728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 26 Mei 2017

    Agama Mereka Itu Adalah Uang!

    Dan agama hanya menjadi dalih pembenaran!

    Seseorang menginbox saya yang mengaku seorang “siluman” mengatakan bahwa tujuan dari semua kegaduhan di Indonesia ini semua berujung pada “kenyamanan dunia”. Saat ini, dijaman yang modern ini dimana buat kencing saja harus bayar pake uang, tidak ada yang bisa dibeli atau didapat tanpa uang.

    Sekarang uang lebih berfungsi untuk membeli kenyamanan sebelum membeli barang. Kenapa kita harus membeli barang? Karena kita membutuhkan! Kenapa kita membutuhkan barang itu? Karena untuk memudahkan suatu urusan. Dan urusan “memudahkan” adalah cikal bakal suatu kenyamanan. Tidak akan ada kata butuh kalau tidak ada kata nyaman.

    Kaum Radikal dan Intoleran berkibar di Indonesia dengan dalih membela dan menegakkan agama! Ini alasan yang dibuat-buat. Kalau iya aksi mereka adalah membela dan menegakkan agama Islam,  lalu kenapa ada segelintir orang yang menikmati keuntungan dalam bentuk uang atas “usaha” membela dan menegakkan agama mereka??

    Lalu kenapa banyak tokoh yang menyi’arkan Agama, apapun agamanya, hidup mereka kaya, dalam artian tidak kekurangan? Mengapa para tokoh penyebar agama masih mau menerima uang ketika mereka diminta untuk memberikan ceramah atau dakwah? Mengapa banyak tokoh yang menjadikan agama sebagai mata pencaharian? Bahkan tidak sedikit dari mereka yang berhenti bekerja lalu menjadi penyebar ajaran agama karena penghasilan dari menyebarkan ajaran agama lebih berarti dibandingkan dengan bekerja disamping nama mereka menjadi terkenal.

    Kalau penyebar agama itu benar-benar melakukan dakwah, mereka harusnya menolak seberapapun bayaran yang disodorkan, bahkan dengan alasan kesopanan atau etika untuk berterima kasih atas kedatangan dan ceramahnya! Pahala dari Tuhan itu langsung jatuh buat mereka. Tapi kalau sudah dibayar, saya sangsi pahala dari Tuhan juga turun atas mereka.

    Menjadi kaya harta bagi Muslim adalah sunnah Rosulullah agar memudahkan kita untuk melakukan ibadah, termasuk bersedekah. Tapi Rosulullah tidak pernah menyarankan umat Islam yang kaya raya untuk menggunakan rejeki mereka memerangi umat lain apalagi menciptkan perang. Karena kata Islam itu sendiri berarti kedamaian, ketentraman,  keselamatan dan berserah diri tuntuk pada perintah Tuhan.

    Mereka yang berteriak-teriak “Allahu Akbar” sebelum, selama dan sesudah melakukan aksi bela agama, apakah mereka sudah membawa visi dan misi Islam itu sendiri? Iya mereka pasti haus dan lapar setelah teriak-teriak seharian, tapi ga perlu kasih uang lebih, cukup bagikan nasi bungkus dan sebotol minuman dan tiket kendara untuk pulang. Tidak perlu dilebihkan. Kita lihat apakah akan sebanyak itu massa yang datang yang berniat murni untuk menegakkan keyakinan mereka?

    Kejadian bom bunuh diri, lalu pihak ISIS mengklaim bahwa itu tanggung jawab mereka, apakah ini yang diajarkan agama mereka? Orang bersedia mengorbankan nyawanya, meninggalkan anak-istri dan keluarganya, apa yang dijanjikan? Tidak lain dan tidak bukan adalah kenyamanan keluarga yang ditinggalkan yang ditukar dengan 1 nyawa anggota keluarga mereka!! Dia pikir dia menyerahkan nyawanya demi perjuangan agamanya?? Bukan, dia sudah menyerahkan hidupnya untuk sebongkah uang yang dijanjikan agar anak istri dan keluarganya terjamin kenyamanannya. Kecuali orang yang dihipnotis dan orang bodoh yang didokrin tentang imbalan surga.

    Dari pembicaraan panjang saya dengan orang siluman itu akhirnya kita sampai pada satu kesimpulan bahwa ada dua sisi yang menyerang Indonesia saat ini:

        Serangan dari luar: Negara tetangga lewat kaum Elite Politik dan ISIS masuk lewat kaum Radikal dan Intoleran yang Agamis
        Serangan dari dalam:Pejabat atau orang yang terobsesi untuk memiliki kekuasaan yang bisa memberikan kekayaan yang tidak habis selama tujuh turuan.



    Dan semua dalih yang mereka pakai untuk menggocang Indonesia adalah AGAMA ISLAM! Tapi semua memiliki tujuan untuk meraup UANG!

    Betapa uang bertebaran ditebarkan untuk menggoncang Bumi Indonesia yang kaya raya yang kalau dikelola dengan baik dan benar untuk tujuh tahun kedepan akan menjadikan Indonesia sebagai Negara Adi Daya! Yang akan mampu membantai negara-negara tetangga. Singapura dan Malaysia adalah dua negara pertama dan terdekat yang akan terancam gulung tikar jika Indonesia dibiarkan terus maju membangun infrastruktur dan perekonomian nasionalnya.

    Pihak Pertama, Negara Tetangga

    Ke dua negara itulah selama berpuluh-puluh tahun menikmati langsung keterlambatan pembangunan Indonesia. Warga Negara Indonesia yang pintar dan kaya menanamkan modal dan mengembangkan kekayaan mereka di dua negara ini karena uang mereka tidak bisa beranak-cucu di Indoneisa. Sementara negara-negara jauh seperti Eropa dan Amerika, juga akan terdampak jika Indonesia maju berkembang dan menjadi negara Adi Daya!

    Tax Amnesty yang dicanangkan oleh Pemerintah adalah bukti bahwa begitu banyaknya uang orang Indonesia dipakai untuk menopang perekonomian negara lain tersebut.

    Saya hanya akan membicarakan dua negara tetangga saja dulu karena ini yang paling nyata.

    Ke dua negara ini memantau dengan seksama siapa-siapa yang menjadi presiden Indonesia. Coba dulu Suharto punya orientasi seperti Jokowi yang dengan semangat empat lima mau berpacu dan bersaing dengan Korea dan Jepang dalam hal pembangunan! Indonesia, Korea dan Jepang merdeka hampir pada waktu yang bersamaan! Tapi lihat kemajuan yang didapat??

    Kalau dulu Suharto seperi Jokowi sekarang, ga bakal mungkin Suharto dibiarkan tenang memimpin Indonesia. Mereka paham orientasi Suharto hanya ingin berkuasa selama mungkin menjadi tokoh yang diagungkan dan ditakuti rakyatnya namun tidak terlalu menfokuskan diri pada pembangunan negeri walaupun dia menggunakan istilah REPELITA atau Rencana Pembangunan Lima Tahun!

    Setelah Suharto lengser, Malaysia dan Singapura istirahat karena presiden-presiden mulai dari Habibie sampai Megawati, mereka disibukkan dengan masa transisi. Lalu kemudian SBY. Pola kepemimpinan SBY tidak jauh beda dengan Suharto. Menfokuskan diri pada kekuasaan yang mengagungkan dirinya dan keinginan disembah oleh rakyat dan dunia. Tapi tidak melakukan pembangunan yang maksimal.

    Ketika Jokowi muncul dan dua tahun pertama sudah melakukan begitu banyak gebrakan, maka bangunlah negara-negara tetangga ini. “Presiden Indonesia yang ketujuh ini tidak boleh dibiarkan tenang membangun negara atau kita akan gulung tikar!”

    Mereka tertawa semakin Indonesia terguncang.

    Pihak Kedua, ISIS dan Kaum Agamis

    ISIS. Berbekal satu baris kalimat yang mengatakan bahwa “Satu hari nanti Islam dan Khilafah akan berjaya kembali di dunia”, mereka mulai menyerang dan menghancur negara-negara Islam. Masuk akal kah?

    Analisa saya mengatakan bahwa ISIS adalah kelompok yang dibentuk oleh negara-negara yang memproduksi senjata dan perlengkapan perang yang harganya sangat mahal. Makanya banyak informasi yang simpang siur tentang siapa yang mendanai gerakan mereka. Kalau ISIS adalah kelompok yang berperang untuk menegakkan Islam, lalu kenapa yang mereka hancurkan justru negara-negara Islam? Bukan negara-negara non-Islam?

    Negara Indonesia sudah damai dengan Pancasilanya berabad-abad lamanya, dengan intrik politik dalam negerinya dan kegiatan senggol-senggolan para elite politiknya memperebutkan kekuasaan didalam negeri untuk menjadi partai yang dominan dan sebagainya. Buat apa sekarang mereka mengganggu kedamaian di Indonesia dengan menyulut isu-isu agama dan memecah belah bangsa supaya akhirnya kita semua berperang?

    Karena ajang perang adalah pasar buat mereka! ISIS dibentuk dan dihadirkan untuk menciptakan perang bagi mereka yang kemudian memaksa pihak-pihak yang perang memperkuatan pertahanan dan penyerangan dengan membeli senjata mereka.

    Suriah hancur! Turki di goyang tapi rakyatnta pintar. Turki dipending dulu karena ISIS merubah haluan mereka dan mengarahkan sasaran ke Indonesia. Mereka tahu rakyat Indonesia tidak sepintar rakyat Turki! ISIS sedang mencari lahan untuk dijadikan lahan perang dan Indonesia adalah negara yang sangat besar untuk dijadikan lahan perang supaya pabrik-pabrik senjata itu bisa terus memproduksi dan menjual pada pihak-pihak yang berperang.

    Pihak Ketiga, Cecunguk Indonesia

    Diantara dua pihak yang sangat berkepentingan akan hancurnya Indonesia, muncul pihak ketiga. Orang Sunda bilang, pihak ketiga ini ibarat “Lauk buruk milu mijah” atau “Ikan jelek ikut bergoyang memperkeruh keadaan”. Merekalah segelitir orang yang serakah yang terobsesi akan kekuasaan dan kekayaan yang pernah diraihnya atau yang ingin diraihnya sebagai prestasi sebelum mereka mati.

    Cecunguk-cecunguk ini lumayan banyak. Mereka yang mewarisi kekuasaan Orba, mereka yang merasa berjasa melengserkan Orba yang menamakan diri tokoh reformasi dan mereka yang melihat ada celah untuk berkuasa. Lalu para cecungkuk negeri ini mengkaitkan diri satu sama lain. Bekerjasama untuk menghantam pemerintahan yang jelas-jelas sedang giat memajukan bangsa dan negara.

    Pihak ketiga ini memiliki pemikiran yang sama dengan pihak pertama, “Kalau Indonesia maju, maka gulung tikarlah kita. Jadi Indonesia tidak boleh kalau bisa diharamkan untuk maju. Biar kita saja yang kaya!”

    Okeylah, mungkin mudah dipahami kenapa pihak ketiga ini tidak menginginkan Indonesia maju. Karena bisnis mereka benar-benar mengurat di Indonesia.

    Tapi ada satu orang yang membuat saya ingin tertawa. Kalau ingat ada sosok rakyat biasa yang dengan dukungan massa lalu meng-up-grade diri menjadi sosok Imam Besar bahkan sebagian pengikutnya memandang dia bak seorang nabi besar, saya jadi ingin bertanya pada dia, sebagai Warga Negara Indonesia, dimana dia dilahirkan, dibesarkan di Indonesia, “Apa keuntungan yang didapat dengan menghasut massa untuk memerangi saudaranya sendiri?”

    Jawabannya, YA UANG! Buktinya, dia pribadi dan orang-orang yang dekat dengannya memiliki hidup yang nyaman dibandingkan pengikutnya yang rata-rata pengangguran yang hanya diiming-imingi sepetak kapling di surga buat dukungan mereka.

    Pintarnya, si rakyat biasa juga mengkaitkan diri dengan cecunguk-cecunguk pihak ketiga.

    Ada beberapa video teriakan si Imam Besar yang terjungkal karena kegagalan mengontrol syahwat mengatakan bahwa dia dan kelompoknya mendukung ISIS dan penegakan Khilafah di bumi Indonesia. Dia mengkaitkan diri dengan pihak kedua, seperti mencari dukungan bagi dirinya.

    Setelah ajang Pilkada yang dimenangkan oleh Paslon yang didukung oleh ayat dan mayat, ada seorang dari masa lalu yang dengan bangga mengucapkan “Terima kasih” pada Imam besar ini atas bantuan memenangkan anak bawaannya. Lalu Juru Bicara kelompok ini mengatakan bahwa “Baiat ISIS itu di Makasar”. Lah??? Siapakah tokoh Indonesia yang asli makasar??

    Semua berhubungan bukan? dan mereka sekarang berkumpul dalam satu rumah! berencana dan berkata-kata sama.

    Pelabuhan Akhir ketiga Pihak Adalah Sama!

    Mendapat serangan dari segala penjuru dunia bukanlah hal yang mudah untuk Negara Indonesia saat ini. Pemerintah Indonesia yang dibantu oleh Polisi dan TNI, tetap tidak akan bisa menghalau gangguan dari ketiga pihak yang memuja uang tanpa dukungan dan bantuan dari kita sebagai Warga Negara Indonesia.

            Tidak ada itu perang agama. Tidak ada itu bela agama. Yang ada adalah perang kepentingan dan bela yang bayar.

    Jangan jual nasionalisme kita dan masa depan anak dan cucu kita pada mereka dengan imbalan berapapun juga. Jangan percaya akan jaminan surga atau kehidupan setelah kematian karena itu 100% hak prerogatif Allah Subhanahuwata’ala. Hanya orang yang mendapatkan keuntungan yang ingin kita membenturkan kita dengan sodara kita sendiri demi kepentingan mereka.

    Orang yang menjanjikan surga dan menjanjikan kenyamanan tidak akan lagi datang membantu kita ketika negara kita sudah berantakan. Lihat Suriah! Berapa tangan yang datang mengangkat mereka? Tidak ada! Yang ada adalah anak-anak dan wanita serta laki-laki yang tidak berdaya terperangkap dalam kehancuran dan kelaparan.  Inginkah kita seperti mereka? mana surga yang dijanjikan??

    Agama mereka bukan Islam, karena Islam hanya akan membawa ketenangan, ketentraman dan kedamaian. Mereka yang menghasut kita untuk membuat keributan apalagi peperangan, agama mereka itu adalah UANG!

    Seberapa banyak uang kita tidak akan bisa menjamin rasa damai dari anak-cucu kita kedepan. Kalau kita memperlihatkan diri sebagai generasi yang tidak bisa dibayar, maka anak-cucu kita akan berperilaku sama dan itu adalah investasi terbesar kita terhadap bangsa dan negara Indonesia!

    Ya, jangan lelah membela dan mencintai Indonesia karena hanya tanah ini yang kita pijak dan ditanah ini kita akan dikuburkan!


    Penulis :  Erika Ebener  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Agama Mereka Itu Adalah Uang! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top