728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 07 April 2017

    Sandiaga Uno Akan Dilaporkan Soal Pencucian Uang

    Fransiska Kumalawati Susilo selaku pihak pelapor Sandiaga Uno dan rekan bisnisnya, Andreas Tjahyadi menegaskan, kasus ini tak ada hubungannya dengan Pilkada DKI Jakarta. Sebab, dirinya beralasan memperkarakan kasus ini sebelum ramainya pilkada.

    “Tidak ada urusan pilkada. Seperti yang sudah saya bilang, komunikasi saya kan sudah dari tahun lalu ya. Itu kan kadang-kadang dijawab sama Sandiaga dan Andreas, tapi mereka jawabnya lama. Saya dicuekin saja, sementara dia mau jadi wagub, trus gimana? Saya kan dirugikan dong,” tegasnya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/4).

    Seperti yang kita tahu bahwa baik Andreas maupun Sandiaga sudah dipanggil oleh pihak Kepolisian namun Sandiaga meminta ditunda karena sedang kampanye.

    “Andreas saya denger dia sudah dua kali dipanggil, orangnya beralasan ke luar negeri. Itu kan juga lucu, kenapa dia tak mau menghadapi ini semua. Jadi apa ada yang diumpetin, saya nggak ngerti,” katanya.

    Selanjutnya karena bukti-bukti sudah cukup, Fransisca berencana akan melaporkan Sandiaga Uno, paslon nomor urut tiga itu atas kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

    “Kalau urusan Sandiaga saya akan melaporkan dia dalam kasus TPPU. Karena kita sudah dapat bukti uang itu digelapkan,” pungkasnya.

    Sebelumnya, calon Wakil Gubernur DKI JakartaSandiaga Uno bersama rekan bisnisnya Andreas Tjahyadi kembali dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Sandiaga dan Andreas dilaporkan atas tuduhan pemalsuan kuitansi pembayaran atas aset tanah.

    Sandiaga dan Andreas dilaporkan oleh Fransiska Kumalawati Susilo dengan nomor LP/1427/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum pada Selasa (21/3/2017), atas kasus pemalsuan. Keduanya disangkakan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

    Fransisca mengatakan, dalam kasus ini ditemukan kuitansi yang menyatakan Djoni Hidayat selaku penerima kuasa atas tanah telah menerima uang dari pihak pembeli lahan. Namun, nyatanya Djoni tidak pernah menandatangani kuitansi apa lagi menerima uang.

    “Saya diminta klarifikasi terkait pemalsuan. Ada beberapa dokumen yang dipalsukan yaitu kuitansi, akta pemindahan saham, yang kita perkirakan dipalsukan karena pemilik yang lama tidak merasa menjual atau over wewenang ke Sandi atau Andreas,” kata Fransiska

    Dalam pelaporan besok, Fransisca mengaku sudah mengantongi barang bukti penting seperti kuitansi, dokumen dan keterangan saksi yang membuktikan bahwa Sandiaga sudah menggelapkan tanah dan memalsukan tanda tangan.

    “Yang saya serahkan, bukti kuitansi yang saya rasa palsu. Kalau Sandi kan bilang tidak tahu tidak tahu. Dan ini surat pernyataan jelas tertulis apa yang ditransaksikan. Kalau kita lihat, ini (menujukkan kertas) tanda tangan Sandiaga Uno,” tutur dia.

    Dia sendiri mendapatkan bukti tersebut dari dokumen-dokumen yang sudah dikumpulkan selama ini.



    Dijelaskan dia, dari hasil penjualan tanah senilai Rp 12 miliar itu Djoni hanya pernah menerima Rp 1 miliar yang digunakan untuk pemutusan kontrak kerja karyawan PT Japirex. Selebihnya, pihak Djoni merasa tidak pernah menerima hasil penjualan tanah itu.

    “Saya tidak tahu uang pemutusan kerja dari PT itu dianggap sebagai uang apa oleh Andreas dan Sandiaga,” ujar dia.

    Laporan ini masih berkaitan dengan laporan sebelumnya, yakni penjualan aset tanah di Jalan Curug Raya KM 3.5, Tangerang Selatan. Laporan pertama Fransisca tertuang dalam surat laporan polisi bernomor LP/1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum.

    Dalam laporan itu, Sandiaga dituduh telah melanggar Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Kasus ini bermula, ketika Sandiaga dan Andreas Tjahyadi berencana menjual aset tanah PT Japirex seluas sekitar 6 ribu meter persegi yang berlokasi di jalan Curug Raya KM 3.5 Tangerang Selatan.

    Di belakang tanah aset PT Japirex itu terdapat tanah seluas 3.000 meter persegi milik Djoni Hidayat. Diketahui Djoni Hidayat juga tercatat sebagai manajemen di PT Japirex.

    Tanah 3.000 meter milik Djoni itu adalah tanah titipan dari mendiang Happy Soeryadjaya yang tak lain adalah istri pertama dari konglomerat Edward Soeryadjaya. Sandiaga dan Andreas mengajak Djoni untuk ikut menjual tanahnya dengan iming-iming akan ada keuntungan dengan penjualan itu.

    Akhirnya lahan seluas 9.000 meter persegi itu terjual seharga Rp 12 miliar pada tahun 2012 lalu. Tapi, Djoni hanya menerima Rp 1 miliar hingga pihaknya membuat laporan ke Polda Metro Jaya.

    Pihak mendiang Happy Soeryadjaya mengaku tak pernah menerima pembagian uang hasil penjualan tanah tersebut. Djoni yang diwakilkan Fransiska Kumalawati Susilo melaporkan Sandiaga dan Andreas Tjahyadi pada 8 Maret 2017.

    Jadi menurut keterangan karena bukti-bukti sudah ada maka Sandiaga akan dilaporkan oleh Fransiska atas dugaan pencucian uang. Tepat seperti dugaan saya sebelumnya bahwa setelah penolakan penundaan sidang Ahok maka akan dimulai babak pemeriksaan terhadap Sandiaga. Tangan-tangan tak nampak itu mulai bekerja. Apakah ini akan berlanjut dengan pemeriksaan Anies soal 300 lokasi penggusuran yang disampaikan pada pidatonya?

    Menarik untuk mengamati perkembangan kasus ini. Sandiaga yang pernah meminta untuk kasusnya ditunda sampai Pilkada selesai kali ini terjebak dan tidak bisa meminta hal tersebut. Karena ia pun keberatan ketika Kepolisian mengusulkan penundaan sidang Ahok dan pemeriksaan Anies serta Sandi. Jika Sandi  meminta penundaan lagi maka ia harus siap-siap menjadi bulan-bulanan tentu ini akan mempengaruhi elektabilitasnya.

    Penulis : Gusti Yusuf   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Sandiaga Uno Akan Dilaporkan Soal Pencucian Uang Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top