728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 27 Mei 2017

    Ahok Terima Rp 2,1 M/Bulan Sebagai Gubernur Kita Tenang, Bagaimana Kalau Anies?

    Setelah mengajukan surat pengunduran diri sebagai gubernur, Pak Ahok langsung mengembalikan biaya penunjang operasional (BOP) sebagai gubernur sebanyak Rp 1.287.096.775 (Rp 1,2 miliar).

    Sisa BOP itu dikembalikan pada Selasa lalu tanggal 23/5/2017, satu hari setelah pak Ahok membatalkan pengajuan banding untuk kasusnya.

    BPO tersebut ditransfer melalui rekening Bank DKI atas nama Biro Administrasi Setda Provinsi DKI Jakarta.

    Bukan Pertama Kalinya

    Pengembalian uang operasional sebagai gubernur bukan yang pertama kali dilakukan oleh pak Ahok. Pak Ahok juga pernah mengembalikan uang operasional pada 2014.

    Pak Ahok mengembalikan sisa dana operasional sebesar Rp 4,8 miliar yang merupakan peninggalan mantan Gubernur DKI Jakarta pak Joko Widodo. Itu merupakan sisa dana operasional pak Jokowi selama 4 bulan.

    Sebagai Informasi Uang Yang Diterima Pak Ahok Tiap Bulan

    Besaran uang operasional yang diterima pak Ahok setiap bulannya sebanyak Rp 2,1 miliar.

    BPO (Biaya Penunjang Operasional) yang diterima kepala daerah dan wakil kepala daerah digunakan untuk koordinasi, penanggulangan kerawanan sosial, bantuan kemasyarakatan, bantuan keagamaan, pengamanan, dan kegiatan khusus lainnya dengan mempertimbangkan azas penghematan, kepatutan, dan kewajaran sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

    Selain menerima uang operasional, pak Ahok juga menerima gaji pokok sebesar Rp 3 juta ditambah biaya tunjangan jabatan senilai Rp 5 juta.

    Selogannya: Ahok Kita Tenang, Kalau Anies?

    Dengan ini kita mendapat gambaran secara jelas berapa besaran pendapatan yang akan diterima sebagai Gubernur, murni untuk pribadi hanya sekitar 8 juta rupiah saja, sedangkan 2,1 M seharusnya untuk operasional, kalau kita merinci satu per satu, apakah kita akan tenang apabila nanti Anies yang mengelola? Alangkah baiknya dibulan yang penuh berkah ini, kita doakan semoga uang operasional itu amanah di kelola.

    Namun kita perlu merinci bagaimana alur kas yang akan keluar setiap bulannya, karena tiap bulannya tersebut adalah uang rakyat, dan harus benar-benar digunakan untuk demi kepentingan rakyat, bukan hanya di ucapkan oleh mulut, tapi benar-benar dilakukan dengan perbuatan.

    Koordinasi, Akan koordinasi kemanakah Anies nanti? Dalam rangka apa nanti dia berkordinasi? Semoga semua sesuai dengan motonya, intinya keberpihakan kepada rakyat, walau saya kurang paham, semoga Anies mampu menjalin komunikasi yang baik, dari apa yang dikeluhkan oleh warga nanti.

    Penanggulangan kerawanan sosial, Kasus kriminalitas dan premanisme serta tawuran, harus menjadi perhatian Anies, jangan diabaikan, seperti Kalijodo yang premannya sekarang kembali, jangan lagi dibiarkan dan diberi kelongaran, jangan buat para penjahat merasa nyaman dengan terpilihnya Anies-Sandi seolah-olah mereka dapat perlindungan dari kalian, dan bisa berlaku semaunya.

    Pemberdayaan manusia penting untuk dilakukan untuk meningkatkan kualitas individu seperti itu, semoga dananya bisa di sisihkan juga untuk melatih mereka sesuai keahliannya.

    Bantuan kemasyarakatan, Soal Banjir pak Anies, saya harap bapak peduli dengan solusinya, bapak sempat mengatakan kalau Banjir solusi bukan dari Gubernur, tapi setidaknya, tolong diperhatikan ya pak, dan apabila ada yang terkena bencana nanti diharapkan pak Anies mampu membantu mereka, dan saya harap tidak hanya di satu daerah saja, karena Jakarta itu luas, ada utara, barat, timur, selatan dan tengah. Semoga uang operasional itu mampu di alokasikan dengan baik.

    Bantuan keagamaan, pengamanan, dan kegiatan khusus lainnya. Apakah dana buat ormas masuk biaya operasional? Tentunya tidak bukankan pak, duit buat ormas dari APBD, nah bagaimana dengan uang operasional untuk keagamaan? Atau kegiatan khusus lainnya?

    Apa rencana bapak nantinya? Saya harap semua transparan ya pak, dan yang jelas benar-benar digunakan untuk membantu rakyat, bukan hanya untuk modal bensin, pulsa, uang anak, karena kalau seperti itu saja, ruang lingkup membantunya sangat kurang.

    Anies dan Sandiaga adalah Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, walau mereka sekarang kerap berubah-rubah janjinya, tapi kita harus ambil satu poin bahwa, mereka saat ini belum menjabat, belum membuktikan bahwa mereka akan benar-benar tidak menepati janji-janji mereka tersebut.

    Kita beri kepercayaan untuk mereka, jangan berpikiran negatif terlebih dahulu, tapi kalau ternyata nanti Oktober, hingga menjelang tahun kedua mereka menjabat tidak ada perubahan, maka gempur! Karena kalau memang ternyata demikian, maka sudah jelas janji-janji tidak ada yang ditepati, atau ngelesnya sedang dalam masa perencanaan.

    Kita tidak mau bukan Jakarta maju lebih lambat dari pada kota lain? Harap diingat, kalau maju kotanya, bahagia pejabatnya bukan? Kalau pejabat senang otomatis rakyat juga senang. Makanya itu untuk saat ini, marilah kita bersabar, sampai masanya itu tiba, kita beri kepercayaan kita sekarang untuk Anies, sama seperti kita memberikan kepercayaan kepada pak Ahok.

    Selamat untuk pendapatan sekitar 2,1 M x 5 tahun = 126 M, lumayan lah buat balik modal kampanye yang hitungannya 100 M+


    Penulis :  Bani    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ahok Terima Rp 2,1 M/Bulan Sebagai Gubernur Kita Tenang, Bagaimana Kalau Anies? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top