728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 08 April 2017

    Strategi Jitu GP Ansor Sebut Ahok Sebagai Sunan Kalijodo

    Apa yang diungkapkan oleh ketua GP Ansor yang dilansir portal berita online, merdeka.com  ( Sumber ) menarik untuk dianalisa. Dalam pernyataannya itu, ketua GP ansor menyebut Ahok sebagai sunan Kalijodo.  Ini terkait erat dengan tensi pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang semakin mendekat. Ibarat pusaran api, maka tanggal 19 april itu adalah pusat panasnya api, maka semakin ke sana, semakin panas.

    Tensi panas politik di Jakarta menarik banyak pihak dan juga aspek kehidupan. Dari model kampanye brutal dengan melibatkan isu agama,ras dan juga budaya, semakin mendekati hari pencobloson semakin mengerikan situasinya. Agama yang memang wilayah paling rentan untuk diobok-obok oleh kepentingan politik, semakin menjadi area yang banyak dilibatkan. Semisal cewek cantik, maka agama akan ditaksir semua pihak untuk diajak masuk kepelukannya.

    Isu dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok sang petahani dijadikan senjata andalah pihak lawan politik  Ahok, dan saat isu itu sepertinya akan gagal, maka disusullah isu yang lain sebagai amunisi baru. Isu-isu semisal politik mayat dan juga kafir serta memilih pasangan tertentu bisa masuk neraka merupakan bentuk serangan untuk Ahok si petahana. Ketika semua isu yang dijadikan amunisi dirasa gagal, maka diserobotlah wilayah agama yang lebih vulgar.

    Semua tahu bahwa sebagian besar pendukung paslon nomor tiga berbasis islam golongan tertentu. Mereka sangat fanatik fundamentalis sehingga menggunakan jargon bahwa yang  diluar mereka  adalah kafir. Namun saat semua mereka rasa masih belum begitu menggoyang paslon lawan, yaitu si Ahok,  maka diambilah jalan yang sebenarnya sangat mereka tentang. Apakah gerangan itu?

    Mereka mengambil komunitas dan gerakan agama lain yang ironisnya merupakan “musuh” mereka. Tim sukses paslon 3 mengajak seseorang yang mengaku pendeta dan disuruhnyalah dia untuk mendeklarasikan sebuah dukungan dengan statement teologis bahwa si jago calon nomor 3 itu  berjiwa seperti yang mereka Imani mereka. Komunitas agama itu melabeli diri dengan pasukan anak-anak surga. Sungguh lucu dan luar biasa aneh. Tapi memang klan mereka aneh, jadi ya mari kita anggap dagelan saja.

    Itu semua dilakukan oleh kubu yang  satu, sedangkan kubu satunya, yang merupakan lawan politik mereka, nampak adem ayem saja. Mereka nampak sangat yakin dengan posisi mereka. Sehingga kemudian mereka melakukan gerakan kampanye diam atau kampanye senyap. Sungguh sebuah strategi yang laur biasa cerdas. Kampanye tanpa mengajak awak media, namunj justru efektif mendekati warga masyarakat. Karena saat awak media ikut serta, justru mereka yang menjadi penghalang sang calon gebernur dan wakilnya bertemu dengan masyarakat.

    Namun meskipun terlihat senyap, tiba-tiba mereka memnbuat sebuah gebrakan hebat. Bersama GP Ansor, tentaranya NU, mereka mengadakan sebuah pertemuan dan di sinilah tercetus sebuah hal yang hebat. Oleh ketua GP Ansor, cagub nomor urut 2, sang petahana disebut mereka sebagai Sunan  Kalijodo. Sunan itu sebuah kata yang awalnya “susuhunan”, yang artinya tokoh yang dihormati. Ini khas kalangan jawa untuk kemudian diambil oleh muslim untuk menyebut tokoh panutan mereka.

    Sunan merupakan gelar khas umat muslim untuk mereka yang mersifat dan bersikap mendekati Nabi. Dan itu diberikan kepada Ahok yang adalah musuh paling dibenci paslon lawan. Sungguh sebuah keberanian yang luar biasa untuk ketua GP ansor. Sebenarnya pemberian gelar itu memang layak jika melihat sepak terjang Ahok selama menjabat gubernur dan terkhusus soal Kalijodo. Sepanjang sejarah Jakarta, baru Ahok gubernur yang nekat menggusur Kalijodo. Menggusur dari lokalisasi menjadi sebuah taman indah nan istimewa. Inilah yang membuat gelar yang diberikan ketua GP ansor memberi sebutan Sunan kepada Ahok.

    Secara politis, apa yang dilakukan ketua GP Ansor itu merupakan bom atom untuk kubu lawan. Saat mereka sangat bersemangat untuk menjatuhkan Ahok melalui isu penistaan agama, justru GP Ansor bersikap berseberangan. Saya tidak bisa membayangkan muka para petinggi FUI, FPI dan HTI yang selama ini menjadi pasukan paslon 3. Betapa merah membara wajah mereka dengan tindakan ketua GP ansor tersebut. Namun semua sudah terjadi, sudah terlanjur. Entah langkah apa lagi yang akan ditempuh tim sukses paslon 3 untuk menangkal gempuran cerdas dari GP Ansor ini.

    Menarik untuk disimak kelanjutan “Novel” kehidupan bertajuk Pilkada DKI Jakarta 2017 ini. Semua gerakan seolah menjadi makanan yang ditunggu oleh banyak orang. Dan diatas semuanya, sembari menunggu kabar berita, baik kalau kita semua, pembaca seword utamanya, tetap berdoa dan berjuang demi kebaikan untuk nusantara tercinta.

    Salam Untuk Sunan Ahok..eits..salah, Sunan Kalijodo..



    Penulis : Dony Setyawan   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Strategi Jitu GP Ansor Sebut Ahok Sebagai Sunan Kalijodo Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top