728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 09 April 2017

    Sinyal Perpecahan, Anis-Sandi Mengkhianati Ormas Islam Pendukungnya

    Ormas Islam sumbu pendek memang tidak ada pilihan lain selain mendukung Anies-Sandi yang beragama Islam. Ormas ini jelas tidak mungkin mendukung Ahok karen aselain Ahok non-muslim, dari awal mereka telah mengkampanyekan surat Al-Maidah 51. Tidak mungkin tiba-tiba mereka berpindah mendukung Ahok karena sama saja menjilat lidah sendiri.

    Mereka menddukung calon yang bisa mengakomodasi kepentingannya yaitu mensyari’ahkan Jakarta. Dari mensyari’ahkan Jakarta, mudah-mudahan bisa menjadi jembatan untuk mensyari’ahkan Indonesia. Namun harapan mereka bertepuk sebelah tangan. Anies-Sandi pun ternyata tidak bisa mengakomodasi kepentingan mereka.

    Anies-Sandi menjadi pasangan calon yang tercatat cukup banyak mendapat dukungan dari kelompok yang mendukung karena faktor agama ini.

    Beberapa diantaranya bahkan adalah kelompok-kelompok yang selama ini kerap dicap intoleran. Ditemui pada Kamis (6/4/2017), Sandi sempat ditanyakan pandangannya terhadap kelompok-kelompok itu.

    Menurut Sandi, ia dan Anies berkomitmen untuk menyatukan seluruh warga Jakarta yang saat ini berseberangan. Dan untuk mencapai hal itu, ia menilai seluruh kelompok warga masyarakat harus dirangkul, tak terkecuali kelompok-kelompok intoleran.

    “Kita akan berdiri di tengah. Walaupun dukungan kita dari yang paling kanan atau yang paling kiri, kita akan tetap mewakili seluruh lapisan masyarakat,” kata Sandi.

    Sandi menyadari adanya dukungan dari kelompok-kelompok intoleran bisa menjadi serangan terhadap pihaknya. Seperti adanya isu bahwa Anies-Sandi akan menerapkan hukum syariat di Jakarta.

    Hal itu ditandai dengan beredarnya foto yang didalamnya menyebut adanya kontrak politik bahwa Anies-Sandi berjanji akan menerapkan hukum syariat di Jakarta.

    Tidak cukup sampai di situ, beberapa waktu belakangan beredar pula spanduk-spanduk bergambar Anies-Sandi yang memuat tulisan “Jakarta Bersyariah”. Namun, Sandi menyatakan bahwa adanya spanduk maupun foto kontrak politik mengatasnamakan pihaknya itu adalah hoax.

    Sandi pun menegaskan bahwa dirinya dan Anies berkomitmen untuk berdiri di atas seluruh golongan dan lapisan masyarakat.

    Sandi kembali menegaskan tak pernah ada kontrak politik membuat Jakarta bersyariah dengan kelompok Islam.

    Ia mengaku ingin Jakarta plural, menjadi rumah yang ramah bagi semua orang dari berbagai golongan.

    “Mayoritas warga ingin Jakarta yang pluralis, yang bisa memberikan hormat kepada setiap warga,” kata Sandiaga di Jakarta Utara, Sabtu (8/4/2017).

    Sandiaga mengatakan Indonesia berpegang pada pada UUD 1945 yang memeluk persatuan dalam keberagaman. Untuk itu, ia berjanji tidak akan membuat kebijakan yang menyulitkan golongan-golongan tertentu.

    Ia mengatakan Islam yang diyakininya tidak membeda-bedakan satu sama lain. Ia mengatakan Islam sejatinya menjadi rahmatan lil ‘alamin atau membawa rahmat bagi semesta alam.

    “Kita harus bungkus dalam bingkai persatuan, komitmen kami Anies-Sandi, berdiri di atas segala perbedaan,” kata Sandiaga.

    Sinyal perpecahan telah terjadi di kubu Anies-sandi. Kelompok Islam yang mendukung Anies-Sandi memang cenderung membuat kubu Anies malu apalagi dengan politisasi masjid dan jenazah. Aksi-aksi yang dilakukan kelompok ini mau tidak mau justru akan membuat citra Anies-Sandi jelek. Oleh karena itu, Sandi dengan tegas mengatakan tidak akan mensyari’ahkan Jakarta seperti yang diinginkan oleh ormas Islam pendukung mereka.

    Hal ini dapat dipahami karena Anies-Sandi memiliki latar belakang yang plural dan tidak seperti ormas Islam pendukungnya. Hanya saja, Anies-Sandi tentu tidak menolak ketika ada ormas Islam yang mendukung mereka.

    Namun di sini semakin terlihat siapa Anies-Sandi. Mereka bermental pengkhianat dan penjilat. Mereka tidak menolak ketika didukung oleh ormas Islam. Namun ketika ormas Islam melakukan aksi-aksi yang membuat kubu Anies-Sandi dan berpotensi merugikan, Anies-Sandi mengkhianati kepentingan mereka.

    Anies-Sandii tidak mau rugi dengan kepentingan Jakarta Syari’ah yang mereka inginkan. Anies-Sandi menyadari dengan menjadikan Jakarta plural membuat warga Jakarta tertarik untuk memilihnya.

    Sekarang kubu ormas Islam yang mendukung Anies-Sandi tentu menjadi pesakitan. Mereka telah dikhianati Anies-Sandi. Mereka juga tidak mungkin tiba-tiba mendukung Ahok-Djarot. Mereka semakin kecewa karena tidak ada paslon yang mengakomodasi kepentingan mereka. Entah hal apa yang akan mereka perbuat setelah ini.

    Jika Anies-Sandi saja sudah menolak konsep Jakarta Syari’ah mereka, maka Polisi tidak perlu lagi berpikir panjang untuk meringkus mereka karena mereka sudah tidak punya tempat di Jakarta. Aksi-aksi yang mereka lakukan tidak lain dan tidak bukan hanya ingin mencoba mensyari’ahkan Indonesia.


    Penulis : saefudin achmad  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Sinyal Perpecahan, Anis-Sandi Mengkhianati Ormas Islam Pendukungnya Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top