728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 31 Mei 2017

    Akankah Amien Rais Meringis Nahan Tangis?

    Amien Rais termasuk tokoh populis. Sekalipun makin kelihatan renta, jangan tanya semangatnya. Jogja-Jakarta saja hendak ditempuh dengan jalan kaki. Benar-benar rindu dengan kata-kata “tua-tua keladi”. Makin tua makin menjadi-jadi.

    Saya kira masih banyak yang ingat dengan bunyi ujaran mantan ketua umum Partai Amanat Nasional ini. Kalau Jokowi jadi Presiden, dia pernah bernazar mau jalan kaki Jogja-Jakarta, untuk unjuk dengkul tuanya. Luar biasa, mengingat dia sudah tak semuda Sandiaga dan Lady Gaga.

    Adalah Pak Giman yang saking pedulinya, dari Malang menjemput Pak Amien di rumahnya, Yogyakarta pada Senin siang, 29 September 2014. Sayang, beliau tidak ada di rumah. Dengan nada kecewa, bapak empat anak ini hanya bisa mengingatkan. Nazar merupakan sumpah janji yang berhubungan langsung dengan Tuhan.
    Sebagai muslim, kata Giman, sebaiknya Amien melaksanakan nazarnya. Artinya, kalau Amien Rais tidak memenuhi nazarnya, ke-muslim-an tokoh reformasi ini pantas diragukan secara radikal bebas dan berjamaah. Apa ia tidak sadar ya, dengan tidak memenuhi janji yang dikoarkan ke publik, ia sedang menista agamanya sendiri

    Menanggapi aksi Giman, politisi PAN, Taslim Chaniago pun berkelit kayak orang sembelit. Katanya, yang dilakukan Amien hanya untuk memotivasi kader agar berjuang memenangkan Pemilihan Presiden, kala itu.

    “Barangkali saja Pak Amien menyampaikan saat bergurau, memotivasi kader untuk berjuang keras dalam memenangkan Pilpres,” jelas Taslim saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Senin (13/10/2014).

    Menurut Taslim, seharusnya warga tak perlu menanggapi sebuah perkataan politik secara serius. Sebab itu hanya guyonan belaka. Pantas dicatat. Guyonan politik. Tambah Taslim,”Sehingga janji itu tidak perlu ditanggapi secara serius karena itu biasa dalam guyon-guyon politik untuk bekerja keras.”

    Zaman Edan. Ketika Ahok menyindir politisi busuk yang suka menakut-nakuti calon memilih dengan ayat-ayat kitab suci, banyak yang kacau logikanya, termasuk tentu saja Amien Rais. Padahal di Pulau Seribu waktu itu tidak terjadi kehebohan apa-apa. Malahan suasananya penuh canda tawa. Ini yang semestinya level guyon politik yang cerdas!

    Kembali pada keanehan Amien Rais yang seolah lupa dengan nazarnya, eee… orang ini malah terus mencari muka. Tidak cukup dengan aksi bela agama bersama Habib Rizieq dan Firza, karena ia juga sibuk jadi pembicara. Dan, yang menarik adalah ketika menjadi pembicara utama dalam peluncuran buku ‘Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok’ di Ruang Kura-kura 2, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (23/5/2017). Buku tersebut ditulis oleh Marwan Batubara.

    Sebagaimana diberitakan tempo.co, acara tersebut juga dihadiri, Wakil Ketua Umum Gerindra Fery Juliantono, anggota Komisi III DPR Fraksi PKS Nasir Djamis, dan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia Ismail Yusanto.

    Dengan pujian setinggi dengkul Amien Rais sendiri, dikatakanlah bahwa buku Marwan Batubara selalu objektif, semuanya berdasarkan fakta dan angka karena bersifat otentik dan otoritatif karena tidak mengada.

    Dengan semangat, Amien berharap, setelah masyarakat membaca buku tersebut, penegak hukum jadi bisa lebih melek terhadap dugaan kasus korupsi di Jakarta. Ia meminta tidak ada lagi perlakuan istimewa di hadapan hukum. Ini kata-kata Amien yang mudah-mudahan tidak dibilabg Taslim sebagai guyon politik:

    “Harapan kita, setelah baca buku ini, penegak hukum semestinya mempelajari korupsi Ahok lebih teliti dan diproses secara hukum. Selama ini publik dibentuk media massa, kalau sosok ini (Ahok) jujur, bersih, dan tegas. Sehingga diperlakukan menjadi warga istimewa. Seharusnya semua, tapi yang satu ini istimewa.”

    Seolah menutup mata pada fakta, Amien pun menegaskan sekali lagi agar penegak hukum, khususnya KPK, berlaku adil dan terbuka matanya setelah membaca buku tersebut. Jangan lagi ada maling kecil dihukum ringan dan maling besar dilepaskan.

    Jreng, jreeenggg…. Profesor Amien semoga tidak ketinggalan berita bahwa auditor utama BPK Rochmadi Saptogiri yang mengaudit kasus RS Sumber Waras dan kasus tanah Cengkareng Barat yang menjadi pembahasan buku yang dibanggakan Amien Rais tersebut kena Operasi Tangkap Tangan KPK, pada Jumat ( 26/5/2017).

    Dengan terbongkarnya kebusukan BPK melalui kasus auditor utamanya, apa yang bisa terjadi dengan profesor kita tadi? Mengingat sumber data dari buku ‘Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok’ yang dibanggakan itu berbau kentut koruptor.

    Sekarang, setelah bau busuk buku di atas menyebar, akankah Amien Rais hanya bisa meringis nahan tangis? Pastinya akan malu sekali bila si professor itu masih punya cita rasa malu-maluin.

    Penulis   :    Setiyadi RXZ    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Akankah Amien Rais Meringis Nahan Tangis? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top