728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 05 April 2017

    Sidang ke-17 Ahok, Arti Ucapan yang Menyinggung Al Maidah Diberbagai Peristiwa

    Pada sidang ke 17 Ahok kemarin terlihat jelas maksud dari setiap perkataan Ahok saat menyinggung surat Al Maidah. Ahok menjelaskan pernyataannya baik saat berada di Kepulauan Seribu, saat pidato bersama partai Nasdem maupun penggunaan WIFI dengan alamat Al Maidah.

    Untuk maksud pernyataan Ahok saat di Kepuluan Seribu seringkali ia nyatakan kalau ucapannya ditujukan kepada politikus busuk. Kala itu saat menyampaikan program budidaya ikan pada warga, Ahok tidak ingin warga khawatir jika dirinya tidak terpilih nanti programnya tidak akan jalan karena dia masih menjabat hingga oktober 2017. Penyebutan surah Al Maidah kepada warga agar mereka tidak resah dengan seruan elit politik mengenai artian harus memilih pemimpin muslim. Menurut Ahok tidaklah benar surah tersebut ditujukan untuk memilih gubernur muslim seperti yang ditujukan Rizieq. Dia menyayangkan penggunaan surah tersebut yang ditujukan elit politik untuk menyingkirkan kandidat lain yang non muslim.

    Sebagai seorang muslim, saya sendiri sepakat dengan perkataan Ahok. Al Qur’an tidak boleh digunakan untuk kepentingan golongan-golongan tertentu untuk mencapai ambisi politiknya. Agama tidak bisa diperjualbelikan semurah itu. Banyak dalil agama yang menyebutkan kriteria dalam memilih pemimpin. Diantaranya adalah memilih seseorang yang memiliki pengetahuan akan bidang yang dipimpinnya, memilih yang paling amanah, memilih yang bersih dan jujur, juga mendahulukan kepentingan umum dibanding kepentingan pribadi dan golongan. Anehnya para elit politik juga Rizieq cs tak pernah sedikitpun menyebutkan kriteria di atas. Alih-alih hanya menyebutkan harus yang seiman dan berujung mengkafir-kafirkan Ahok. Jadi maksud Ahok mengatakan “jangan mau dibohongi pakai….” itu ditujukan pada subyek elit politik dan Rizieq Shihab cs, bukan ulama yang sesungguhnya yang tak memiliki kepentingan pada Pilkada.

    Lalu Ahok menjelaskan mengenai ucapannya saat pidato di kantor DPP Nasdem. Dia mengatakan kalau Amerika butuh 200 tahun untuk bisa menentukan pemimpin tanpa membeda-bedakan SARA. Indonesia bisa lebih hebat dibanding Amerika jika melakukan pemilihan tanpa SARA karena baru 71 tahun merdeka. Dan itu sesuai dengan amanat pancasila.

    Ahok mengkritik para calon kandidat yang lebih memilih menggunakan agama saat menyerang dirinya yang non muslim. Bagi Ahok seharusnya para calon kandidat bertarung dengan memaparkan program-program yang diusung. Bukan malah menggunakan Al maidah 51, apa isi surat itu. Hanya itu saja yang dijadikan lawan Ahok untuk menyingkirkannya. Lalu apa jadinya masyarakat yang dipimpin oleh pemimpin yang hanya mengandalkan SARA untuk kemenangannya?

    Terakhir maksud pernyataan Ahok mengenai WIFI Al Maidah dengan password kafir juga ia ceritakan asal mulanya. Sejak ia diangkat menjadi gubernur tahun 2014, setiap hari jumat selalu ada massa pimpinan Rizieq Shihab yang mendemonya. Mereka menolak gubernur kafir dengan meneriakkan surat Al maidah ayat 51.

    Selain masa yang mendemo Ahok, ada juga beberapa PNS-PNS di bawahnya yang tidak menyukai Ahok sebagai gubernur lantaran tak seagama. Karena itulah saat rapat pembahasan ruang terbuka rumah anak, Ahok sempat menyindir para PNS yang tidak menyukai dirinya. Ahok yang sebelumnya mengusulkan pembanguanan ruang ramah anak di halaman masjid yang luas menginginkan anak-anak tersebut bisa membaca Al Qur’an sebagai syarat bermain di taman.

    Salah satu ayat Al Qur’an yang paling dihafal Ahok adalah Al Maidah 51 yang digunakan Rizieq cs mendemonya tiap jumat. Jadilah Ahok mengumumkan Al Maidah 51 sebagai alamat WIFI di areal tersebut. Dia mengatakan password yang cocok untuk Al Maidah 51 adalah kafir sesuai dengan demo-demo yang menolaknya karena dianggap kafir dengan dalih Al Maidah 51. Hal itu juga ia kemukakan dihadapan para PNS dengan niatan menyindir mereka yang tidak menyukainya karena tak seagama. Ahok berpikir kenapa para PNS tersebut tidak sekalian ikut mendemonya secara terang-terangan. Jelas-jelas para PNS yang digaji pemerintah tersebut tidak mengakuinya yang ditunjuk sebagai gubernur secara konstitusional.

    Sebagai seorang muslim saya bangga jika seorang Ahok mau menyerukan kebenaran agar jangan mencampuradukkan agama dengan kepentingan politik. Agama islam jauh lebih mahal harganya dibanding kemenangan sebagai pemimpin daerah. Justru kalau sang pemimpin tidak amanat, tidak ahli dalam mengelola daerahnya maka dialah yang nantinya berdosa dihadapan Tuhan YME. Dan setiap orang yang berdosa baik itu muslim dan mukmin pasti mendapat siksa Tuhan di akhirat kelak. Tentu siksa neraka yang dimaksud. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam memilih pemimpin. Jangan asal hanya seagama tapi nantinya melakukan korupsi berjamaah apalagi tidak mampu mengelolah daerah yang dipimpinnya.

    Begitulah kura-kura.


    Penulis : Niha  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Sidang ke-17 Ahok, Arti Ucapan yang Menyinggung Al Maidah Diberbagai Peristiwa Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top