728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 24 Mei 2017

    Ahok Batalkan Banding, Kaum Bumi Datar Anti “Aseng”, Kader PKS Antek Aseng

    Kata “Aseng” kelihatannya telah menjadi terminologi baru di Indonesia. prejudice untuk merujuk saudara-saudara dari kalangan Tionghoa. Jelas bertendensi negatif sebab sangat sulit jika tidak satupun ditemukan narasi positif dalam penggunaan terminologi itu.

    Kata “Aseng” merupakan bentuk sindiran dari kaum sesapian yang sebenarnya iri dan dengki terhadap saudara-saudara dari etnis tionghoa karena mayoritas berkehidupan layak dan sejahtera. Tetapi iri dan dengki tersebut dipermanis dengan bumbu agama yang secara Theologi tidak ada satupun ajaran yang menghalalkan adanya iri hati dan dengki.

    Beberapa waktu ini sangat gencar terdengar kata-kata “Aseng” dikarenakan salah satu tokoh yang berintegritas dalam melayani masyarakat telah memimpin DKI. Jakarta yakni Basuki Tjahaya Purnama yang akrab disapa Ahok yang menurut dari pendapat kaum sesapian bumi datar adalah golongan non pribumi dan Aseng.

    Sehingga segala upaya dilakukan agar Ahok tersebut terjungkal dan terjatuh dari posisinya. Dimulai dari upaya mengkriminalisasi tersangkut indikasi korupsi dan menyebarkan fitnah keji bahwa Ahok adalah pemimpin yang tidak peduli rakyat kecil tetap saja tidak dapat menjatuhkan popularitas Ahok kala itu.

    Akhirnya, Jurus terakhirpun tidak pelak dilancarkan dengan gencar dari mulai kalangan elit sampai kalangan di akar rumput. Jurus terakhir tersebut adalah politik identitas dengan menggunakan unsur SARA seperti agama sebagai tameng dan juga pedang dalam memenangkan kontestasi politik.

    Tidak hanya mengalami kekalahan dalam kontestasi politik tetapi Ahok juga harus menerima ganjaran hukuman penjara 2 tahun karena kejujuran dan curahan hati Ahok di pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

    Pernyataan Ahok tersebut jelas menyinggung elit politik bukan ulama. Para elit politik yang sering memakai topeng agama untuk melancarkan tujuannya memperoleh kekuasaan dan juga kekayaan duniawi. Tidak dapat lagi disesalkan karena Ahok sendiri bersama keluarga telah menerima dengan ikhlas vonis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada tanggal 9 Mei 2017 silam.

    Proses banding sebenarnya sudah dapat dijalani dan pihak pengacara sudah selesai menyiapkan berkas-berkas pendukung materi banding tetapi Ahok bersama keluarga dengan kebijaksanaannya menyatakan membatalkan proses banding tersebut untuk menyelesaikan gejolak dipermukaan yang sampai detik ini tetap memanas.

    Ahok rela jadi martir dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang beridelogi Pancasila. Ahok juga tidak mau adanya gerakan massa yang akan berlanjut jika Ahok melanjutkan memori banding sehingga menggangu proses ibadah puasa yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini.

    Saya pribadi salut dan beri 4 jempol atas keputusan bijaksana yang dilakukan Ahok bersama keluarga. Dengan keputusan Ahok saya berharap agar penegak hukum dapat konsentrasi dan fokus menjalankan tugasnya menangani semua kasus pidana yang telah terjadi dan dilaporkan oleh pihak-pihak yang merasa dirugikan.

    Karena selama ini para kaum sesapian bumi datar memfitnah pihak penegak hukum tidak netral dan tidak independen dalam menangani kasus Ahok padahal telah terbukti bahwa buah kejujuran dan integritas Ahok adalah 2 tahun penjara.

    Didalam sebuah kesedihan pasti akan berbuah kebahagiaan dan Tuhan YME tidak akan memberikan beban yang tidak dapat dipikul oleh hambanya. Ahok kembali mengajarkan sebuah ilmu kebijaksanaan dan kesabaran dengan mengibaratkan “jika kamu dilempar pakai batu maka balas dengan memberikan pisang bukan memberikan granat yang bisa meledakkan para pembenci”.

    Kader PKS Antek-Antek Aseng sang Koruptor

    Terbukti Ahok dibenci karena jujur dan tulus melayani masyarakat. Siapapun orangnya yang tidak dapat diajak kerjasama pasti akan dibenci oleh perampok uang rakyat dan kelompok yang haus akan kekuasaan. Tidak dapat dipungkiri Ahok sering dikatakan Aseng dan non pribumi malah paling parah disebut kafir.

    Kata-kata keji dan tendensius itu tidak berlaku terhadap Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng karena manusia yang satu ini mau memberikan suap dan bekerjasama dengan kader PKS dalam merampok uang rakyat.

    PKS merupakan salah satu partai yang tampak secara jelas dan nyata benci kepada Ahok. PKS dan Gerindra adalah partai yang saling bahu-membahu untuk menjatuhkan dan mengalahkan Ahok dalam Pilkada DKI. Jakarta yang lalu.

    Telah terbukti bahwa si Aseng yang sebenarnya ini sangat akrab dan digandrungi oleh koruptor kader-kader PKS. Mereka terlibat sejumlah perkara korupsi dalam penyelenggaraan negara. Sudah sangat jelas korupsi itu akan merugikan dan memiskinkan rakyat tetapi partai yang katanya pejuang rakyat tetap melakukan tindakan tersebut.

    Sudah berulang kali kader-kader dari partai ini terjerumus dalam gelapnya kehidupan karena ketamakan dan kebuasaan untuk memperkaya diri. Tidak hanya kader yang harus merasakan dinginnya lantai prodeo malah sang mantan presiden sebutan untuk ketua umum PKS ikut merasakan pesakitan di penjara.

    Sangat memalukan sahabat Seword bagaimana kader dan anggota untuk tidak korupsi melihat kenyataan junjungannya juga merupakan perampok dalam kasus sapi.

    Berikut petikan berita dari www.kompas.com terkait kasus korupsi Aseng dengan kader PKS:

    Surat dakwaan terhadap Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng, mengungkap keterlibatan sejumlah penyelenggara negara dalam perkara korupsi.

    Dua di antaranya adalah mantan Wakil Ketua Komisi V DPR, Yudi Widiana Adia, dan anggota DPRD Kota Bekasi, Muhammad Kurniawan. Keduanya merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

    Surat dakwaan jaksa KPK menguraikan secara rinci proses penyerahan uang kepada Yudi. Bahkan, jaksa mencantumkan transkrip percakapan antara Yudi dan Kurniawan.

    Dalam percakapan melalui pesan singkat pada 14 Mei 2015, keduanya menggunakan bahasa Arab saat membicarakan soal uang suap yang akan diterima dari Aseng.

    Hebat sekali dalam melancarkan aksi perampokannya para kader PKS ini menggunakan bahasa Arab yang merupakan bahasa yang berpengaruh karena ayat-ayat suci memakai bahasa Arab.

    Mereka yang dalam perjuangan politiknya selalu bersimbolkan dan menjunjung ajaran agama tetapi tetap terjerumus kasus korupsi dan ada lagi seonggok manusia yang  memang bukan kader partai politik tetapi tampak keseharian didepan publik adalah sosok yang agamis terindikasi melakukan dugaan kasus lendir seperti chat sex.

    Terlapor tersebut saat ini berstatus saksi kunci telah melarikan diri keluar negeri sambil berteriak kedunia internasional bahwa dia dikriminalisasi.

    Gubrak…

    Emang loe pikir dunia internasional itu penganut kepercayaan bumi datar sehingga tidak melihat sebuah kejadian berdasarkan fakta dan bukti-bukti kuat.

    Laporkan saja ke PBB supaya loe tau gimana rasanya hanya diterima oleh penjaga keamanan atau satpam. Memang benar kata-kata kiasan Maling teriak Maling. Dia berteriak dikriminalisasi padahal nyatanya dia aktor intelektual dalam memaksakan orang lain menjadi pesakitan.

    Tindakan pidana diatas tidak pelak telah merusak kepercayaan masyarakat bumi bulat yang memiliki rasionalitas dan logika terhadap kinerja dan peran partai politik di Negeri ini.

    Masyarakat bumi bulat Memandang dan menilai sebuah kejadian itu memakai kacamata logika dan nurani bukan kacamata kuda.

    Mengapa saya sebut masyarakat bumi bulat saja yang kecewa karena kaum sesapian bumi datar cara berpikir dan menelaah kehidupan tidak memakai logika tetapi berdasarkan kajian sesat dari penjual tiket dan pengkavling surga.

    Jangan sampai kebakaran jenggot guys dan jangan juga mau terus-menerus dibodohi oleh mereka yang memakai daster.

    Begitulah Kura-Kura !


    Penulis :  Suwandi Poerba.   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ahok Batalkan Banding, Kaum Bumi Datar Anti “Aseng”, Kader PKS Antek Aseng Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top