728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 05 April 2017

    Tim Advokasi Ahok-Djarot Resmi Laporkan Anies Baswedan ke Polisi

    Kubu Anies-Sandi sedang teriak-teriak merasa dirinya difitnah oleh spanduk Jakarta Bersyariah. Mereka menuduh lawannya menggunakan kampanye hitam untuk menjatuhkan elektabilitas Anie-Sandi. Namun Tim advokasi Ahok-Djarot justru melaporkan Anies dengan dugaan pencemaran nama baik.

        Tim pemenangan Basuki Tjahjadi Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat (Djarot) Badja melaporkan Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan ke Polda Metro Jaya. Anies dituduh telah mencemarkan nama baik dan fitnah karena menyampaikan informasi sesat soal penggusuran 300 titik di DKI Jakarta. Anggota Tim Advokasi Ahok-Djarot, Pantas Nainggolan, menuding Anies melakukan fitnah dan pencemaran nama baik terkait isu penggusuran di Jakarta.

        “Kami mengajukan laporan terkait dengan apa yang sudah kita sampaikan ke publik seminggu lalu soal manipulasi data yang dilakukan oleh Anies berupa penyampaian informasi sesat yang kita anggap fitnah. Terkait informasi soal ada penggusuran di 300 kampung di Jakarta.”

    Ternyata menurut Tim advokasi Ahok-Djarot, 300 titik tersebut bukanlah penggusuran tapi penertiban.

        “Data yang kita pegang, 300 titik itu bukan penggusuran tapi penertiban terkait–contohnya reklame, bantaran sungai–jadi tidak terkait penggusuran,” terang Ronny Talapessy selaku kuasa hukum Djarot.

        “Kami anggap ini sebagai kampanye hitam juga, karena dia ngomong begitu ada kepentingannya untuk maju sebagai Cagub DKI,” lanjutnya.

        Ronny mengungkap, pihaknya memiliki bukti-bukti terkait pernyataan Anies tersebut. Di antaranya rekaman video dan pemberitaan di sejumlah media online dan cetak.

        “Kita tahunya dari video yang diambil warga dan juga pemberitaan di media online maupun cetak, ketika Anies melakukan kunjungan dan bertatap muka dengan warga dan itu kita lampirkan sebagai barang bukti ke polisi,” paparnya.

    video yang dimaksud memang sudah tersebar luas di media sosial.

        “Ini kan berulang-ulang, data dia tidak valid sehingga menimbulkan informasi sesat bagi warga,” tambahnya.

    Seperti saat debat misalnya, kerap Anies menggunakan data yang menurut Ahok sudah tidak valid seperti data serapan anggaran yang hanya 70% itu padahal yang terbaru sudah 80% lebih menurut Ahok. Belum lagi kita masih ingat pernyataan Anies mengenai tanah yang jadi mall itu. Dan masih banyak lagi.

        Ronny juga menyayangkan informasi tersebut keluar dari mulut Anies. “Sangat disayangkan calon pemimpin seperti Pak Anies memberikan informasi yang salah dan sesat kepada publik,” sambungnya.

        “Informasi yang benar itu penataan agar lingkungan sehat dan tertib termasuk normalisasi kali. Jangan itu dipelesetkan menjadi penggusuran hanya untuk tujuan tertentu,” kata Pantas.

        Laporan Ronny tertuang dalam Tanda Bukti Laporan (TBL) dengan nomor LP/1682/IV/2017/Dit.Reskrimum PMJ dengan persangkaan Pasal 310 KUHP dan atau 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dan fitnah.

    Saling merasa difitnah nampaknya sedang musim menjelang akhir kampanye ini. Tapi berbeda dengan kubu Anies yang hanya melaporkan secara tidak resmi temuan-temuan mengenai spanduk Jakarta Bersyariah. Kubu Ahok melalui tim advokasinya langsung melaporkan secara resmi ke pihak Kepolisian terkait pasal pencemaran nama baik dan fitnah. Jika ini diteruskan oleh pihak kepolisian maka Pilkada DKI akan semakin menarik jadinya. Ahok saat ini sedang masuk  pada babak akhir dari pengadilan dugaan penistaan agama dan Anies justru akan menghadapi kasus pencemaran nama baik.

    Pada dasarnya, untuk dikatakan sebagai fitnah perbuatan tersebut harus memenuhi unsur-unsur Pasal 311 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”):

    “Barangsiapa melakukan kejahatan menista atau menista dengan tulisan, dalam hal ia diizinkan untuk membuktikan tuduhannya itu, jika ia tidak dapat membuktikan dan jika tuduhan itu dilakukannya sedang diketahuinya tidak benar, dihukum karena salah memfitnah dengan hukum penjara selama-lamanya empat tahun.”

    Unsur-unsur dari Pasal 311 ayat (1) KUHP adalah:

    1.    Seseorang;

    2.    Menista orang lain baik secara lisan maupun tulisan;

    3.    Orang yang menuduh tidak dapat membuktikan tuduhannya dan jika tuduhan tersebut diketahuinya tidak benar;

    Pasal 311 ayat (1) KUHP harus merujuk pada ketentuan menista pada Pasal 310 ayat (1) KUHP, yang berbunyi sebagai berikut:

    “Barangsiapa sengaja merusak kehormatan atau nama baik seseorang dengan jalan menuduh dia melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu, dihukum karena menista, dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500,-“


    Penulis : Gusti Yusuf  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Tim Advokasi Ahok-Djarot Resmi Laporkan Anies Baswedan ke Polisi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top