728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 24 Mei 2017

    Ahok Cabut Banding, Aib Sejarah Bangsa

    Dua ribu tahun lalu ada seorang Anak Manusia harus menjalani sejarah pahit menjadi tumbal bagi sebuah bangsa. Dia diseret ke pengadilan karena dituduh menghujat agama di bangsa tersebut. Dengan dalih membela nama Allah, para pemuka agama menyeret Dia ke pengadilan agama yang telah berkoalisi dengan penguasa penjajah. Semalaman Dia disiksa untuk memaksa Dia mengakui kesalah yang tidak diperbuat. Sepanjang malam tak ditemukan kesalahan yang diperbuat dan itupun diakui oleh pihak pengadilan negara yang menyerah karena tidak dapat membuktikan kesalahan yang Anak Manusia perbuat. Tapi Dia tetap dihukum demi stabilitas politik bangsa itu yang sedang panas karena kehadiran Anak Manusia itu telah membongkar kebobrokan sistem keagamaan dan pemerintahan bangsa tersebut. Hal itu menjadi aib dalam sejarah bangsa itu sepanjang masa.

    Setelah menjalani beberapa persidangan yang melelahkan, Ahokpun divonis hukuman 2 tahun penjara. Hal ini lebih tinggi dari tuntutan jaksa penuntut umum. Vonis itu memicu reaksi beberapa pihak di tanah air. Wajah keadilan di tanah air sudah tercoreng. Tanpa terbukti menista agama, Ahok dihukum penjara dua tahun. Spontan sekelompok masyarakat di beberapa kota yang merasa bahwa pedang keadilan di bangsa ini telah salah menghunus korban, melakukan aksi damai penyalaan lilin. Tentu mereka bukan semata-mata pendukung Ahok namun orang-orang yang belum menerima dengan kewarasan kenyataan yang sedang terjadi di bangsa tercinta ini.

    Tentu orang-orang tersebut dan tim pengacara Ahok berharap kepada banding yang segera diajukan Ahok ketika vonis itu dibacakan. Namun hari ini ada hal yang luar biasa terjadi. Entah perenungan seperti apa yang dialami oleh Ahok selama beberapa minggu ini. Dia membatalkan banding. Ini tentu berita yang mengejutkan.

    Apakah Ahok sudah tidak percaya lagi dengan keadilan di negeri ini sehingga dia merasa tidak ada gunanya naik banding?. Entahlah, hanya dia yang tahu apa tepatnya alasannya. Namun ketika mencermati isi surat tulisan tangannya sendiri yang dibacakan isterinya. Tersimpan sebuah nilai yang sangat mulia. Dia meminta para relawan dan pendukungnya untuk menghentikan semua aksi yang dilakukan karena itu akan menggangu kenyamanan rakyat ibukota. Bahkan diapun masih memikirkan kemacetan yang akan ditimbulkan dari setiap aksi demo yang dilakukan. Bisa jadi Ahok telah kehilangan kepercayaannya kepada keadilan hukum di negeri ini. Namun saya membaca bahwa keputusan Ahok untuk membatalkan banding demi keamaanan dan ketentraman Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sedang terancam akibat ulah sekelompok orang yang sudah kehilangan akal untuk merebut kekuasaan dan mempertahankan kontrolnya akan semua kesempatan untuk mengeruk materi yang tersedia di negara ini. Ahok mungkin membaca bahwa kalau dia menang ketika banding, sekelompok orang yang katanya sedang berjuang membela allahnya itu akan melakukan aksi-aksi lain yang akan membahayakan keamanan negara ini. Kesimpulannya Ahok mengalah demi kepentingan bangsanya. Tentu sangat menyakitkan dihukum penjara. Terpisah dari keluarga yang dicintai dan seumur hidup akan memangku beban sebagai orang yang pernah dihukum. Namun semua itu rela dijalani demi kepentingan 250 juta penduduk Indonesia yang sedang memasuki suatu era pembangunan di berbagai bidang.

    Tapi seberapa luaspun hati Ahok untuk menerima kenyataan pahit ini. Sehebat apapun dia belajar mengampuni semua orang yang berperan dan menginginkan dia dihukum. Kejadian ini akan menjadi aib dalam sejarah bangsa ini. Bahwa ada seorang putra terbaik bangsa yang dengan gagah berani menegakkan kebenaran dan keadilan, menyerahkan diri menjadi pelayanan bagi masyarakat, berjuang untuk mengorganisir terciptanya keadilan sosial di ibukota, kini harus mendekam dalam penjara selama dua tahun. Di kala banyak orang yang sudah dan sedang merampok bangsa ini bebas berkeliaran dan menguasai banyak aset di bangsa ini, Ahok yang dengan gagah berani menyelamatkan kekayaan negara ini justru dijebloskan ke penjara. Hal ini tidak akan pernah terhapus dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Seorang teman hari ini mengatakan pada saya. Kasihan ya Ahok. Menurut saya, kita tak perlu mengasihani Ahok. Kita dan bangsa inilah yang perlu dikasihani karena telah menyeret putra terbaiknnya ke dalam penjara.



    Penulis : Iventura Tamba.   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ahok Cabut Banding, Aib Sejarah Bangsa Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top