728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 12 April 2017

    Tikus Makin Terpojok, Kucing Pun Disiram Air Keras. Pak Jokowi, Apakah Anda Akan Diam Saja?

    Ini hanyalah analogi antara tikus dan kucing yang notabene tidak pernah akur dan saling bermusuhan, layaknya kartun Tom dan Jerry. Berbicara masalah air keras, banyak sekali insiden yang terjadi belakangan ini. Ada seorang wanita cantik yang disiram air keras oleh pacarnya hingga meninggal. Dan sekarang penyidik KPK pun menjadi korban kegananasan tersebut.

    Peristiwa penyiraman itu terjadi pada pagi hari usai Novel Baswedan shalat Subuh di masjid dekat rumahnya. Novel meninggalkan masjid sekitar pukul 5.10 WIB. Tidak lama kemudian, terdengar suara teriakan yang membuat jamaah masjid berhamburan keluar. Teriakan tersebut datang dari Novel yang disiram air keras oleh 2 orang tak dikenal yang menaiki sepeda motor jenis matic. Novel kemudian berlari ke arah masjid dan membasuh wajahnya dengan air wudhu. Warga kemudian membawanya ke rumah sakit dan sekarang dia sedang menjalani perawatan intensif.

    Meski belum bisa dipastikan motifnya (karena Novel masih belum bisa dimintai keterangan hingga detik saya menulis ini dan juga pelaku belum tertangkap), kemungkinan besar ini adalah hubungannya dengan kasus besar yang sedang ditangani KPK. Apa lagi kalau bukan kasus mega korupsi e-KTP yang merugikan negara hingga 2 triliun lebih. Banyak juga yang berspekulasi demikian. Rasanya tidak mungkin kalau pelaku melakukan ini karena iseng belaka atau tidak ada hubungannya dengan kasus korupsi yang sedang ditangani. Tapi mari kita berharap semua pelaku dapat ditangkap sehingga dalang biadab ini mendapatkan ganjarannya.

    Melihat apa yang dialami Novel, ini mirip dengan apa yang terjadi dengan Abraham Samad dan Antasari Azhar. Intinya hampir mirip, di mana mereka diteror atau dicelakai karena ada yang tidak senang dengan mereka. Melihat nasib mereka berdua dulu, sungguh jelas betapa merajalelanya para koruptor di negeri ini. Keadilan yang sedang mereka (KPK) tegakkan seolah buntung dengan mudah. Bahkan ada indikasi upaya pelemahan KPK oleh beberapa pihak tertentu. Upaya-upaya ini sudah pasti dilakukan oleh mereka yang mungkin terlibat dalam kasus yang sedang diusut KPK. Ini logika sederhana yang mudah dicerna.

    Dan Novel Baswedan seolah melengkapi rentetan kasus betapa menjijikkannya tindakan para pelaku korupsi dalam memporak-porandakan keadilan yang sedang ditegakkan. Bahkan sebelum disiram air keras, Novel sudah sering menerima ancaman dan teror. Novel juga pernah ditabrak orang tak dikenal beberapa tahun lalu, terluka dan sampai sekarang penabraknya masih misterius.

    Ini tidak heran mengingat sepak terjang Novel yang seolah tidak takut dalam mengusut kasus korupsi. Kalau saya ceritakan satu per satu, rasanya akan kepanjangan. Intinya Novel cukup berani dan wajar jika namanya masuk dalam daftar incaran oleh mereka yang sangat terusik ketenangan hidupnya.

    Sungguh miris saja melihat negeri ini, korupsi merajalela, dan parahnya koruptor jauh lebih garang dan mengerikan daripada penegak hukum. Mereka seolah berani melakukan apa pun untuk melindungi dirinya. Penyiraman air keras ini adalah semacam peringatan serius untuk Novel atau bahkan mereka yang berniat sok berani bak pahlawan dalam mengusut korupsi. Tujuannya tidak lain adalah untuk membuat KPK gentar. Teror dan ancaman serta tindak kriminal yang dihadapi KPK membuktikan bahwa para koruptor begitu berkuasa di negeri ini, bahkan pemerintah seolah tidak punya taji untuk melawannya.

    Inilah yang dinamakan lonceng keadilan hampir mati. Tiap kali keadilan akan ditegakkan, di situ pula berbagai oknum yang tidak senang segera melancarkan aksi untuk menggembosi. Keadilan ditegakkan, keadilan ditumbangkan saat itu juga. Apakah pemerintah masih buta akan hal ini? Tidakkah pemerintah menyadari tindakan penyiraman air keras terhadap penyidik KPK adalah sebuah penghinaan terhadap penyidik yang sedang menjalankan tugasnya mengusut kasus? Keadilan sedang diinjak-injak.

    Korupsi sudah menjadi budaya yang lumrah di negeri ini, begitu masif dan terstruktur hingga sudah berakar panjang ke dalam tanah. Sejujurnya, korupsi di Indonesia sudah mirip seperti monster raksasa yang sulit dibasmi, jika tidak dilakukan tindakan super signifikan. Korupsi seharusnya dibasmi saat masih kecil. Sekarang sudah membesar, tentunya makin repot. Pelakunya pun seolah lebih berkuasa. Kapan selesainya kalau begitu? Menurut saya, mengutuk aksi seperti ini rasanya percuma, hanya berefek geli-geli saja bagi tindak korupsi. Harus ada tindakan drastis agar hal seperti ini tidak terjadi lagi.

    Mungkin ke depannya pemerintah harus memberikan pengawalan ketat terhadap anggota KPK seperti halnya Paspampres untuk Presiden. Potensi teror terhadap mereka tidak kalah ganasnya. Membiarkan mereka tanpa pengawalan ada target empuk bagi mereka yang tidak senang. Kedua, pemerintah juga seharusnya serius dengan upaya-upaya pelemahan dan intimidasi terhadap KPK. Penyiraman air keras ini adalah bentuk teror yang bertujuan untuk memberikan syok terapi bagi para penyidik. Kalau pemerintah tidak melakukan sesuatu yang bikin mereka kapok, hal seperti ini pasti akan terulang kembali.

    Tapi setidaknya ada hikmah di balik semua ini. Saya tidak bermaksud penyiraman air keras ini bagus, jangan salah tangkap. Maksudnya setelah terjadi insiden ini, ada hikmah yang bisa dipetik. Ini adalah ujian sekaligus pembuktian apakah pemerintah kali ini serius menangani korupsi yang kian merebak? Semua mata pasti menyoroti ini. Satu pertanyaan buat Pak Jokowi, “Apa yang akan Anda lakukan?” Tolong lakukan sesuatu, please.

    Dan satu lagi yang terlupakan. Gerombolan you-know-who kok tidak demo terkait insiden ini? Bukankah ini juga namanya keadilan dan hukum sedang dicederai? Kok pada diam tak bersuara, tidak segarang kayak kasus sebelah?

    Bagaimana menurut Anda?



    Penulis : XHardy  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Tikus Makin Terpojok, Kucing Pun Disiram Air Keras. Pak Jokowi, Apakah Anda Akan Diam Saja? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top