728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 09 April 2017

    Tampilkan Video #BeragamItuBasukiDjarot, BaDja Menohok FPI Anti Kebhinekaan, Beragam Itu Tanpa FPI

    Berbeda memang cara tim sukses Basuki Tjahaya Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (BaDja) dengan yang dilakukan oleh tim sukses Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam hal menunjukkan calonnya sebagai orang yang mengusung keberagaman dan kebhinekaan. Kalau timses Anies-Sandi menampilkan deklarasi atau pertemuan-pertemuan (Benar atau tipu-tipu) sebagai bentuk dukungan, tim Badja tidak seheboh itu.

    Kubu Anies-Sandi bahkan dengan sangat lantang dan mencolok menampilkan diri pasangan calon mereka sebagai sosok yang memperjuangkan kebhinekaan dan persatuan di dalamnya, dengan mengadakan dialog kebangsaan dengan tampilan utama pidato Anies Baswedan terkait kebhinekaan yang tidak perlu diperjuangkan.

    Simak ulasanannya di https://seword.com/politik/parah-anies-sebut-tidak-perlu-perjuangkan-kebhinekaan-dan-kemerdekaan-situ-waras/

    Nah, saat saya sedang melihat akun twitternya Ahok di @basuki_btp saya melihat sebuah video dengan caption #BeragamItuBasukiDjarot. Saya tidak tahu apakah ini vidoe sudah lama dan diupload ulang oleh Ahok, tetapi pesan yang sangat dalam terpatri di dalam cuplikan video singkat tentang keberagaman ini.

    Berikut Videonya..


    Dalam video kita akan mendengar suara lantang Djarot yang menyampaikan makna keberagaman dan kebhinekaan. Menariknya, dalam video tersebut terlihat adegan awal dimana muncul kaum bumi datar para kaum berdater dan bertakbir tidak karuan yang malah merendahkan makna takbir tersebut. Siapa lagi kalau bukan kaum intoleran dan anti keberagaman, FPI.

    Dalam video ini digambarkan betapa mengerikannya FPI mengancam dan mengintimidasi orang lain. Tentu saja ini bukan sebuah cerita fiksi, melainkan realita yang sangat nyata terjadi di Indonesia, khususnya di Jakarta. Sosok FPI yang ditampilkan tentu saja menjadi suatu peringatan akan ancaman keberagaman di Jakarta.

    Dalam pesannya di video ini, Djarot mengajak warga Jakarta menunjukkan bahwa kebginekaan dan keberagaman bukanlah sekedar slogan, melainkan benar-benar hidup di Jakarta. Caranya dengan bangkit bersama-sama dan berjuang bersama BaDja untuk periode keduanya. Memilih BaDja dengan keberagaman tanpa FPI.

    Inilah yang membedakan makna keberagaman yang ditampilkan kubu BaDja dan Anies-Sandi. Kalau BaDja sangat jelas menolak dan tidak mau merangkul kaum intoleran dan anti NKRI serta kebhinekaan, sedangkan Anies-Sandi malah merangkul erat mereka dengan kesepakatan-kesepakatan di bawah meja yang kita tidak ketahui.

    Berbeda dengan apa yang ditampilkan oleh BaDja, Anies-Sandi menampilkan makna keberagaman dengan mempersatukan semuanya tanpa peduli apakah itu kaum intoleran atau pun tidak. Karena mereka akan mempersatukan semuanya dalam lingkup keberagaman yang mereka pahami.

    Menurut Sandi, ia dan Anies berkomitmen untuk menyatukan seluruh warga Jakarta yang saat ini berseberangan. Dan untuk mencapai hal itu, ia menilai seluruh kelompok warga masyarakat harus dirangkul, tak terkecuali kelompok-kelompok intoleran.

        “Kita akan berdiri di tengah. Walaupun dukungan kita dari yang paling kanan atau yang paling kiri, kita akan tetap mewakili seluruh lapisan masyarakat,” kata Sandi.

    Pernyataan Sandiaga ini dengan jelas menggambarkan bahwa mereka tidak punya prinsip dan pendirian yang jelas tentang makna keberagaman dan kebhinekaan. Mereka akan berdiri di tengah-tengah dan akan berpindah ke kanan atau ke kiri sesuai dengan topik dan ormas atau institusi yang mengundang. Semua dirangkul tanpa kejelasan pemaknaan kebhinekaan dalam kerangka NKRI.

    Bagaimana bisa menyatukan yang paling kiri dan paling kanan di dalam ideologi Pancasila dan NKRI. Itu sama saja dengan ingin menyatukan PKI, Negara Islam Indonesi, dalam NKRI. Itu namanya bukan menyatukan, melainkan menghancurkan NKRI.

    Hanya orang bodoh yang menyatukan nila setitik dengan susu sebelanga, padahal sudah tahu kalau nila setitik itu akan merusak susu sebelanga. Itu bukan sedang menyatukan, melainkan merusak tetapi dibungkus dengan kata-kata ingin menyatukan. Keberagaman saja sudah rusak tanpa mereka bersatu, apalagi jika diajak bersatu.

    Karena itu, dalam tema keberagaman, pasangan ini sangat jauh berbeda. Perbedaannya adalah, apakah mau Jakarta beragam tanpa FPI yang diusung pasangan BaDja, atau Jakarta beragam dengan FPI dan bersyariat yang diusung Anies-Sandi. Pilihan anda akan menentukan Jakarta dan juga Indonesia 5 tahun ke depan.

    “Jangan tanyakan dari mana kau berasal, jangan tanyakan apa agamamu, tapi apa yang telah kau perbuat untuk Jakarta”. #BeragamItuBasukiDjarot, pilih nomer 2 tanggal 19 April 2017.

    Salam BaDja.


    Penulis : Palti Hutabarat  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Tampilkan Video #BeragamItuBasukiDjarot, BaDja Menohok FPI Anti Kebhinekaan, Beragam Itu Tanpa FPI Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top