728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 25 Mei 2017

    Ahok Mengundurkan Diri Demi Jokowi Lalu Kembalikan Dana Sisa Operasional Gubernur, Tamparan Keras Untuk Musuh Jokowi dan Koruptor

    Ahok benar-benar membuat saya mengalami double baper hari ini. Selepas membatalkan gugatan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta atas vonis hakim terhadap kasusnya, Ahok mengirimkan surat resmi pengunduran diri kepada Presiden Jokowi sebagai gubernur yang saat ini statusnya di non aktifkan dan digantikan oleh Plt. Djarot Saeful Hidayat.

    Tak cukup hanya sampai dengan pengunduran diri, Ahok juga membuat surat pernyataan akan mengembalikan sisa uang operasional atau dalam istilah resmi disebut Biaya Penunjang Operasional (BPO) sebesar Rp 1.287.096.775. Sungguh berita yang saya dapat dari detik.com tersebut sangat menjebred hati ini.

    Ada beberapa makna baik secara tersirat maupun tersurat dari keputusan Ahok mulai dari membatalkan banding, mengajukan pengunduran diri sampai dengan mengembalikan sisa uang operasional gubernur.

    Pertama, Ahok sudah selesai dengan dirinya. Selesai dengan vonisnya yang dijatuhkan terhadapnya. Ahok selesai berperang dengan ambisinya. Bagi Ahok, inilah jalan hidup yang harus dijalani meskipun sangat berat. Berat bagi Ahok dan keluarga dan juga pasti berat buat para pendukungnya. Ahok pasrah, menjalani vonis hukumnya dan mengalah untuk mencegah konflik horizontal yang berkepanjangan jika Ahok tetap mengajukan banding.

    Kedua, sikap Ahok mengundurkan diri sebagai gubernur ketika menerima vonis hukuman adalah teladan. Demi kepentingan bangsa dan negara Ahok merelakan dirinya untuk menjalani hukuman. Jabatan bukan segalanya buat Ahok. Jabatan hanyalah titipan dari Tuhan yang setiap saat bisa diambil kembali. Ahok juga memberikan teladan kepada siapapun bahwa patuh terhadap hukum, tidak ngeyel, tidak berkelit dengan berbagai alasan apapun adalah salah satu sikap yang langka bagi pejabat di Indonesia. Biasanya pejabat harus diberhentikan tanpa ada kesadaran akan kasus hukum yang tengah menjeratnya bahkan berjuang sekuat tenaga bisa terbebas dari kasusnya.

    Ketiga, Ahok juga tidak ingin membebani Jokowi. Dengan menerima vonisnya lalu mengajukan sudat pengunduran dirinya sebagai gubernur, Ahok menyudahi kiprah politiknya untuk sementara waktu. Pihak lawan yang selama ini yang menyerang Jokowi karena dianggap membela Ahok tidak punya alasan dan celah lagi untuk menyerang.  Setelah ini Jokowi akan terlepas dari bayang-bayang Ahok. Satu celah masuk pihak lawan untuk menghantam Jokowi lewat Ahok sudah ditutup dan dikunci. Ahok telah merelakan dirinya untuk di’tenggelamkan’ sementara waktu demi tetap menjaga bahtera NKRI di bawah komando Jokowi tetap melaju dan tidak karam diserang gelombang dan diserbu perompak.

    Keempat, Ahok menunjukkan mencintai negara dan bangsa ini bisa ditunjukkan dengan mematuhi hukum. Tidak perlu berteriak pencitraan dengan mengatakan cinta NKRI, cinta Pancasila. Tidak juga dengan menangis ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya tapi ketika diduga tersangkut hukum dan dipanggil serta diperiksa pihak berwajib, lari tunggang langgang, berkelit dengan berbagai alasan. Patuh terhadap hukum juga memiliki arti menghargai negara dan membantu terwujudnya ketertiban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Kelima, Ahok menampar oknum pengecut bernyali ciut. Ahok sama sekali tidak takut dibui karena tindakannya. Ahok menegaskan seorang ksatria gentle yang teguh memegang prinsip berani berbuat maka harus berani bertanggung jawab. Selain itu Ahok juga menunjukkan bahwa tidak ada satupun warga negara yang kebal terhadap hukum termasuk Ahok sendiri. Tidak terlalu sulit bagi yang memiliki logika sehat membandingkan seorang yang berjiwa ksatria dan seorang pecundang sejati dari caranya menghadapi hukum. Seorang pecundang yang banyak dilaporkan dan diduga melakukan tindakan melawan hukum dari mulai penghinaan lambang negara dan instansi negara, penistaan agama lain, pelecehan budaya hingga konten mesum, malah lari terkaing-kaing tunggang langgang dengan berbagai dalih dan lantas mengancam akan melakukan revolusi.

    Yang terakhir, Ahok menampar koruptor dengan sangat elegan tapi telak ketika pengajuan pengunduran dirinya langsung ditindak lanjuti dengan mengembalikan sisa dana operasional gubernur ke kas DKI. Ahok menampar para pengutil, penjarah dan perampok aset negara dan uang rakyat bahwa uang rakyat adalah bukan haknya. Sementara para koruptor justru berusaha mengeruk uang negara dan uang rakyat dengan memanfaatkan jabatannya, Ahok malah tidak punya keinginan untuk memiliki uang itu sepeserpun dan ketika jabatannya berakhir Ahok mengembalikan semua fasiliyas yang dia peroleh dari negara. Pada titik ini Ahok juga seolah-olah menggampar badut-badut politik yang kemarin dengan bangganya melakukan akrobat dengan membanggakan buku karangan yang mengatakan Ahok terlibat dalam berbagai kasus korupsi.

    Begitulah Kura-kura,


    Penulis : Aliems Suryanto    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ahok Mengundurkan Diri Demi Jokowi Lalu Kembalikan Dana Sisa Operasional Gubernur, Tamparan Keras Untuk Musuh Jokowi dan Koruptor Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top