mandat Jokowi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top