728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 10 April 2017

    Tur 1/2 Jalan Ernest Prakasa Ditolak di Makassar, Akankah Pandji Mengalami Nasib yang Sama?

    Menjadi figur publik seperti artis atau komika di tanah air susah-susah gampang atau harus menempatkan diri sepintar mungkin agar karir yang dibangun selama ini tidak hancur berantakan, terutama di masa-masa pilkada Jakarta yang menghebohkan seluruh penjuru negeri. Tidak hanya politikus atau pejabat publik yang terkena dampaknya, para artis bahkan komika terkena imbasnya. Sebut saja Ernest Prakasa, komika keturunan Chinese yang menikahi isteri non-Chinese dan Pandji Pragiwaksono, pendiri standup comedy di Indonesia.

    Ada 2 risiko yang harus dihadapi para figur publik seperti mereka berdua ketika dikaitkan dengan pilihan politik dengan fans mereka. Risiko pertama, ketika mereka diam dan tidak memberi tahu pilihan politik mereka, maka mereka tidak bisa mengajak fans mereka untuk memilih pilihan yang menurut mereka layak menjadi pemimpin. Risiko kedua, ketika mereka memberi tahu di akun media sosial tentang pilihan politik mereka, fans yang berseberangan pilihan politiknya dengan sang aktor akan mulai menjauh dari aktor walaupun tidak semuanya demikian.

    Kedua nama yang saya sebut kebetulan masuk ke dalam kategori publik figur yang secara terang-terangan memberi tahu pilihan politik mereka di media sosial dan mereka berdua berada di pihak yang berseberangan pilihan politik di Jakarta. Ernest yang memilih Ahok dan Pandji yang memilih Anies. Saya sejujurnya salut kepada mereka karena mereka masih berteman baik satu sama lain walaupun pilihan politik mereka berbeda. Lain halnya dengan para fans mereka di media sosial. Fans yang cerdas tentu akan bisa mengontrol dan membedakan hiburan/entertainment dengan politik sehingga pilihan politik para publik figur tentu tidak akan mempengaruhi kesukaan fans kepada sang aktor. Sedangkan, di Indonesia masih banyak fans yang belum cerdas. Belum cerdas berarti masih sering mencampurkan urusan entertainment dengan politik.

    Belum lama ini, Ernest sempat membuat status di twitter terkait hubungan antara Wakil Presiden RI dengan salah satu ustad dari India dan ini sontak mengundang komentar pengikut Ernest di twitter. Tidak sedikit yang menghujat Ernest dan mengancam bahwa akan memboikot Ernest. Melihat perkembangan yang kurang baik, Ernest kemudian meminta maaf secara resmi kepada Wakil Presiden RI dan menampilkan foto permintaan maafnya di akun instagram Ernest Prakasa. Seharusnya sebagai warga Indonesia yang berbudaya saling memaafkan dan santun, kasus ini tutup dan selesai. Saya pribadi pun memaklumkan perilaku Ernest sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan kecerobohan. Yang paling penting, dia sudah meminta maaf dan mengklarifikasi. Saya rasa sudah cukup.

    Sayangnya hari ini saya membaca status twitter Ernest bahwa ketika dia tidak bisa tampil di Makassar dalam acara tur standup comedy 1/2 jalan yang sudah dia adakan di beberapa kota lainnya. Berikut cuitan Ernest di twitter dan instagram pribadinya yang meminta maaf bahwa dia tidak bisa tampil di tur standup comedy 1/2 jalan di kota Makassar.semacam ini mempersiapkan aksi-aksi teror lanjutan yang siap mengguncang tanah air.


    Cuitan twitter Ernest Prakasa

    Cuitan instagram Ernest Prakasa

    Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengapa secara tiba-tiba Ernest tidak bisa tampil di tur yang dia rancang sendiri di Makassar padahal saya sempat melihat di cuplikan video instagram storynya, dia dan tim sudah sampai di Makassar sedang menuju lokasi. Kemudian karena saya penasaran alasan tiba-tiba Ernest tidak bisa tampil, saya melihat komentar-komentar di twitter nya dan saya menemukan komentar-komentar seperti di bawah ini.


    Komentar 1

    Komentar 2

    Komentar 3

    Komentar 4

    Komentar 5

    Komentar 6

    Komentar 7

    Komentar 8

    Komentar 9

    Komentar 10

    Memang belum ada klarifikasi dari Ernest mengapa dia tiba-tiba tidak bisa tampil di Makassar padahal tiket sudah dijual dan dia juga sudah tiba di Makassar. Tetapi melihat komentar-komentar di akun media sosialnya, saya curiga bahwa dia dihadang atau diboikot oleh warga sekitar. Apabila benar bahwa Ernest dihadang dan ditolak oleh sekelompok warga, saya memperkirakan ada 2 hal opsi yang menyebabkan hal itu bisa terjadi. Opsi pertama, akibat cuitan dia terkait hubungan Wakil Presiden RI dan salah satu ustad dari India. Tetapi seperti yang saya sudah bilang, Ernest sudah meminta maaf dan mengklarifikasi bahwa Pak Jusuf Kalla selaku Wakil Presiden RI juga sudah memaafkan dia. Seharusnya opsi pertama ini bukan menjadi penyebab dia ditolak di Makassar.

    Besar kemungkinan ada di opsi kedua. Opsi kedua, karena Ernest mendukung Ahok pada pilkada Jakarta secara terang-terangan di akun media sosialnya. Seperti yang kita tahu, bahwa banyak yang mencintai Ahok tetapi tidak sedikit pula yang membencinya. Menurut saya, kemungkinan besar penyebab Ernest ditolak di Makassar adalah karena pilihan politik dia. Sungguh tidak masuk akal mengaitkan tur standup comedy dengan pilihan politik seorang komika yang bahkan berada di luar kota Makassar.

    Sungguh amat disayangkan bahwa masyarakat kota Makassar yang sudah membeli tiket masuk tur standup Ernest harus gagal menonton idola mereka. Saya hanya kasihan membayangkan bahwa banyak siswa atau mahasiswa yang belum bekerja menggunakan tabungan pribadi mereka untuk membeli tiket harus gagal menonton akibat perbuatan sekelompok orang yang tidak suka dengan pilihan politik Ernest. Apalagi nama Ernest yang kian melambung setelah film kedua dia, Cek Toko Sebelah berhasil memenangkan piala film terbaik di IBOMA 2017 dan beberapa piala lainnya membuat semakin banyak orang mau melihat standup comedy yang dia tampilkan. (foto di bawah adalah Ernest ketika meraih piala IBOMA 2017)



    Beberapa piala film cek toko sebelah


    Ernest dan isteri dengan piala film terbaik IBOMA 2017

    Keadaan negeri ini sungguh gawat semenjak pilkada Jakarta bahkan para publik figur pun terkena imbasnya. Sebut saja beberapa dari mereka, yaitu Ari Wibowo dan Inul Daratista, dan sekarang Ernest Prakasa. Logika dan akal sehat tidak lagi menjadi penting dan semua cara dilakukan demi kursi jabatan. Miris dan ironis!

    PENUTUP

    Mengingat Ernest yang notabene adalah seorang komika yang ditolak untuk standup di Makassar, pertanyaannya apakah Pandji yang juga seorang komika akan menerima perlakuan yang sama setelah pilkada Jakarta selesai? Mengingat bahwa Pandji memegang peranan yang penting sebagai juru bicara salah satu paslon di pilkada Jakarta. Saya harap tidak.
    Teruslah berkarya!
    Salam Waras.


    Penulis : Putra  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Tur 1/2 Jalan Ernest Prakasa Ditolak di Makassar, Akankah Pandji Mengalami Nasib yang Sama? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top