728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 16 Mei 2017

    Ahok Mengaku Tidak Mau Kembali Ke Politik Lagi

    Situasi sudah tenang. Aksi 1000 Lilin pun mereda. Entah bagaimana perasaan banyak orang. Antara masih percaya dan tidak bahwa Ahok benar-benar sudah tidak melayani rakyat lagi. Meski sudah menjaid penghuni rutan, tetap saja Ahok masih memikirkan pekerjaan yaitu program bedah rumah yang perlu dilanjutkan karena itu untuk orang miskin. Bapak Ahok memang tipe orang yang gila kerja. Bukan itu saja, juga tipe orang yang benar-benar terlalu memikirkan orang lain sampai lupa dengan bahaya yang mengancamnya.

    Seminggu menjadi tahanan, kabar dari Sekda DKI, Saefullah, bahwa Ahok tetap sehat dan ceria saat bercengkrama setelah pertemuan mereka selama 23 menit bersama Pak Djarot di Mako Brimob hari ini. Baca selengkapnya di SINI dan di SINI:

        “Tadi (Ahok) pakai kemeja warna terang, abu-abu. Celana panjang. Pakai sepatu. Beliau (Ahok) bilang sehat, badannya terlihat lebih rapi, lebih langsing. Bagus badannya bagus, sehat, banyak bicara tadi. Di antaranya pesannya itu perumahan untuk orang-orang yang miskin, terutama yang program perumahan di Cilincing (bedah rumah) itu dilanjutkan. Dia (Ahok) bilang sudah menyiapkan hatinya 2 tahun di situ (penjara). Sempat keluar ungkapan seperti itu,”

        -Saefullah-


    Tentunya ini menjadi kabar gembira tersendiri bagi mereka yang mengasihi Ahok. Tapi di hari yang sama, kabar yang mengejutkan lainnya, melalui pengacaranya, Teguh Samudera, bahwa Ahok mengaku tidak mau masuk politik lagi (baca selengkapnya di SINI:

        “Pak Ahok bicara soal ke depannya, mau bisnis. Beliau tidak tertarik untuk main politik lagi. Ya bisa bisnis macam-macam. Beliau kan pengusaha sebelumnya. Tidak trauma, wong enak jadi pebisnis daripada main politik, gitu katanya.”

    Sudahlah, Ahok memang hanya manusia biasa. Keputusannya perlu dihargai. Dari dulu memang Ahok tidak berambisi menjadi pejabat kalau bukan untuk menolong rakyat miskin. Bahkan bisnisnya dan bisnis istri pun akhirnya harus ditutup selama beliau menjabat. Itu saja sudah merupakan pengorbanan yang luar biasa. Tapi sayangnya masih banyak orang yang tidak tahu berterima kasih dan hanya bisa membalas jasa-jasa dan pengorbanannya dengan cara seperti ini. It’s hurt!

    Intinya, mugkin memang bangsa Indonesia, khususnya sebagian rakyat Jakarta belum bisa diajak maju bersama. Tapi giliran melihat orang lain maju malah iri dan dengki. So pathetic! Kalau memang hanya tahu menadahkan tangan dan menuntut seorang pemimpin menjadi sempurna tapi tidak mau diajak bekerjasama, berhentilah bermimpi bahwa bangsa ini bisa dibawa ke arah perubahan yang lebih baik.

    Karena siapa pun pemimpinnya, jika rakyatnya hanya tahu menuntut, bahkan tidak tahu berterima kasih, ya memang sangat mengecewakan, bahkan menyakitkan. Keberhasilan seorang pemimpin karena adanya dukungan dari rakyat. Tidak langsung jadi begitu saja dengan hanya simsalabim hanya karena seorang pemimpin itu berkarakter kuat. Karena seorang pemimpin yang melayani rakyat juga hanya seorang manusia biasa.

    Saya yakin bukan karena Ahok tidka ikhlas dalam bekerja, toh menjalani hukuman saja beliau ikhlas seperti yang diceritakan Pak Djarot saat mengunjungi Ahok (baca selengkapnya di SINI), “Tapi ketika saya ketemu sama beliau di Rutan Cipinang, dua kali saya ketemu, dia bilang,:

        ‘Tidak apa-apa saya, Mas, saya ikhlas kok. Apa yang saya lakukan ini saya ikhlas dan jangan benci pada siapa pun juga. Saya ikhlas untuk menjalani ini, untuk memberikan pencerahan kepada seluruh warga. Saya akan terima ini, hadapi ini dengan tegar, dengan tetap teguh menempuh jalur hukum.’

        -Basuki Tjahaja Purnama-

    Ini mungkin titik jenuh seorang Ahok setelah sekian lama bertahan dari gempuran sana-sini. Lelah? Pastinya! Karena Ahok bukan dewa. Sebagai orang yang tidak gila jabatan dan kekuasaan, wajar sekali jika Ahok mengaku bahwa tidka mau berkecimpung di dunia politik lagi. Tapi siapa yang tahu ketika keluar dari tahanan dan rakyat merengek lagi untuk diperjuangkan nasibnya maka Ahok akan luluh lagi? Tapi saat ini harap dipahami, ini benar-benar titik jenuhnya.

    Kalau pun seandainya beliau diminta lagi oleh masyarakat setelah keluar, lalu Pak Ahok mengabulkan permintaan bangsa ini, tapi Pak Ahok perlu meminta kepastian dari bangsa ini bahwa mereka mau berjanji untuk diajak bekerjasama dan bersungguh-sungguh. Bukan hanya memikirkan diri sendiri seperti agar masuk surgalah, apalah apalah. Apalagi hanya tahu menuntut.

    Bagaimana pun, bangsa ini jangan dimanjakan dengan pelayanan VIP tapi tidak dididik, setidaknya dididik untuk mengapresiasi dan menghargai apa yang sudah diusahakan bersama. Jika tidak, ya sia-sialah pengorbanan dan dukungan anak istri dan keluarga selama ini. Saya pikir semua pejabat yang bekerja dengan benar perlu melakukan ini. Jangan pernah berjuang sendirian.

    Tuhan memberkatimu, Pak Ahok.


    Penulis :  Mey  Sumber :   Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ahok Mengaku Tidak Mau Kembali Ke Politik Lagi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top