728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 08 April 2017

    SBY Menuntut Keadilan, Ke Kepolisian Hingga Berjualan Mug

    Pengadilan dugaan penistaan oleh Ahok mendekati proses akhir. Publik menganggap semua ini bermula dari Si Buni Yani (SBY)yang mengunggah ulang video pidato Pak Ahok dengan caption yang menghilangkan kata pakai. Tapi Buni Yani beranggapan lain dan meminta keadilan, kini ia mendesak kepolisian untuk memproses laporannya terkait Kotak ADJA. Sambil berjualan mug…..

    SBYsebelumnya cukup terpukul karena kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan dan ia harus menghadapi pengadilan. Ia meminta umat untuk bergerak menegakkan keadilan.

        “Kepada semua saudaraku umat Islam se-Indonesia, minta dukungannya. Kami dengar bahwa perkara saya ini amat dipaksakan. Sesungguhnya perkara ini tidak bisa naik ke pengadilan karena tidak punya unsur pidana. Tetapi Kejaksaan Agung (pusat) memberikan arahan kepada Kajati Jabar agar perkara ini harus P21 dan naik ke pengadilan. Artinya, tangan-tangan kekuasaan dan politik sangat kental bermain dalam perkara saya ini,”

    Begitulah ucapannya ketika mengetahui bahwa kasusnya sudah P21 atau sudah dilimpahkan ke pengadilan. Nampaknya dia bermain sebagai korban untuk menarik simpatik pendukungnya dengan menuduh pemerintah bermain pada perkaranya. Tapi sepertinya SBY telah ditinggalkan, sang pahlawan media sosial di planet datar telah kehilangan pendukungnya. Tidak ada satu pun penduduk bumi datar yang datang membantunya. Kasihan sekali….

        Kini SBY  mendesak pihak kepolisian untuk segera memproses laporannya terkait Ketua Komunitas Advokat Muda Ahok-Djarot (Kotak ADJA) Guntur Romli. Dia berharap polisi untuk tidak tebang pilih dalam melakukan proses penegakan hukum.

        “Kita juga berharap polisi untuk tidak tebang pilih, tidak diskriminatif. Pak Buni melaporkan dan mengajukan aduan kepada kepolisian kurang lebih sudah 6 bulan yang lalu, tidak ada progres,” ujar Kuasa Hukum SBY, Aldwin Rahadian, di Jl Saabun, Jatipadang, Jaksel, Jumat (7/4/2017).

        Aldwin menyebut semua alat bukti yang menunjukkan kliennya merasa ‘diteror’ setelah menyunting video pidato kontroversial Ahok di kepulauan Seribu telah diserahkan ke polisi. Namun sejak dilaporkan Oktober 2016 lalu belum ada perkembangan dari polisi.

        “Sampai sekarang baik SBY maupun kuasa hukum belum pernah mendapatkan progres dari kepolisian,” ungkapnya.

        “Pak SBY punya hak untuk membela diri dengan melaporkan orang yang dianggap menjadi biang kekisruhan ini,” tutur Aldwin.

    Bulan Oktober 2016, Buni Yani melapor balik Kotak ADJA atas dugaan pencemaran nama baik. Tim kuasa hukum SBY mengatakan bahwa SBY tidak mengedit video dari Pemprov yang berdurasi 1 jam lebih itu menjadi 37 detik. Aldwin saat itu berkata “Pak Buni ini hanya menyampaikan ke masyarakat bahwa pemimpin ini tidak boleh berkata seperti itu. Buktinya apa, hari ini Pak Ahok meminta maaf. Saya juga menuntut pelapor ini insaf,”

    Namun saksi ahli agama mengatakan bahwa Ahok tidak menistakan agama. Lagi pula SBY sendiri dalam rekaman acara ILC mengakui kok bahwa ia salah tidak memasukkan kata pakai dalam caption videonya. Dan Pak Ahok saat di pengadilan kemarin menjelaskan kenapa ia minta maaf. Ia meminta maaf karena menyebabkan semua menjadi gaduh, ia dengan jantan mengakui itu dan meminta maaf. Tapi rasa-rasanya sumber kegaduhan ini adalah penghilangan kata ‘pakai’ itu. Dan ternyata menurut saksi ahli bahasa, kata pakai tersebut penting seperti yang dijelaskan di pengadilan.

        Aldwin kemudian mencontohkan bagaimana kasus yang sempat menjerat dosen UI, Ade Armando dikenakan pasal yang sama dengan SBY. Namun Ade justru lolos dan mendapat SP-3.

        “Kalau kita lihat kasus Ade Armando status naik jadi tersangka setelah jadi tersangka tiba-tiba sp-3. Dengan kasus dan tuduhan pasal sama. Kalau Buni Yani ahli disiapkan, alat bukti, semangat betul,” imbuh Aldwin.

        Aldwin meminta kepolisian untuk berlaku hal yang sama terhadap kliennya itu. Dia berharap hukum dapat ditegakan dengan seadil-adilnya.

    Sebenarnya kasus Ade Armando sangat berbeda dengan kasus SBY. Mari kita lihat kasus Ade Armando yang juga sama-sama dosen. Ade Armando dilaporkan karena statusnya di Facebook yang berbunyi

    “Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayatNya dibaca dg gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphop, Blues…”

    Ade dilaporkan oleh pengguna Twitter bernama Johan Khan yang menggunakan akun atas nama @CepJohan ke Polda Metro Jaya pada Sabtu 23 Mei 2015. Dugaannya lagi-lagi penistaan agama. Tapi ternyata kasus tersebut di SP3, dihentikan.

        Beberapa ahli yang diperiksa menyatakan bahwa tidak ada unsur pidana pada postingan Ade Armando yang dipersoalkan oleh pelapor bernama Johan Khan. Karena tak memenuhi unsur pidana, penyidik pun menghentikan kasusnya. Dari keterangan beberapa saksi ahli yaitu, ahli pidana, bahasa dan ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) menyatakan tidak ada unsur tindak pidana dalam kasus Ade.

    Sementara kasus SBY bahkan sudah masuk praperadilan dan ditolak artinya sudah ada bukti cukup. Jadi menurut saya, sudahlah belajar dari Ahok saja. Dia tidak banyak koar-koar tapi dia maju dengan berani, datang sendiri ke Bareskrim minta diperiksa. Tidak minta praperadilan dan maju bertarung di pengadilan.

    Saat ini menurut kabar,SBY sudah tidak mengajar lagi sebagai dosen. Dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ia kini berceramah dengan dakwah melalui sosial media. Buni Yani menyebutkan, bahkan untuk bulan ini jadwalnya sudah penuh, apalagi pada peringatan Isra’ Mi’raj yang sebentar lagi akan berlangsung. Meski ia mengakui tidak sekolah agama secara formal. Hebat sekali Buni Yani ini, tanpa bersekolah bisa langsung ceramah dan laris katanya.

        “Lumayan laris ini. Saya belajar lagi karena umat ini mintanya macem-macem,” jelasSBY yang mengaku tidak belajar ilmu agama secara khusus di sekolah formal.

    SBY kini sedang mencoba menjual mug dengan foto dirinya

        “Saya rencananya mau jual mug ini. Ini mug Buni Yani, semoga bisa menjadi ladang dakwah juga,” ujarnya sambil memamerkan Mug dengan tulisan SBY Keadilan Untuk Semua.

    Pembaca seword ada yang tertarik untuk membeli?


    Penulis :  Gusti Yusuf   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: SBY Menuntut Keadilan, Ke Kepolisian Hingga Berjualan Mug Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top