728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 13 April 2017

    Transformasi Final Program DP 0 Rupiah Dalam Debat Terakhir Pilgub DKI

    Terjawab sudah bagaimana maksud dari program DP 0 Rupiah yang ditawarkan oleh pasangan calon Anies-Sandi dalam debat terakhir Pilgub DKI yang diselenggarakan oleh KPU pada hari Rabu 12/4/2017. Setelah sekian banyak pihak yang kebingungan mengenai bagaimana realisasi dari program ini, setelah sekian banyak analisis dari yang serius hingga tidak serius. Memang benar, program ini berubah-ubah seiring berjalannya waktu, dinamis namun tidak jelas dan bisa dibilang kebablasan akibat terlalu sering berubah.

    Pada awal mula penggagasannya, langsung mendapat kritik pedas dari BI karena tidak mungkin memberikan DP 0 Rupiah untuk membeli properti. Walaupun sempat mempertahankan argumennya dan beranggapan bahwa program tersebut tidak menyalahi aturan, Anies-Sandi akhirnya mengubahnya menjadi tabungan selama 6 bulan. Dengan skema DP senilai Rp 53 juta (didapat dari 15% x 350 juta yang menjadi harga rumah yang ditawarkan), masyarakat diharuskan menunjukkan tabungan sebesar Rp 2,3 juta selama 6 bulan. Masa tenor juga di perpanjang, seperti misalnya 30 tahun untuk meringankan cicilan masyarakat.

    Kebingungan masalah bentuk fisik dari rumah yang dimaksud, terjawab dengan pernyataan Anies-Sandi yang mengatakan bahwa rumah tersebut berbentuk hunian vertikal alias rusun. Tidak berhenti dalam masalah bentuk fisik saja, keberadaan lokasi untuk pembangunan rusun pun dipertanyakan. Menurut yang ditawarkan oleh Anies-Sandi, lokasinya akan memanfaatkan aset milik pemerintah, dalam hal ini Pemda DKI, yang selama ini tidak digunakan alias menganggur.

    Seakan masih yakin akan keberhasilan dari program ini, Anies-Sandi terus saja menggembar-gemborkan program DP 0 Rupiah tersebut. Dinyatakan bisa menjadi solusi bagi permasalahan kepemilikan hunian untuk kalangan menengah kebawah, bahkan disamakan dengan program-program dari negara lain.

    Sasaran dari program ini kemudian menjadi masalah lain, yang pada debat terakhir dipertanyakan oleh petahana kepada Anies.

        “Saya penasaran, di berita-berita, pasangan Anies-Sandi soal rumah DP 0 persen. Rumah yang Bapak sediakan rumah apa? Rumah tapak? Rumah susun? Lalu yang berpenghasilan berapa? Apakah Rp 7 juta atau Rp 3 juta, karena Pak Sandi bilang yang berpenghasilan Rp 4 juta nggak mungkin punya rumah di Jakarta. Ini agak membingungkan,” tanya Ahok kepada Anies dalam sesi debat pamungkas Pilgub DKI putaran kedua di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (12/4/2017).

    Pertanyaan yang sangat menohok, seakan membuka kedok sandiwara keberpihakan Anies-Sandi kepada mereka yang selama ini dianggap sebagai “korban penggusuran” oleh petahana. Benar seperti kata Cawagubnya sendiri yaitu Sandiaga, banyak sekali masyarakat Jakarta yang berpenghasilan di bawah Rp 4 juta dan tidak mungkin untuk membeli rumah di Jakarta. Jika program DP 0 Rupiah ini digadang-gadang bisa membantu rakyat kecil untuk memiliki rumah, pertanyaan selanjutnya adalah “rakyat kecil yang mana?”

    Apakah warga bantaran kali memiliki penghasilan hingga Rp 7 juta perbulan sehingga bisa mengikuti program DP 0 Rupiah seperti yang ditawarkan Anies-Sandi?

    Apakah masyarakat menengah kebawah lainnya juga rata-rata memiliki penghasilan hingga Rp 7 juta perbulan?

    Dikatakan “hingga” Rp 7 juta perbulan karena memang tertulis seperti itu dalam website mereka, jadi bisa saja masyarakat Jakarta yang berpenghasilan hanya sebatas UMP DKI yaitu sebesar Rp 3,3 juta turut serta dalam program ini. Boleh saja kita memasukkan mereka-mereka yang berpenghasilan UMP dalam program ini, karena cicilan yang harus dibayarkan hanya sebesar Rp 2,3 juta sebulan. Hitungan kasarnya masih ada Rp 1 juta untuk kebutuhan hidup lain seperti makan, bayar listrik, bayar air, pulsa, bensin, dan lain-lain. Sepertinya agak mustahil, tapi semua itu bisa dibantu dengan kartu plus-plus, jadi sepertinya tidak terlalu mustahil.

    Hampir tidak mustahil, malah bisa saja terealisasi jika kita menelan mentah-mentah janji manis itu. Semua terasa mungkin, karena memang dengan gaya bahasa yang meyakinkan sesuai karakter Anies, dunia jadi terasa semudah kata-kata salah satu motivator ternama. Namun transformasi akhir dari program DP 0 Rupiah ini berkata lain.

    Dalam debat terakhir, DP 0 Rupiah mengalami transformasi ke tahap akhir dan menjadi perwujudan final dari tingkat evolusinya. Anies menyatakan, dalam debat tersebut, bahwa yang menjadi maksud dari program ini adalah skema pembiayaan, dan bukan memberikan subsidi terhadap hunian dalam bentuk fisik. Pihak yang nantinya akan membangun hunian tersebut , menurut Anies, bisa pemerintah atau bisa juga pihak swasta. Masyarakat dibiarkan memilih, kira-kira mau membeli hunian yang seperti apa dan lokasinya dimana, program DP 0 Rupiah selanjutnya akan membantu untuk melancarkan pembelian hunian tersebut.

    Bagi yang kurang mengerti, saya akan menjelaskan secara simpel. Jadi masyarakat yang ingin membeli hunian, baik rumah tapak maupun rumah susun yang harganya maksimal Rp 350 juta, akan dibantu untuk membeli hunian tersebut dengan program DP 0 Rupiah. Kemungkinan seperti saat akan melakukan KPR, kita cari sendiri lokasi huniannya terlebih dahulu, baru selanjutnya mengajukan KPR ke bank. Namun bedanya kita mencicil ke Pemprov DKI melalui Bank DKI dan akan diringankan DPnya maupun cicilannya dengan program DP 0 Rupiah ini.

    Kira-kira itu yang saya tangkap setelah mencoba menganalisa apa yang dimaksud dari transformasi akhir program DP 0 Rupiah ini. Jadi bagi mereka yang telah amat sangat berharap (mungkin termasuk saya sendiri) bahwa akan ada perumahan murah yang dibangun oleh Pemprov DKI apabila Anies-Sandi terpilih, silahkan menggigit jari karena terjawab sudah maksud dari program ini. Mohon maaf bila ada kekurangan, dan saya persilahkan untuk teman-teman untuk menambahkan.



    Begitulah kura-kura



    Penulis :   Erick Yunus   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Transformasi Final Program DP 0 Rupiah Dalam Debat Terakhir Pilgub DKI Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top