728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 30 Mei 2017

    Ahok Bukan Siapa — Siapa

    Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI periode 2012 – 2017 dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ir. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diusung oleh Partai Demokrasi indonesia Perjuangan (PDIP) yang dipimpin Megawati Sukarnoputri (Ibu Mega) yang berkoalisi dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang dipimpin oleh Letnan Jenderal (Pur) Prabowo Subianto.

    Apa alasan Ibu Mega menarik Jokowi dari Solo serta  memilih Ahok untuk mendampingi Jokowi sebagai Wakil Gubernur DKI dan apakah Ibu Mega, Bapak Prabowo dan  juga Jokowi telah mengenal  Ahok sebelumnya ?  Jawabannya, tidak. Ibu Mega memilih Jokowi sebagi calon Gubernur DKI dengan pertimbangan di samping track record dan sukses memimpin Solo, Jokowi juga merupakan unggulan dari hasil penjaringan Calon Kepala Daerah DKI (Survei Opinion Leader Jakarta 2011) yang diselenggarakan   oleh Laboratorium Psikologi Universitas Indonesia yang bekerja sama dengan The Cyrus Network.

    Mengenai Ahok yang fenomenal tidak hanya dikenal di dalam negeri bahkan di manca negara,seperti saat ini dan malah namanya tambah moncer paskah dipidana 2 tahun penjara oleh  Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Bahkan terhadap putusan tersebut dia tidak mau banding.

    Tidak banyak masyarakat yang tahu kalau Ahok  satu di antara 3 orang Calon Kepala Daerah DKI 2012 –  2017.  yang dijaring oleh Lemhanas pada masa kepemimpinan Brigjen (Purnawirawan) Budi Susilo Soepandji (2011 – 2016). Dua kandidat  lainnya yang terjaring oleh Lemhanas  adalah Deddy Miswar dan Sucipto dari PDIP. Bahkan sampai saat ini pada umumnya kader – kader Partai Gerindra masih menganggap Ahok bukan siapa – siapa.  “Ahok itu bukan siapa-siapa. Kita calonkan, kita perjuangkan.

    Pada  saat itu Jokowi belum kenal Ahok, sejarahnya seperti itu. Akhirnya kita paksakan dan perjuangkan dengan Ahok, akhirnya terpilih,” kata  Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (20/6/2016).

    Senada dengan Ahmad Muzani , Mohammad Taufik, Ketua DPD  Gerindra DKI , mengatakan : “Ahok itu dulu nggak ada yang kenal, pas saya dulu jadi timnya Ahok, dia waktu itu surveinya hanya 7%. Saya yang tenteng dia (Ahok) sana-sini. Kalau gak percaya, silahkan tanya aja langsung ke Ahok”.

    Ketika nama Ahok (kader Partai Golkar) disodorkan ke Partai  Golkar, mereka tidak terima dan lebih memilih mencalonkan Alex Nurdin dan Nono Sampurno sebagai Cagub dan Cawagub untuk maju pada Pilkada DKI 2012 –  2017. Karena ditolak Golkar Lemhanas menyodorkan nama Ahok ke Prabowo Subianto (Gerindra). Gerindra yang juga ingin berkiprah pada Pilkada DKI 2012,  sementara minim kader partai yang mumpuni sudah barang tentu Prabowo dengan senang hati menerima Ahok dengan syarat Ahok harus jadi kader Partai Gerindra (melepaskan keanggotaannya di Golkar).

    Sementara itu untuk mengusung Jokowi maju di Pilkada DKI, PDIP membutuhkan koalisi dengan partai lain karena jumlah kader PDIP hanya 11 Kursi dari 94 kursi di DPRD DKI (periode 2009 – 2014). Komposisi anggota DPRD pada periode itu adalah sebagai berikut :

    Demokrat 32 orang, PKS 18 orang, PDIP 11 orang, Golkar 7 orang, PPP 7 orang, Gerindra 6 orang, Hanura 4 orang, P Damai Sejahtera 4 orang, PAN  4 orang, PKB 1 orang.

    Menurut ketentuan Rum V, Angka 1, huruf c, Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor : 07/Kpts/KPU-Prov-010/2011, syarat dukungan paling rendah 15% (lima belas perseratus) dikalikan dengan akumulasi suara sah partai politik diseluruh daerah pemilihan anggota DPRD.

    Tawaran berkoalisi dengan PDIP dari Gerindra dengan calon Wagubnya Ahok sementara pihak lainnya menyodorkan Deddy Miswar untu posisi yang sama. Sebenarnya Jokowi lebih memilih Deddy Mizwar dengan pertimbangan Deddy Mizwar jauh lebih unggul daripada Basuki. secara hitungan politik, Deddy Mizwar merupakan aktor yang dicintai masyarakat dan seorang Muslim sehingga tidak akan sulit untuk bertarung pada Pilkada DKI 2012, sementara  Ahok belum dikenal warga Jakarta dan berasal dari kalangan minoritas. Hal ini diceriterakan Ahok pada waktu menjadi pembicara pada Seminar Sespimma Polri, di Balai Kota, Kamis (10/6/2015).

    Lain halnya dengan Megawati. Sebagai politisi nasionalis sejati, mencalonkan Ahok sebagai Wagub mendampingi Jokowi merupakan implementasi nyata dari Pilar Kebangsaan Bhinneka Tunggal Ika, disamping pertimbangan track record dari Ahok. Jadi tidak perlu heran bagaimana ngototnya Megawati mendukung Ahok dengan segala risikonya.

    Begitulah adanya.


    Penulis :  Abdullah Thalib.   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ahok Bukan Siapa — Siapa Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top