728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 23 Mei 2017

    Ahok Menbatalkan Banding, Menunjukkan Sikapnya Sebagai Teladan Bangsa

    Sungguh satu hal yang cukup mengejutkan, ketika Ahok melalui sikap keluarganya yang didampingi para pengacara, menyatakan untuk membatalkan upaya banding, atas kasus hukum yang mengharuskannya mendekam di balik jeruji.  Kitapun jadi bertanya-tanya, apa alasan yang akan dikemukakannya atas sikapnya ini ? Menurut nalar masyarakat awam, upaya banding adalah hal biasa yang ditempuh seorang terpidana, ketika vonis yang diterimanya tidak memenuhi rasa keadilan. Dan bukan hanya dirinya yang merasakan, sekian banyak pendukung dan simpatisan yang tersebar di seantero nusantara dan bahkan sampai ke mancanegara, merasakan hal yang sama.

    Tidak berlebihan pula jika misalnya proses banding nanti berlangsung, dan ternyata putusannya menyatakan berbeda dengan putusan majlis pada tingkat pertama, karena hal demikian lazim dalam proses hukum, seperti juga terjadi pada berbagai kasus sebelumnya.

    Menjadi hal yang sangat menarik untuk dianalisis, alasan apa yang mendasari sikapnya, dan hikmah apa yang bisa kita petik dari kejadian ini ? Bahwa seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, memberikan motivasi kepada warganya sendiri, hanya karena beberapa rangkaian kata, itupun dengan berbagai penafsiran yang banyak diperdebatkan, tentang klasifikasi menistakan agama atau bukan, harus dijadikan tumbal sebagai pesakitan. Sementara proses demokrasi yang menyertai kasusnya, yang secara kasat mata menunjukkan sasaran para pelapor yang sesungguhnya, Ahok sudah lebih dari cukup membayar kesalahannya dengan dikalahkan dalam pemilihan kepala Daerah.

    Kita yakin, ketika seorang Ahok telah divonis bersalah, dan sudah berkekuatan hukum tetap, sementara di mata Tuhan, sebagaimana selama ini Ahok menyatakannya demikian, bahwa dia tidaklah bermaksud menistakan agama atau golongan, maka kemarahan-Nya tentu tidak mungkin kita hindarkan. Dengan sekian banyak simpatisan dan pendukung Ahok, yang jauh di lubuk hatinya merasa proses persidangan ini telah keluar dari yang seharusnya, tentu jalan terakhirnya adalah mengadu kepada Tuhan yang Maha adil. Tuhan  Maha mendengan do’a mereka yang teraniaya, maka berhati-hatilah bagi mereka yang memperlakukan seseorang, sehingga masuk dalam kategori menganiaya.

    Kita tentu merasa miris, manakala keputusan Ahok membatalkan upaya banding, semata-mata untuk mencegah kekisruhan yang lebih massif, terutama di kalangan para penentangnya. Di sisi lain, kalaulah Ahok menyerah sampai di sini, bukankah justru akan membawa suasana tidak baik di mata para pendukung ? Mereka sejak awal berharap Ahok diputus bebas, dan kalaupun vonis bersalah itu tetap melekat, setidaknya upaya untuk membatalkannya sudah maksimal dilakukan. Dan satu-satunya upaya itu adalah melalui proses banding.

    Saat ini yang menjadi tumpuan harapan para simpatisan dan pendukung, tentu saja pada upaya yang dilakukan oleh pihak Jaksa penuntut, dimana diputuskan akan menempuh upaya banding. Terlepas dari maslah kontroversi mengenai kewajaran proses ini, tentu sangat menarik untuk disimak, hasil akhir dari proses yang menyedot perhatian banyak pihak ini. Menariknya, taruhlah vonis pengadilan banding nanti menyatakan mengabulkan tuntutan jaksa, maka dengan sendirinya terpidana dapat menghirup udara bebas, karena dikenakan hukuman pidana satu tahun, dengan hukuman percobaan dua tahun.

    Terlepas dari proses yang akan ditempuh kedua belah pihak yang berperkara, sikap Ahok yang memutuskan menerima keputusan majlis hakim, menyiratkan ketinggian sikap kebangsaannya, dan semakin tampak jelas, jika keputusannya ini didasari pertimbangan untuk mencegah pertentangan antara pendukung dengan penentangnya. Kita merasa yakin, bahwa dia tetap pada sikap tidak merasa bersalah, dan hal itu dapat kita tangkap dari setiap pernyataannya selama ini. Tetapi poin yang sangat penting untuk diperhatikan, hanya karena ingin menghindari kegaduhan yang lebih luas, dia merelakan dirinya menjadi korban. Inilah sikat ksatria yang sejang dipertontonkan oleh seorang Ahok.

    Adakah contoh lain yang bisa kita saksikan dengan kualifikasi nuansa kepentingan bangsa, seperti kita saksikan pada diri seorang Ahok ? Setidaknya kasus ini menjadi momentum yang sangat menggugah sentimen gebangsaan kita. Seorang yang kita cap sebagai kaum minoritas, semakin hari semakin menunjukkan dirinya sebagai panutan yang patut dibanggakan, dan tidak syak lagi dia menjadi contoh bagi semua kalangan, untuk mengedepankan kepentingan bangsa, meskipun taruhan yang harus ditanggungnya adalah kebebasannya, dan bahkan mungkin nyawanya sendiri.



    Penulis :  Ruskandi Anggawiria     Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ahok Menbatalkan Banding, Menunjukkan Sikapnya Sebagai Teladan Bangsa Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top