728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 05 April 2017

    Video Pidato Gus Dur dan Kredibilitas Tinggi Ahok Sebagai Pemimpin

    Pada sidangnya yang memasuki episode ke-17, Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal dengan Ahok, telah melakukan persiapan yang taktis guna menghadapi sidangnya hari ini. Selain persiapan yang matang, Ahok juga telah mempersiapkan sejumlah bukti-bukti. Bukti-bukti tersebut akan digunakan untuk menyakinkan majelis sidang bahwasanya memang dirinya tidak pernah ada niatan untuk menista agama Islam.

    Salah satu bukti yang akan dia gunakan adalah rekaman video dirinya dengan almarhum Gus Dur, seorang tokoh sentral Nadhatul Ulama yang juga merupakan mantan Presiden Republik Indonesia ke-4.

    Pada sidang ke-17 yang diadakan di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa hari ini , video tersebut tengah diputar sebagai alat bukti.

    Video yang berdurasi cukup lama tersebut , menayangkan Gus Dur yang berorasi dengan didampingi oleh Yenny Wahid dan Ahok yang berdiri dibelakang Yenny pada sebuah acara di Bangka Belitung pada tahun 2007 silam. Acara itu sendiripun dihadiri oleh ratusan orang.

    Pada detik kedua puluh, dengan gamblangnya Gus Dur berkata bahwa memilih gubernur tidak ada urusan dengan agama. Lontaran kalimat setuju dari para pendukung Gus Dur dan Ahok bergema di acara itu. Pernyataan berani Gus Dur itu didasari atas kenyataan bahwa memilih gubernur itu urusannya dengan pemerintah. Uniknya lagi, Gus Dur juga mengatakan kalau ada orang yang melarang untuk memilih Tionghoa (sebagai pemimpin), itu adalah orang bodoh.

    “Ada yang bilang, memiling Tionghoa meninggalkan agama kita (Islam), itu pembicaraan orang tolol, betul?” ucap Gus Dur lantang.

    Dalam video itu, Gus Dur juga mengatakan kalau orang yang dipilih rakyatnya sebagai Gubernur, adalah dia yang memang pantas menjadi Gubernur. Pesan ini singkat dan jelas, bahwa sebuah jabatan yang tinggi, berdampak pada tanggung jawab yang besar pula. Sekilas terdengar seperti ucapan Uncle Ben di film superhero Spiderman. Entahlah, mungkin memang Ahok semacam superhero.

    Lanjut menurut Gus Dur dalam orasinya kala itu, Gus Dur mengajak masyarakat Bangka Belitung harus pandai-pandai memilih pemimpin untuk pemerintahan. Dengan memilih Ahok, adalah solusi bagi rakyat Bangka Belitung. Lanjutnya lagi, Basuki “Ahok”, sudah membuktikan diri dengan menjadi Bupati di Belitung Timur. Pengobatan ditangan Ahok kala itu, hanya lima ribu rupiah.

    “Sampai sekarang orang berobat nggak bayar. Lima ribu rupiah untuk segala macam penyakit. Kenapa itu bisa? Karena (Ahok) jujur. Yang lain apa, malah biaya pengobatan ditilep,” kata Gus Dur. “Biarkan saja orang gila (yang anti Ahok) marah-marah,” lanjutnya lagi di video itu.

    Video itu jelas memperlihatkan sebuah tanda tanya besar:

    Jika Gus Dur saja mau jauh-jauh datang ke Bangka Belitung demi Ahok, jika yang datang di kampanye Ahok yang mendapat sokongan dari Gus Dur itu dihadiri oleh ratusan banyak orang, lantas pada sisi mana Ahok membenci agama Islam dan umatnya?

    Yang menarik pada sidang ke-17 kemarin, entah mengapa, video Rizieq yang harusnya diputar terlebih dahulu pada sidang, malah yang diputar lebih dahulu adalah video Gus Dur yang menjadi juru bicara Ahok saat kampanye di Bangka Belitung. Kesalahan ini jelas tak dinyana.

    Dalam sidang kemarin, Ahok kembali menjelaskan alasan mengapa dia mengatakan tentang Al Maidah 51. Dalam penuturannya, Ahok menerangkan bahwa saat itu ada acara budidaya ikan di Kepulauan Seribu. Namun anehnya, masyarakat Kepulauan Seribu yang mayoritas adalah nelayan, malah hanya sedikit yang datang. Ahok kemudian teringat isu agama yang pernah menerpa dirinya ketika di Bangka Belitung ketika dia bertarung sebagai gubernur.

    Justru, anjuran kepada warga di Kepulauan Seribu untuk tidak terpancing isu SARA pada pilgub DKI Jakarta, malah dimanfaatkan oleh Buni Yani untuk memperkeruh suasana politik. Lihat saja, sudah berapa demo yang telah terjadi karena video tersebut.  Kekejian politik yang mengatasnamakan agama.

    Melihat video Gus Dur memang membuat kita merasa rindu akan wajah Indonesia yang dulu damai, sejuk dan menjunjung tinggi toleransi. Dimana pada waktu itu isu-isu SARA bisa ditepis dengan pengertian dan logika yang sehat. Kebebebasan pun tidak segila akhir-akhir ini. Kebebebasan Indonesia yang dulu adalah kebebasan yang dewasa dan tentram.

    Bagaimana menurut Anda?



    Penulis :  Puputo  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Video Pidato Gus Dur dan Kredibilitas Tinggi Ahok Sebagai Pemimpin Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top