728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 21 Mei 2017

    Amien Rais Sebut Jokowi Lakukan Pembohongan Publik. Gimana Dengan Janji Jalan Kaki Jogja-Jakarta?

    Amien Rais seolah tidak bosan-bosannya berdiri di panggung politik meski kiprahnya tidak terlalu melejit. Partainya juga tidak besar-besar amat, mungkin ada juga keinginan jadi Presiden tapi tidak kesampaian. Jadinya yang dilakukannya adalah nyinyir sekaligus memberikan kritikan yang terlalu subjektif alias lebih cenderung karena ketidaksukaan.

    Yang paling jelas adalah ketika Ahok menjabat gubernur. Rasanya kebenciannya sudah di ubun-ubun saat dengan penuh emosi membara, mengkritik PDIP dan bertanya mengapa PDIP harus mencalonkan Ahok padahal masih banyak kader lain yang mumpuni. “Kenapa harus Ahok… Hok… Hok… Hok.” Jokowi juga mendapat perlakuan yang sama oleh Amien Rais ini. Pada acara ‘Tribute to Amien Rais’, dia juga memberikan beberapa poin kritikan pada Jokowi.

    Saat hadir di acara ‘Tribute to Amien Rais’ di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, dia juga ingatkan Presiden Jokowi akan bahaya bangkitnya komunisme di Indonesia. “Pak Jokowi saya ingatkan jangan pandang enteng komunisme. Saya mencium secara politik ada bau-bau kebangkitan komunisme di zaman Pak Jokowi ini,” kata Amien Rais.

    Saya pikir apa sih alasan orang ini mengatakan itu, dan ternyata saya memilih tertawa dalam ketidakpercayaan. Aroma kebangkitan komunisme ini, menurut Amien Rais ditandai oleh ditandatanganinya kontrak kerja sama antara Indonesia dan Cina, beberapa waktu lalu. “RRC itu negara yang paling kuat ekonominya, militer sudah hampir sama dengan Amerika. Nantinya yang berkuasa presiden PKC (Partai Komunis Cina), Xi Jinping. Dia radar komunis di Cina,” katanya.

    Saya tak habis pikir mengapa Amien Rais yang konon disebut tokoh reformasi, memiliki pola pikir seperti ini? Jujur, saya sempat berpikir bagaimana mungkin dia yang dari 1998 hingga sekarang bisa memiliki pemikiran seperti itu? Bangkitnya komunisme karena ada kerja sama Indonesia dan Cina adalah sesuatu yang konyol sekonyol-konyolnya. Mugkin sudah saatnya dia memikirkan untuk pensiun daripada memberikan statement kurang cerdas seperti ini.

    Kalau ini mudah sekali dibantah. Kerja sama Cina dengan Indonesia adalah tanda kebangkitan komunisme, maka komunisme akan lebih kuat dan berkembang di Arab Saudi. Sudah lupa? Mari saya perjelas. Investasi Arab Saudi di Indonesia hanya sekitar 87 triliun Rupiah saat Raja Salman berkunjung. Sedangkan nilai investasi di Cina mencapai 870 triliun Rupiah. Besar 10 kali lipat. Saya berani jamin Amien Rais tak berani menanggapi ini. Arab Saudi yang negara muslim saja tidak sewot dengan kerjasama ini, kok malah Amien Rais bak pahlawan mengatakan ini kebangkitan komunisme. Pokoknya ada kata Cina, telinga mendadak sakit dan alergi. Negara luar biasa-biasa saja, di sini kayak cacing kepanasan dan kebakaran jenggot.

    Semakin tua harusnya makin bijaksana, ini malah memberikan statement yang kurang etis dan tidak mencerminkan kebijaksanaan. Semua hanya karena politik, emosi dan sentimen belaka. Seharusnya Amien Rais beritahu ini pada Raja Salman karena kerjasamanya 10 kali lipat dari Indonesia. Dengan kata lain komunisme lebih rentan menyerang negara itu (dengan asumsi Amin Rais mengenai kebangkitan komunisme). Mengkritik ini pada Jokowi adalah salah alamat, seolah menunjukkan bahwa ini bukan kritik, tapi sudah nyinyir karena kebencian semata. Come on, bijaksanalah. Masa makin tua makin tidak bijak?

    Amien Rais juga melontarkan kritik terhadap ucapan Jokowi yang menyebut bahwa paham komunisme sudah tidak ada lagi, khususnya di Indonesia. “Jadi alasannya komunisme nggak hidup lagi, nggak ada, dan lain-lain seperti yang dikatakan pak Jokowi, itu pembohongan publik yang luar biasa, penuh skandal,” katanya.

    Kalau masalah pembohongan publik rasanya Amien Rais harus penuhi dulu janji jalan kaki Jogja-Jakarta yang tak kunjung dilakukan. Ucapan sendiri saja tidak bisa dipertanggung jawabkan. Janji akan jalan kaki kalau Jokowi jadi Presiden. Kalau janji tidak dipenuhi apakah itu bisa dikatakan pembohongan publik juga? Nah, kalau begitu, sebaiknya sih introspeksi diri dulu atau bahasa sopannya ngaca sebelum mengucapkan sesuatu di depan publik. Janji yang terlalu besar biasanya sulit atau tidak akan pernah dipenuhi. Biasanya sudah disiapkan berbagai alasan mengapa janji tidak ditepati, atau menggunakan jurus pura-pura tuli dan pura-pura tak tahu saat ditagih. Itu alasan paling gampang dilakukan. Bukankah begitu?

    Bagaimana menurut Anda?



    Penulis   XHardy   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Amien Rais Sebut Jokowi Lakukan Pembohongan Publik. Gimana Dengan Janji Jalan Kaki Jogja-Jakarta? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top