728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 06 April 2017

    Video Ustad Abu Janda Untuk Zakir Naik Terkait Al-Maidah, Bandingkan Dengan Video Taufik Damas Ini!

    Polemik Al-Maidah 51 benar-benar sangat luas dan merembes hingga ke mana-mana. Bahkan kedatangan Dr. Zakir Naik ke Indonesia pun, juga sempat menyinggung masalah ini. Kemudian muncullah video yang dibuat oleh seorang pria bernama Permadi Arya yang juga disebut Ustad Abu Janda untuk Zakir Naik. Video tersebut adalah respon darinya untuk Zakir Naik saat dakwah di Bandung beberapa waktu lalu di mana dia berdebat dengan seorang perempuan soal Pilkada.

    Melalui video tersebut, Ustad Abu Janda berbicara dalam bahasa Inggris dengan durasi sekitar 3 menit 49 detik (ada subtitle kalau Anda ingin menonton videonya). Silakan nonton link video di bawah jika mau. Atau bisa cek di Facebooknya.



    Bagi yang sedang krisis menuju bangkrut kuota, ini adalah beberapa penggalan yang menjadi poin penting.

    Jangan ambil Yahudi dan Nasrani sebagai Awliya. Anda katakan Awliya artinya bisa teman, bisa pelindung. Lalu Anda katakan termasuk juga pemimpin. Jadi Anda katakan muslim tidak boleh pilih Gubernur non muslim saat pilkada? Kok bisa begitu?

    Bagaimana Anda bisa tafsirkan surat Al-Quran tanpa pedulikan aspek Asbabun Nuzul? Peristiwa yang menjadi sebab Allah SWT turunkan ayat tsb pada nabi Muhammad SAW. Saya hormat pada Anda, tapi jujur saya kecewa pada tafsir Anda yang tak pedulikan aspek Asbabun Nuzulnya.

    Saya tak bermaksud menggurui, tapi sepengetahuan saya, ayat tersebut turun pada Nabi saat masa perang… Lalu Allah berfirman, jangan ambil Yahudi dan Nasrani sebagai Awliya pada masa perang. Sebuah ayat yang mengatur saat perang, bukan mengatur pada masa damai. Jadi Dokter, kok dihubungin ke urusan pilkada?

    Tanpa mengurangi rasa hormat. Ini masalah dai zaman sekarang. Mereka takut kehilangan jamaah sehingga mereka mengatakan yang jamaah ingin dengar saja, bukan mengatakan yang seharusnya… Tapi saya berdoa agar Dokter tetap sukses…

    Sekarang coba kita simak video dari seorang bernama H. Taufik Damas seorang tokoh muda NU. Melihat video Ustad Abu Janda, saya jadi teringat video yang dikirim teman ini karena sangat mirip. Simak saja videonya di bawah.



    Di bawah ini adalah penggalan (tidak keseluruhan meski ini sudah mencakup hampir semuanya) dari pernyataan beliau. Jadi ini bukan ucapan aya. Oke? Kalau mau lebih yakin, silakan tonton saja videonya.

    Di video itu dikatakan olehnya bahwa Al-Maidah tidak ada hubungannya dengan Pilkada. Juga dinyatakan bahwa Aulia itu bukan berarti pemimpin. Itu adalah kesalahan linguistik. Menurutnya Aulia itu artinya sebagai teman dekat, mitra, pelindung. Secara harfiah ayat itu melarang orang Islam berteman dekat, meminta perlindungan kepada orang non muslim yang konteksnya pada waktu itu adalah Yahudi dan Nasrani. Dan konteksnya adalah konteks perang bukan dalam konteks damai. Juga ada ilustrasi misalnya Jakarta perang dengan Bandung, tentu sebagai pemimpin (misalnya dia adalah pemimpin) dia marah kalau ternyata ada orang Jakarta berdekat-dekatan dengan orang Bandung. Apalagi orang Jakarta itu misalnya tahu tentang strategi, tentang kekuatan yang mereka miliki. Karena itu bahaya dalam konteks perang, itu akan membuka rahasia. Tapi dalam konteks hidup berdamai tentu ayat-ayat tersebut tidak bisa diterapkan secara sembarangan.

    Lebih dalam lagi, orang Kristen itu bukan kafir. Ini lebih dalam lagi kalau mau serius. Tidak selamanya itu berarti orang non muslim. Orang kafir itu justru orang yang punya kecenderungan menutupi kebenaran. Kebenaran ditutupi, kebaikan ditutupi itu kafir. Orang yang curang, koruptor itu kafir.

    Dia juga sering bicara dengan teman-temannya kenapa sih tidak jujur pada pengetahuan yang mereka ketahui, bahwa tafsir-tafsir yang ada itu sama sekali tidak ada yang bicara bahwa ayat Al-Maidah terutama kata Aulia itu berarti pemimpin. Bahkan terjemahan Al-Quran dari berbagai bahasa tidak ada yang menerjemahkan kata Aulia itu sebagai pemimpin. Di negara-negara Arab pemimpin itu tidak ada yang disebut wali (Aulia itu jamak, tunggal itu wali). Kalau dalam tradisi tasawuf wali itu justru artinya orang yang dekat dengan Tuhan, orang yang dekat dengan Allah, orang yang sudah mengalami pengalaman spiritual yang tinggi.

    Inilah kerancuan-kerancuan pemikiran keagamaan yang kemudian juga memang digunakan untuk mempengaruhi opini masyarakat yang walau kemudian terjadilah apa yang sudah terjadi. Mobilisasi massa yang berapa kali, berjilid-jilid dalam jumlah yang sedemikian banyak. Dia secara pribadi sedih. Manusia sedemikian banyak dimobilisasi untuk sesuatu yang sebetulnya tidak benar-benar.

    Kalau soal pemimpin, titik tekannya itu bukan apakah dia berkeyakinan A, golongan A, golongan B dan sebagainya. Tapi titik tekannya adalah adilnya itu. Tidak ada hubungannya dengan keyakinan. Apalagi di Indonesia yang masyarakatnya plural, beragam. Agamanya juga beragam, sukunya juga beragam. Jadi bahwa di Indonesia itu semua penduduknya penganut agama, tapi Indonesia tidak diatur oleh agama, tapi diatur oleh UUD dan Pancasila. Itu yang harus kita perjuangkan.

    Bagaimana menurut Anda?

    Penulis : XHardy   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Video Ustad Abu Janda Untuk Zakir Naik Terkait Al-Maidah, Bandingkan Dengan Video Taufik Damas Ini! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top