728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 18 April 2017

    Siap-Siap, Besok Bakal Ada Yang Sujud Syukur Akibat Survey

    Bila kalah pasti dicurangi. Itulah slogan paling aneh dari salah satu kubu. Pemilihan belum, survey masih sangat beragam, malahan merasa menang di dalam hati. Kita tahu sendiri banyak survey yang abal-abal, Pilpres kemarin sudah menjadi bukti nyata.

    Prabowo sujud syukur karena quick count yang ‘memang beda’. Warga pun heran, sebagian besar quick count memenangkan Jokowi kok bisa ada yang beda sendiri? Ternyata Prabowo yang notabene orang militer pun bisa ditipu, sujud syukur paling memalukan pun terjadi.

    Nah, Pilkada DKI kali ini pun kemungkinan besar akan terjadi hal yang sama. Kaum bumi datar sudah sangat bernafsu ingin menjatuhkan Ahok hingga logika dibuang. Bagi mereka Gubernur muslim sudah menang TITIK.

    Kalau kalah ya pasti dicurangi. Padahal lihat saja, Kubu Ahoklah yang membuka posko pengaduan bila tidak bisa memilih, bukan kubu Anies. Kubu Ahoklah yang paling gencar mengawasi Pilkada DKI ini, bukan kubu Anies. Dari putaran pertama saja pemilih Ahoklah yang dipersulit. Siapa sekarang yang dicurangi?

    Belum lagi soal Tamasya Al Maidah. Polisi sendiri pun sudah mengeluarkan maklumat agar mereka tidak datang ke TPS. Mereka tidak berhak berada di TPS apalagi saat pemilihan. TPS sudah dijaga polisi dan TNI, tidak perlu lagi orang luar yang tidak ada urusan dengan Jakarta.

    Maklumat dari Polri pun sudah jelas, orang luar jangan cari masalah di Jakarta :

        Setiap orang dilarang melaksanakan mobilisasi massa yang dapat mengintimidasi secara fisik dan psikologis dalam bentuk kegiatan apapun yaitu yang akan datang ke TPS diJakartabukan untuk menggunakan hak pilihnya, karena dapat membuat situasi kamtibmas di Jakarta kurang kondusif dan masyarakat dapat merasa terintimidasi baik secara fisik maupun psikologisnya, sedangkan sudah ada penyelenggara Pemilukada yaitu KPU Provinsi DKI Jakarta dan Pengawas Pemilukada yang berwenang yaitu Bawaslu DKI Jakarta dan jajarannya.
        Bila ada sekelompok orang dari luarJakartayang akan melaksanakan kegiatan tersebut, maka Polri, TNI dan instansi terkait akan melaksanakan pencegahan dan pemeriksaan di jalan dan akan diminta untuk kembali, dan bila sudah berada di Jakarta akan dikembalikan ke daerahnya masing-masing.
        Bila sekelompok orang tersebut tetap memaksa datang keJakartadan melanggar hukum, maka akan diproses dan dikenakan sanksi sesuai prosedur hukum.

    Siapa Yang Curang?

    Bila merasa kubu Anieslah yang dicurangi maka perlu dicek lagi kesehatan otaknya. Kubu Anies didukung oleh ormas-ormas yang dijanjikan akan mendapat dana APBD bila Anies menang. Spanduk-spanduk SARA begitu menyebar tanpa tindakan keras dari KPU DKI.

    Coba kalau ada spanduk kayak gitu yang menyerang Anies. Wah, pasti Anies sudah heboh kayak emak-emak mendapat diskon 50%. Langsung lapor ke semua pihak, melakukan wawancara untuk menuding pihak sebelah bermain kotor dan lain sebagainya.

    Lihat juga laporan warga yang kesulitan mendapatkan formulir C6. Mereka itu pendukung siapa? Ya pendukung Gubernur kafir la, mana ada laporan pendukung Anies sulit untuk memilih. Asli, pilkada DKI kali ini bagai kubu Ahok dikepung dari segala arah.

    Menang Survey dan Menang ‘Survey’

    Melihat kemenangan Anies di berbagai survey, tentu saja kubu mereka senang tidak ketulungan. Persis ketika pada Pilpres kemarin banyak juga survey yang memenangkan Prabowo. Prabowo sendiri pun sepertinya yakin pasti menang, toh dilakukan sujud syukur.

    Meski akhirnya hasil real count keluar, Prabowo masih merasa dirinya pasti menang. Dilakukanlah tuntutan ke MK dengan ‘bukti-bukti’ dari pihak mereka sendiri yang mampu dikumpulkan dalam waktu singkat. Hasil akhirnya ya… banyak salah ketik dan akhirnya MK memutuskan hasil Pilpres tetap sah.

    Melihat bahwa secara teknis Anies didukung oleh Prabowo dan pendukungnya juga, maka bisa diperkirakan hal yang sama akan terjadi. Beda Pilkada DKI dengan Pilpres sangat sedikit. Tapi Pilkada DKI dibumbui dengan SARA yang kental.

    Banyak tindakan SARA yang berkedok untuk membela agama padahal tujuannya menjegal Ahok. Mereka mengaku tidak mendukung Anies, tapi hanya anti Ahok. Bukankah ini hal yang sama? Coba kalau pilkada sudah usai, masihkan mereka berkoar ini itu?

    Besok, siapkan hati dan pikiran saat melihat hasil quick count. Siapkan juga mental untuk melihat apakah akan ada quick count yang ‘beda sendiri’. Mana tau, akan ada orang yang sujud syukur atas quick count tersebut.


    Penulis : Evan kurniawan  Sumber : Seword.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Siap-Siap, Besok Bakal Ada Yang Sujud Syukur Akibat Survey Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top