728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 05 April 2017

    Video Rizieq Sumpahi Ahok Dibunuh Atau Disambar Geledek, Beginikah Sikap Seorang Ulama?

    Sidang dugaan penistaan agama telah memasuki minggu ke-17. Pada sidang itu ada beberapa video yang diputar sebagai bahan pembelaan terhadap Ahok. JPU memutar video rekaman pidato Rizieq tentang surat Al-Maidah. Video tersebut adalah barang bukti penasihat hukum Ahok untuk dibandingkan dengan video pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang juga mengutip surat Al-Maidah 51.

    Dalam video tersebut, diperlihatkan Rizieq menjelaskan Al-Maidah 52, yang dianggap sebagai kunci polemik legalitas memilih pemimpin muslim bagi umat Islam. “Setelah Allah mengatakan, hai orang-orang yang beriman, jangan kalian pilih mengambil orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin. Barang siapa menjadikan pemimpin, maka kamu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim,” kata Rizieq di video tersebut.

    “Ada yang mengatakan, kalau kita nggak pilih dia, nanti program pembangunan macet. Kalau nggak pilih dia, program pemerataan dan kesejahteraan masyarakat macet, nggak pilih dia rakyat sengsara kelaparan. Nanti kalau nggak pilih dia, musibah buat kita. Saya tanya ada nggak yang ngomong seperti itu?” tanya Rizieq.

    Dan ini yang menarik. Rizieq menilai, jika Allah sudah mengambil keputusan, orang-orang munafik akan menyesal kelak. “Ya siapa tahu Ahok keputusan-Nya disambar geledek, siapa yang tahu? Allah bisa ambil keputusan kapan saja. Jangan-jangan Allah kirim satu orang, dibunuh Ahok. Bisa jadi juga tuh,” sumpahnya.

    Hanya satu pertanyaan saya, mengapa Rizieq yang disebut ulama bisa-bisanya menyumpahi orang seperti itu? Menyumpahi seperti itu sama sekali bukan sikap yang terpuji. Saya sungguh heran dengan beberapa orang yang mengatakan Ahok mulutnya kotor, suka marah-marah, suka menghina. Intinya Ahok bermulut comberan, begitulah yang saya sering baca di media sosial. Sekarang coba lihat kembali sumpah serapah yang diucapkan Rizieq, dan silakan nilai sendiri.

    Dan mirisnya membawa-bawa nama Tuhan untuk menyumpahi seseorang. Bukankah doa itu kalau yang jelek-jelek dan berniat mencelakai orang akan kembali ke diri sendiri? Dulu ada seorang teman yang suka menyumpahi dan mengumpat. Tiap kali tidak senang dengan orang, maka dia akan memaki-maki dan mengatakan, “Kalau aku kaya, sudah mati kau jadi bangkai.” Pokoknya ucapannya mirip-mirip seperti itu. Intinya dia ingin menyampaikan pesan, kalau sudah kaya, maka orang yang dibencinya akan tahu rasa. Karena dia belum kaya (belum punya power atau koneksi), makanya tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa maki-maki.

    Dan pada suatu hari ada seorang bapak-bapak yang mengatakan begini pada dia, “Kau belum kaya saja hatimu sudah begini. Gimana Tuhan mau kabulkan permohonanmu jadi kaya? Kalau Tuhan kabulkan, berarti Dia mendukung apa yang kau perbuat.”

    Perkataannya membuat saya merenung. Bagaimana mungkin Tuhan akan kabulkan permohonan kita yang tidak baik, di mana kita berniat mencelakai dan menginginkan orang lain mampus? Rasanya tidak mungkin Tuhan akan mendukung niat jahat kita, yang ada malah kita yang kualat. Berharap semoga orang lain mampus, apalagi bawa-bawa nama Tuhan? Pusing banget deh.

    Penasihat hukum Ahok Humphrey mengatakan, “Kan di situ kelihatan kebencian dari Rizieq kepada Pak Ahok. Ada kata-kata biar kesamber geledek, atau ada yang bunuh. Padahal kan dia ahli agama, ahli agama harus bersikap imparsial, bersikap sebagai ahli agama yang tidak punya rasa kebencian.” Dia menuturkan bahwa pernyataan Rizieq membuktikan dia sangat membenci Ahok.

    Waduh Pak Humphrey, itu bukan lagi namanya kebencian, tapi sudah merasuk hingga ke tulang-tulang dan jiwa raga, lalu berubah bentuk menjadi dendam kesumat yang sudah mendidih hingga melebihi titik didih. Kalau hanya sekadar benci, rasanya tidak akan sampai menyumpahi seperti ini. Ahok sudah dari dulu menjadi biang virus yang ingin dijegal dan dihentikan dengan berbagai cara. Saat Ahok menggantikan Jokowi sebagai Gubernur, terjadi aksi penolakan yang berujung ricuh. Siapa yang bikin rusuh? Tiga huruf itulah. Bahkan saking tidak relanya Ahok jadi Gubernur, mereka mengangkat gubernur tandingan, yang sekarang entah di mana.

    Dari tahun 2014 menolak Ahok hingga sekarang. Bayangkan berapa lama ketidaksukaan itu menumpuk. Sedikit demi sedikit ketidaksukaan itu berubah jadi kebencian, lalu memuncak jadi dendam. Tak heran sih kalau mereka ngotot agar Ahok gagal di putaran kedua, bila perlu dijegal saja ditengah jalan dengan kasus yang sedang dihadapi Ahok. Kalau masih tidak mempan, masuk akal juga kalau memakai jurus sumpah serapah biar Ahok mampus.

    Bagaimana menurut Anda?


    Penulis : XHardy   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Video Rizieq Sumpahi Ahok Dibunuh Atau Disambar Geledek, Beginikah Sikap Seorang Ulama? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top