728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 30 April 2017

    Telkomsel Dibobol Hacker, Bagaimana Nasib Data Percakapan Pelanggan?

    Masih lekat dalam ingatan ketika hacker (peretas) tiba-tiba membobol laman milik Telkomsel. Website milik operator terbesar di Tanah Air itu tiba-tiba diambil alih. Di situs pencarian Google, nama Telkomsel berubah menjadi Fuck Telkomnyet. Sementara ketika diklik, yang muncul adalah pesan dari sang pembobol, yang intinya memprotes mahalnya layanan data dari Telkomsel.

    Laman yang didominasi warna hitam itu dengan tegas memprotes cara telkomsel menjual paket data yang dibagi-bagi dalam fasilitas seperti HOOQ atau layanan streaming film dan musik. Nada protes itu disampaikan dengan kalimat yang sangat kasar dan cukup menohok. Tuntutan lain yang disampaikan adalah agar kuota internet tidak dibagi sesuai jaringan baik 2G, 3G maupun 4G. Meski demikian, hanya dalam hitungan jam, aksi hacker itu berhasil diatasi. Tak lama kemudian website resmi milik anak perusahaan PT Telkom itu sudah pulih seperti sedia kala.

    Namun uniknya, aksi hacker itu seolah mendapat tanggapan positif dari netizen. Warga di belantara maya menganggap, apa yang disuarakan yang peretas, mewakili apa yang mereka rasakan. Tak sedikit yang kemudian menyampaikan ucapan terima kasih di timeline atas apa yang dilakukan hacker.

    Bahkan, ada pula video kocak yang menampilkan wawancara dengan pembalap Valentino Rossi, yang suaranya sudah diganti, seolah-olah menanggapi pemberitaan terkait mahalnya tarif internet Telkomsel.

    Menanggapi hal tersebut, General Manager Sales Telkomsel Regional Kalimantan, Mulya Budiman menyampaikan, bahwa aksi yang dilakukan hacker tersebut bisa menimpa siapa saja. “Saat kasus ini terjadi, kami langsung berkonsentrasi pada data pelanggan. Karena ada isu yang menyebutkan, data pelanggan ikut diretas,” sebut Mulya Budiman di halaman Stadion Madya Sempaja Samarinda, (30/4).

    Namun, Telkomsel menjamin semua data pelanggan tetap aman. “Yang dilakukan hanya membobol website. Kalau hanya website, masih mudah di-hack. Kalau data pelanggan, tidak semudah itu,” tuturnya. Meskipun begitu, ia berharap kasus tersebut tidak lagi terjadi.

    Lalu bagaimana dengan tuntutan hacker yang menyebutkan tarif layanan data Telkomsel mahal? “Soal tarif murah atau mahal sangatlah relatif,” tuturnya. Sebab menurutnya, Telkomsel memberikan layanan sampai ke pelosok hingga ke daerah perbatasan.

    Pihaknya mengklaim, sudah melayani 95 persen total populasi penduduk. “Di mana ada sebaran penduduk, 95 persen area sudah terlayani jaringan Telkomsel,” bebernya. Fakta itu, menurutnya, tidak dilakukan oleh operator sebelah. Bahkan, di daerah pedalaman dan perbatasan, ada yang sudah mendapatkan layanan 4G, sehingga bisa mendapatkan layanan data lebih maksimal. “Jadi kalau dibilang mahal, ya sekali lagi relatif,” ujarnya di depan para wartawan.

    Terkait keamanan data pengguna telekomunikasi seluler memang sempat mengkhawatirkan. Yang paling was-was tentu para koruptor yang khawatir obrolannya terkait kasusnya bisa sampai bocor ke publik. Namun kalau sampai itu terjadi, sebenarnya juga akan sangat membantu pengungkapan kasus-kasus yang selama ini masih samar-samar penyelesaiannya. Akankah ada hacker yang lebih jago, yang tidak hanya bisa masuk di laman Telkomsel, tapi juga menguasai data komunikasi negara ini?

    Sementara itu, berkaca dari jawaban petinggi Telkomsel di atas, agaknya tuntutan sang peretas terkait harga kuota internet agar lebih murah, akan sangat sulit dipenuhi. Namun demikian, harapan hacker agar Telkomsel memberikan layanan data yang lebih transparan sepatutnya didengarkan.

    Jika bangsa ini ingin semakin cerdas dan maju, memang tidak berlebihan kiranya jika urusan internet kini harus digeser menjadi salah satu kebutuhan pokok. Sehingga, kebutuhan utama warga bukan lagi listrik dan air bersih, namun juga ada tambahan, internet yang bisa diakses dengan mudah dan murah, guna membantu memberikan informasi seluas-luasnya pada masyarakat.

    Untuk bisa mencapai hal tersebut, pemerintah harus menggenjot penambahan infrastruktur jaringan telekomunikasi yang memadai. Di mana ada penduduk, di situ juga harus ada jalan, jembatan, listrik, air bersih, dan satu lagi, jaringan telekomunikasi.

    Mudahnya komunikasi tentu akan sangat meningkatkan produktivitas warga. Selain juga akan meningkatkan wawasan dan pengetahuan hanya melalui genggaman tangan. Dahulu, orang hanya bisa menikmati layanan internet melalui computer. Kini, siapa sangka belantara maya bisa dijelajahi lebih mudah. Ini tentu diselingi harapan agar tarif layanan telekomunikasi juga bisa semakin murah dan mudah dijangkau publik. Semoga. (*)

    Penulis :  Endro S Efendi   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Telkomsel Dibobol Hacker, Bagaimana Nasib Data Percakapan Pelanggan? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top