728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 07 April 2017

    Sungguh Kasihan… Anies ‘Menampar’ Mukanya Sendiri

    Luar biasa Pilgub DKI kali ini. Lebih heboh, lebih panas dari tahun 2012 lalu. Permainan isunya sudah sangat brutal dan vulgar. Segala cara dimainkan agar dapat memenangkan pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Isu SARA sudah sangat-sangat mengkhawatirkan. Bahkan isu ini bisa memecahkan keutuhan NKRI. Fitnah juga bertebaran, kampanye hitam pun demikian. Bahkan ada satu paslon yang tim pemenangannya selalu menebarkan isu SARA dan fitnah justru membalikkan fakta menuduh paslon yang melakukannya.

    Anies Baswedan paling pintar kalau membalikkan fakta. Seolah-olah dirinya yang sering dilanda isu SARA dan fitnah. Melalui Kompas.com Anies mengatakan berhentilah memfitnah pakai isu SARA. Lihat betapa Anies sangat-sangat pintar memainkan kata-kata. Padahal selama ini kubu Anieslah yang sering menggunakan isu SARA untuk menyerang Ahok-Djarot.

    Kita masih ingat dengan isu tidak akan menshalatkan jenazah pendukung Ahok. Sampai-sampai spanduk penolakan ini bertebaran di mesjid-mesjid. Ketika isu ini berhembus dan belum ada protes, Anies membiarkan saja isu ini. Dan kemudian setelah banyaknya protes, barulah Anies bersuara. Bahkan Anies menuduh bahwa paslon lainlah yang memasang spanduk tersebut untuk menjatuhkan nama baik Anies.

        “Rakyat juga bosan dengan fitnah-fitnah, apalagi fitnah yang pakai isu SARA. Berhentilah memfitnah pakai isu SARA,” kata Anies, usai kampanye di Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (5/4/2017).

    Terus kemudian muncul spanduk-spanduk mendukung Anies-Sandi, karena Anies-Sandi menjanjikan Jakarta Bersyariah jika mereka terpilih. Anies pun menuduh bahwa spanduk tersebut bukan mereka yang pasang, Dan Anies tetap menuduh paslon lain yang memasang spanduk tersebut untuk menjatuhkan krebilitas mereka. Anies menganggap bahwa spanduk tersebut untuk memfitnah dirinya, karena Anies menyatakan bahwa mereka tidak menjanjikan Jakarta Bersyariah. Tetapi dokumen kontrak politik mengenai Jakarta Bersyariah yang ditandatangani oleh Anies sudah menyebar kemana-mana.

    Ada isu lain lagi yang sering dilontarkan oleh Anies, tetapi kebenarannya hanya Anies yang tahu. Misalnya isu KJP dan KJS akan dihapus jika Anies-Sandi terpilih. Anies menuduh paslon lain yang menghembuskan isu ini agar warga Jakarta tidak memilih Anies-Sandi. Padahal isu ini tidak pernah dihembuskan oleh Ahok-Djarot, bahkan Ahok sendiri mengatakan bahwa KJP mau pun KJS jangan sampai terhenti bila mereka tidak terpilih. Lalu isu KJP dan KJS akan dihentikan itu darimana? Kemungkinan besar isu ini justru dari Anies sendiri.

    Terus isu yang dilontarkan oleh Anies bahwa ada 300 titik yang akan digusur bila Ahok-Djarot kembali terpilih menjadi Gubernur. Sampai-sampai Anies dilaporkan oleh Tim Pemenangan Ahok-Djarot untuk kasus ini. Mereka menganggap bahwa Anies telah menebarkan berita bohong mengenai 300 tempat yang akan digusur tersebut. Bahkan Djarot menantang Anies untuk menunjukkan tempat-tempat yang akan digusur tersebut.

        “Yang ada, saya dapat laporan dari tim pemenangan kalau Pak Anies pernah pidato beberapa kali menyebutkan ada 300 lokasi permukiman yang akan digusur. Mana datanya,” kata Djarot di bank sampah di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (6/4/2017).

        “Itu sebetulnya yang harus diklarifikasi, mana yang harus digusur. Itu kan sifatnya menakut-nakuti rakyat,” ujarnya.

    Kita melihat bahwa yang sering bermain SARA dan fitnah justru Anies sendiri, kenapa sekarang malah Anies meminta
    untuk tidak menebarkan isu SARA dan fitnah? Apakah himbauan tersebut ditujukan kepada paslon lain atau justru lebih ditujukan kepada tim pemenangannya sendiri? Atau kepada konsultan politiknya? Karena kita tahu justru selama ini pihak merekalah yang bermain SARA dan fitnah.

     Bahkan ada pendukungnya yang memprotes kepada Anies karena merasa dilecehkan. Spanduk-spanduk Jakarta Bersyariah mereka yang pasang sebagai dukungan kepada Anies-Sandi dan agar warga Jakarta dapat memilih pemimpin yang bersyariah, tetapi Anies malah menuduh pendukung Ahok-Djarot yang memasang spanduk tersebut. Halo… situ sehat?

    Anies memang pintar. Ya, pintar memutarbalikkan fakta. Dia yang berbuat, terus dia yang menuduh orang lain
    yang melakukannya. Dia yang menebarkan isu SARA dan fitnah, dia pula yang meminta agar tidak memainkan isu SARA dan fitnah. Seakan-akan dia yang paling suci, tidak pernah melakukan fitnah dan isu SARA. Anies memainkan seakan-akan dia yang menjadi korban isu SARA dan fitnah. Woi… Anies, semua juga sudah tahu kalau Anda adalah biangnya isu SARA dan fitnah. Jadi, berhentilah seakan-akan dizholimi. Karena semua itu tak akan berguna. ***


    Penulis : Daniel Setiawan   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Sungguh Kasihan… Anies ‘Menampar’ Mukanya Sendiri Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top