728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 05 April 2017

    ‘Tamparan’ Ahok Untuk KJP Plus Anies

    Merasa KJP mampu membuat masyarakat puas dengan Ahok, Aniespun tanpa malu-malu meniru program KJP Ahok. Cerdiknya, agar dinilai tidak meniru program KJP Ahok, Anies melakukan ATM (amati, tiru, modifikasi). Anies mengamati KJP Ahok, kemudian meniru dengan membuat KJP juga, dan kemudian memodifikasi dengan menambahi embel-embel plus di KJPnya.

    Jika KJP Ahok tidak bisa diuangkan karena memang untuk biaya pendidikan, maka KJP plus Anies bisa diuangkan untuk keperluan yang lain. KJP plus ini dalam rangka agar terkesan tidak sama dengan KJP Ahok dan tentu jelas agar warga memilih dia. KJP Plus yang bisa diuangkan tentu sangat menggiurkan terutama warga kelas menengah ke bawah yang kesadaran pendidikannya masih rendah. Kelompok masyarakat ini yang sedang Anies incar agar mampu meraup suara yang melimpah di pencoblosan nanti.

    Namun, KJP plus Anies mendapat tanggapan yang cukup ‘menampar’ dari Ahok. Sebagai pemilik program KJP, Ahok tentu paham betul karena sudah berjalan sedangkan KJP plus Anies masih dalam tataran konsep. Ahok menjelaskan bagaimana KJP plus Anies justru ‘membahayakan’.

    Saat mengunjungi warga yang sakit di Gandaria Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat berhenti sejenak di depan spanduk Cagub Anies Baswedan. Spanduk tersebut berisi perbedaan Kartu Jakarta Pintar (KJP) milik Ahok dan KJP Plus milik Anies.

    Ahok sempat mengacungkan salam dua jari saat berada di depan spanduk tersebut. Ahok pun mengklarifikasi besaran nominal yang diterima tiap anak yang mendapat KJP di tiap tingkatan pendidikan.

    Dalam spanduk tersebut tertulis, SD mendapat Rp 210 ribu, SMP mendapat Rp 280 ribu, SMA mendapat 375 ribu dan SMK 390 ribu. Sementara untuk KJP Plus, SD mendapat 250 ribu, SMP mendapat 300 ribu, SMA mendapat 420 ribu dan SMK mendapat Rp 450 ribu.

    Melihat besaran tersebut, Ahok sempat menggelengkan kepala. Menurutnya, data yang tertulis tidak sesuai dengan besaran yang diberikan olehnya kepada siswa.

    “SMA ada yang dapat Rp 600 ribu. SD segitu (Rp 210 ribu). SMP Rp 400 ribu sampai Rp 600 ribu,” kata Ahok di lokasi blusukan, Rabu (5/4/2017).

    Ahok pun menyindir KJP Plus milik Anies. Ahok menyindir karena KJP Plus juga menyasar anak yang tidak sekolah. Menurut Cagub petahana itu, harusnya KJP diberikan agar anak memiliki kemauan untuk sekolah. Dia tidak mau ada anak yang tidak bersekolah karena sudah mendapat KJP.

    “Yang membedakan kita dan mereka (Anies-Sandiaga), kita mau dorong anak biar mau sekolah. Kalau dia kan anak nggak sekolah dikasih juga. Nggak boleh dong, justru anak harus sekolah supaya dapat, supaya terdorong mau sekolah,” ujar Ahok.

    “Kalau dia mau bisnis, kita bagi hasil 80-20. Jangan sampai buat anak putus sekolah karena dapat duit,” lanjutnya.

    Ahok juga menjelaskan bahwa KJP yang dipegang oleh pelajar di Jakarta bisa juga digunakan untuk keperluan transportasi menggunakan TransJakarta dan Bus Sekolah gratis. Sebab Ahok sudah mengeluarkan Kartu Jakarta One.

    “Gratis transjakarta, bus sekolah otomatis. Itu tuh (KJP) ATM bisa tiket segala macam. Kartu Jakarta One itu sebetulnya,” tutup Ahok.

    KJP plus Anies semakin menunjukkan bahwa Anies begitu ambisius dan bernafsu untuk menjadi gubernur DKI. Dirinya yang sudah memiliki image seorang pendidik seperti lupa dengan image tersebut. Anies seperti tidak peduli lagi dengan pendidikan Anak. Yang terpenting program KJP plusnya bisa membuat warga tertarik untuk memilihnya.

    Begini, jika KJP Plus diuangkan, dikhawatirkan digunakan untuk hal yang tidak semestinya terlebih jika orang tua siswa memiliki kesadaran pendidikan yang rendah. Dana yang seharusnya untuk pendidikan anak bukan mustahil akan diselewengkan untuk kebutuhan yang tidak terkait dengan pendidikan.

    Selanjutnya, progranm KJP plus Anies juga berlaku untuk anak yang putus sekolah. Buat apa anak yang putus sekolah harus mendapat KJP plus? Jika tidak sekolah mereka sudah mendapat KJP plus, keinginan untuk sekolah semakin menurun. KJP seharusnya ditujukan untuk anak sekolah saja agar anak-anak yang belum sekolah menjadi tertarik untuk sekolah.

    KJP plus Anies saya pikir hanya sebagai jalan pintas agar bisa memenangkan Pilkada. Tidak ada bedanya dengan program BLT milik Agus. KJP Plus tidak akan mendidik warga, namun hanya memanjakan warga. Jika KJP plus bisa diuangkan, langsung saja namanya diganti jangan KJP namun BLT seperti Agus biar bisa digunakan untuk kebutuhan yang lain selain pendidikan anak. Jujur, belum terlaksana saja sudah ngeri mendengar program-program yang ditawarkan Anies.


    Penulis : Saefudin Achmad  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: ‘Tamparan’ Ahok Untuk KJP Plus Anies Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top