728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 08 April 2017

    Tanpa Lisensi, Anies-Sandiaga Bisa Digugat Gad Elbaz, Ini Penjelasan Hukumnya


    Media sosial digemparkan dengan lagu kampanye Anies-Sandiaga yang dianggap meniru lagu Yahudi yang dipopulerkan Gad Elbaz yang berjudul ‘’Hashem Melech’’ (menaing: God is the king). Hashem Melech adalah lagu puji-pujian terhadap Tuhan yang menjadi raja di masa lalu, kini dan selamanya. Namun yang jadi pertanyaan besarnya saat ini adalah apakah secara hukum Gad Elbaz sebagai pemegang hak cipta atas lagu Hashem Melech bisa menguggat Anies-Sandi, karena telah melakukan pelanggaran hak cipta?

    Dalam hukum hak cipta yang berlaku di Indonesia, pencipta, pemegang hak cipta atau pemilik hak terkait harus terlebih dahulu mendaftarkan lagu-lagunya ke Lembaga Manajemen Kolektif, termasuk pencipta, pemegang hak cipta lagu-lagu asing. Di Indonesia Yayasan Karya Cipta Indonesia (YKCI) adalah salah satu Lembaga Manajemen Kolektif yang memiliki wewenang untuk menarik royalti dan menerbitkan lisensi atas pemutaran lagu-lagu yang diputar di televisi, mall-mall, tempat karoke, kafe, radio, diskotik, theather, hotel, restoran, ringback tone dan tempat-tempat lainnya yang memutarkan/memperdengarkan lagu-lagu untuk kepentingan komersil. Pertanyaannya apakah lagu Hashem Melech yang dipopulerkan oleh Gad Elbaz juga sudah didaftarkan di Indonesia?

    Yang bisa menjawab ini hanya Gad Elbaz, apakah Gad Elbaz sebagai pemegang hak cipta apakah telah mendaftarkan lagu Hashem Melech di salah satu Lembaga Manajemen Kolektif di Indonesia, YKCI? Jika sudah didaftarkan, maka Gad Elbaz sebaiknya langsung bertolak ke Indonesia menagih royalti atas lagu Hashem Melech sekaligus mengetahui apakah Anies-Sandi telah mendapat lisensi dari YKCI untuk menggunakan lagu Hashem Melech (jika Gad Elbza sudah mendaftarkan lagu Hashem Melech) di YKCI.


    Namun jika lagu Hashem Melech belum atau tidak didaftarkan di YKCI atau Lembaga Manajemen Kolektif lainnya yang berwenang menarik royalti atas lagu-lagu asing yang oleh pencipta atau pemegang hak ciptanya telah didaftarkan di Indonesia, pertanyaannya bisakah Gad Elbaz menggugat Anies-Sandi? Gad Elbaz tetap bisa mengajukan gugatan pelanggaran hak cipta ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat , yakni untuk menggugat Anies-Sandi yang telah menggunakan lagu berjudul Hashem Melech untuk kepentingan politiknya, dikarenakan Gad Elbaz sebagai pemegang hak cipta atas lagu Hashem Melech mempunyai hak hukum yang sama yang dilindungi oleh hukum hak cipta Indonesia, yakni lagunya tersebut memiliki hak ekonomi dan hak moral yang hanya melekat pada Gad Elbaz selaku pemegang hak cipta.

    Anies-Sandi baru sah secara hukum menggunakan lagu Hashem Melech apabila telah mendapat lisensi atau izin langsung dari pemegang hak cipta dalam hal ini, Gad Elbaz atau pencipta aslinya Khaled, musisi asal Alzajair dan atau dari Lembaga Manajemen Kolektof seperti YKCI (apabila YKCI menerima kuasa untuk memberi lisensi penggunaan lagu Hashem Melech)  . Jadi apakah lagu Hashem Melech tersebut didaftarkan atau tidak oleh Gad Elbaz, Gad Elbaz tetap bisa mengajukan gugatan, dikarenakan lagu adalah bagian dari hak cipta yang timbul secara otomatis berdasarkan deklaratif, karena penciptaan lagu, dalam hal pencatatan ciptaan atau produk ciptaan hak terkait bukan merupakan syarat untuk mendapatkan hak cipta (Vide: Pasal 64 ayat (2) UU Nomor 24 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta). 

    Jadi Pasal 64 ayat (2) UU Nomor 24 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta adalah dasar hukum yang bisa digunakan Gad Elbaz untuk menggugat Anies-Sandi dan pihak lain yang tanpa lisensi mempergunakan lagu tersebut, menggugatnya hanya dapat dilakukan dari Indonesia, tepatnya melayangkan gugatan pelanggaran hak cipta ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

    Jadi, sekalipun lagu Hashem Melech tidak terdaftar di YKCI bukan berarti tidak didaftarkan tidak bisa digugat, tidak didaftarkan bukanlah masalah, karena yang terpenting pemegang hak cipta dalam hal ini Gad Elbaz bisa membuktikan bahwa Gad Elbaz adalah sebagai pemegang hak cipta atas lagu Hashem Melech dan lisensi pemegang hak cipta itu diperoleh dari pencipta asli lagu Hashem Melech yakni musikus asal Aljazair, Khaled.  Judul asli lagu Hashem Mepech adalah Cest la Vie yang diciptakan oleh Khaled. Jadi, tidak ada seorang pun yang dapat mempergunakan lagu Hashem Melech , apalagi sampai diputar di PKSTV, terkecuali telah mendapatkan lisensi dari pemegang hak cipta atau pencipta asli lagu tersebut.


    Penulis :  Ricky Vinando   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Tanpa Lisensi, Anies-Sandiaga Bisa Digugat Gad Elbaz, Ini Penjelasan Hukumnya Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top