728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 06 April 2017

    Rumah 350 Juta di Jakarta, Ngimpi!

        Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan mustahil membeli rumah dengan harga Rp 350 juta di tengah kota Jakarta. Harga rumah Rp 350 juta merupakan program rumah dengan  DP nol rupiah yang diluncurkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI 2017.

        “Kalau itu milik orangtua dijual ke anaknya itu mungkin saja,” ucap Sumarsono di Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (30/3/2017).

        Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) itu beralasan penjulan tanah harus berpatokan pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) setiap wilayah.

        “Saya kira tidak di bawah NJOP, kecuali itu tipu-menipu,” tegas Sumarsono.

        Dalam situs resmi calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno, jakartamajubersama.com, dijelaskan program Down Payment (DP) nol rupiah adalah kredit murah berbasis tabungan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Program yang dikhususkan untuk warga DKI menengah ke bawah dengan menyasar hunian seharga Rp 350 juta di Jakarta.

    Kalo kata paslonnya sih… masih ada rumah 350 juta dan cukup buat generasi milenial yang jumlahnya jutaan orang. Situ ngimpi, Pak? Terus, katanya… DP 0 rupiah, tapi harus punya tabungan Rp2,3 juta selama 6 bulan alias Rp13,8 juta. Apa bedanya sama DP ya Pak? Saya kira DP 0 rupiah tuh digratisin gitu.. hehe, bukannya ditalangin. Kalo ditalangin kan artinya harus diganti ya Pak.

    Lalu, kalau tabungan itu dibuat jadi syarat mampu atau tidaknya, kalau saya pinjam uang sejumlah yang disyaratkan, berarti saya mampu beli rumah ya… Kira-kira kan saya disuruh bayar Rp1,9 juta kalau saya cicilan 15 tahun, gimana kalau saya tiba-tiba nggak bisa bayar cicilan? Apa saya bakal diusir?

    Dipikir-pikir, gede juga ya Rp1,9 juta sebulan buat cicilan rumah.

    Kok pas saya search sudah nggak ada ya rumah 350 juta? Kalaupun ada, nggak sesuai lah ya sama standar saya. Standar rumah sehat aja nggak sampai.

    Oalah, ternyata kata Plt Gubernur sendiri, sudah nggak ada, toh rumah harga Rp350 juta, di tengah Jakarta, pula! Duh, ternyata aku dibohongin sama paslon yang itu.



    Sedikit cerita dari saya sebagai awalan.

    Apakah anda masih percaya, yang katanya mau buat program rumah Rp350 juta, yang jelas-jelas tidak realistis, dan ketika ditunjukkan kebohongannya oleh gubernur sekaligus pesaingnya, malah mengatai gubernur putus asa melihat kenyataan dan menganggap diri sendiri “gubernur yang mencari solusi”.

    Halooo, solusi juga harus realistis kali Pak! Katakanlah masih ada beberapa ratus rumah dengan harga dibawah Rp350 juta, terus saya saingan sama ribuan bahkan ratusan ribu orang lain yang mau punya rumah di tengah Jakarta. Catat, di tengah Jakarta. Bapak tentu tahu hukum supply dan demand (masa iya profesor nggak tahu sih, hehehe). Kalau supplynya rendah, demandnya tinggi, ya harga ikut tinggi. Bisa-bisa itu rumah awalnya sekitar Rp350 juta, lalu lantaran banyak peminat si penjual menaikkan harga. Pikirnya ya mumpung direbutkan, saya jual mahal juga orang masih mau kok. Apa lagi itu bukan jualan dari pemerintah, yang mungkin bisa dikontrol harganya. Ya meskipun katanya sih, tadinya mau buat rumah sendiri… Eh lama-lama udah kebuka kedok bohongnya, rumahnya dari jualan rakyat juga.

    Lalu, kalau saya mau kredit dengan KPR. Salah satu syaratnya saja jalan untuk akses harus bisa dilewati mobil. Terus apabila saya dapat rumah, harganya sekitar Rp350 juta, kondisi layak huni, tapi nggak bisa dikreditkan karena terhalang syarat KPR. Gimana Pak? Masa saya harus beli tunai, jelas-jelas saya tidak punya uang tunai sejumlah itu.

    Mengutip dari jakartamajubersama.com,

        Memangnya ada properti di Jakarta seharga Rp.350 juta?

        Memang saat ini pasar perumahan di Jakarta tidak berpihak pada konsumen masyarakat menengah ke bawah, sehingga adanya program ini memberikan insentif pada pengembang properti untuk melirik pasar menengah ke bawah. Dengan adanya program ini pasokan properti seharga Rp.350 juta atau yang terjangkau bagi menengah ke bawah, akan tercipta.

    Pertanyaan saya, bagaimana cara pengembang properti melirik pasar menengah ke bawah, kalau tanahnya saja sedikit?

    Saya pikir, daripada susah-susah maksa punya rumah di Jakarta, tapi kondisi kurang bagus ataupun akses kemana-mana susah, lebih buruk lagi kalau sampai tempatnya sering banjir, lebih baik punya rumah di pinggiran yang aksesnya dekat dari Jakarta tapi kondisi lebih layak, kan?

    Semuanya kembali ke paslon yang itu, apakah bisa meyakinkan masyarakat kalau programnya realistis dan tidak cuma cuap-cuap sampai ludahnya muncrat.


    Penulis :  Nandita  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Rumah 350 Juta di Jakarta, Ngimpi! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top