728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 14 April 2017

    Teliti Sebelum Memilih

    Proses pemungutan suara untuk Pemilihan Gubernur DKI Jakarta putaran kedua memang tidak sampai seminggu lagi. Setelah proses yang memakan waktu cukup lama sebentar lagi warga Jakarta akan menentukan dan mengetahui siapa pemimpin yang akan melayani mereka 5 tahun ke depan. Sudah tentu keadaan ini membuat harap-harap cemas semua yang terlibat dalam pesta demokrasi ini baik yang akan memilih maupun yang akan dipilih.

    Pemilihan Gubernur DKI Jakarta ini saya coba ibaratkan seperti memilih direktur dalam sebuah perusahaan (PT), yang mada dalam RPUS terdapat dua calon yang diusulkan.

    Calon yang pertama adalah Direktur yang sementara menjabat. Calon ini juga sudah berpengalaman dalam memimpin perusahaan, karena sebelumnya juga sudah pernah menjadi Direktur di perusahaan yang lain. Ia sudah mengetahui seluk beluk perusahaan, bersikap adil kepada para bawahannya dengan memberikan promosi atau penghargaan kepada yang bekerja dengan baik tetapi tidak kompromi dengan memberi sanksi dan memecat pegawai yang nakal, ia juga sudah bekerja dan memberikan hasil-hasil pekerjaan yang baik kepada perusahaan. Dia ingin kembali menjadi direktur karena ingin melanjutkan program yang sementara dijalankan dan masih butuh waktu untuk memastikan program-programnya bisa terealisasi dengan baik.

    Calon yang kedua adalah calon dari pemegang saham yang tidak puas dengan direktur yang lama. Calon kedua ini memiliki pendidikan yang tinggi dan dinilai cerdas, pernah menjadi Manajer di suatu perusahaan namun belum selesai masa jabatannya sudah diganti oleh orang lain karena dinilai kurang memberikan kontribusi. Ingin menjadi Direktur karena merasa punya kemampuan dan program yang lebih baik dari calon pertama walaupun belum memiliki pengalaman sebagai Direktur Perusahaan.

    Kira-kira seperti itulah keadaan yang dihadapi oleh warga Jakarta sebagai pemegang saham dalam memilih siapa yang akan menjadi Gubernurnya. Sebagaimana Direktur bertanggung jawab kepada para pemengang saham atau komisaris demikian pula Gubernur sebagai pelayan masyarakat akan bertanggung jawab pada rakyat yang memilihnya. Maka dari itu sebagai warga Jakarta harus cerdas dalam menentukan pilihan mereka karena masa depan Jakarta bergantung kepada siapa yang akan dipilih. Cerdas dalam hal ini adalah melakukan pertimbangan yang matang dengan melihat latar belakang serta hasil kerja yang telah ditunjukan, meneliti program-program yang ditawarkan, dan pengalaman yang dimiliki.
    Berikut saya berikan profil singkat dari masing-masing calon:
    1. Anies Rasyid Baswedan, Ph.D, lahir di Kuningan, Jawa Barat, 7 Mei 1969; adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ke-26 di Kabinet Kerja yang menjabat sejak 26 Oktober 2014 sampai 27 Juli 2016. Dalam pertengahan periode Kabinet, Ia digantikan oleh Muhadjir Effendy, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang dalam perombakan Kabinet 27 Juli 2016. Ia adalah seorang intelektual dan akademisi asal Indonesia. Ia menginisiasi gerakan Indonesia Mengajar dan menjadi rektor termuda yang pernah dilantik oleh sebuah perguruan tinggi di Indonesia pada tahun 2007, saat menjadi Rektor Universitas Paramadina pada usia 38 tahun.
      Menjelang pemilihan umum Presiden Indonesia 2014, ia ikut mencalonkan diri menjadi calon presiden lewat konvensi Partai Demokrat. Ia mencalonkan diri sebagai calon gubernur pada pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2017, sumber
    2. Sandiaga Salahuddin Uno, B.A., MBA. lahir di Rumbai, Pekanbaru, 28 Juni 1969; adalah pengusaha asal Indonesia. Sering hadir di acara seminar-seminar, Sandiaga Uno yang berdarah Gorontalo ini kerap memberikan pembekalan tentang jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), utamanya pada pemuda.  Memulai usahanya setelah sempat menjadi seorang pengangguran ketika perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut. Bersama rekannya, ia mendirikan sebuah perusahaan di bidang keuangan, PT Saratoga Advisor. Usaha tersebut terbukti sukses dan telah mengambil alih beberapa perusahaan lain. Pada tahun 2009, ia tercatat sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes. Tahun 2011, Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Ia menduduki peringkat ke-37 dengan total kekayaan US$ 660 juta [5]. Ia mencalonkan diri sebagai wakil gubernur dalam pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2017 dengan Anies Baswedan sebagai calon gubernur. sumber
    3. Drs. H. Djarot Saiful Hidayat, lahir di Magelang, Indonesia, 06 Juli 1962; adalah politisi PDI Perjuangan yang menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta sejak 17 Desember 2014. Sebelumnya ia adalah anggota DPR RI periode 2014-2019. Djarot pernah menjabat sebagai Wali Kota Blitar sejak 3 Mei 2000 hingga 3 Agustus 2010 dan anggota DPRD Jawa Timur sejak 1999 hingga 2000. sumber
    4. Basuki Tjahaja Purnama, lahir di Manggar, Belitung Timur, 29 Juni 1966; Pada 14 November 2014, ia diumumkan secara resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta pengganti Joko Widodo, melalui rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD DKI Jakarta.[3] Basuki resmi dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo pada 19 November 2014 di Istana Negara, setelah sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur sejak 16 Oktober hingga 19 November 2014. Sebelumnya anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009; Bupati Belitung Timur periode 2005-2010; Anggota DPR RI 2009-2014. sumber
    Sebagai pemilih tentu harus mempertimbangkan dengan teliti dalam menentukan pilihan, harus dengan logika dan hati, pilihan harus mengutamakan kepentingan umum bukan kesenangan serta kepuasan pribadi atau hanya sekelompok orang semata.
    God help us to be wise
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Teliti Sebelum Memilih Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top