728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 06 April 2017

    Program Rumah Murah Ahok-Djarot, Program DP 0 Rupiah Gigit Jari

    Dalam akun Twitter-nya @basuki_btp yang diunggah pada Selasa (4/4), ahok menjelaskan skema hunian itu diperuntukkan bagi warga DKI yang ingin membeli rumah. Ahok menyebut masyarakat kecil sampai pasangan muda bisa menikmati hunian yang nyaman, aman, dan sehat tanpa dipusingkan cicilan.
    “Masyarakat kecil sampai pasangan muda Jakarta bisa tempati 4 skema hunian yang nyaman, aman, dan sehat. Tidak pusing cicilan. #JakartaPunyaSemua,” tulis Ahok pada akun @basuki_btp yang dilihat detikcom Kamis (6/4/2017).
    Program Beli Rumah Tanpa Pusing Cicilan Ahok-DjarotProgram Beli Rumah Tanpa Pusing Cicilan Ahok-Djarot (Foto: Screenshot akun Twitter Ahok @basuki_btp)


    Skema 1 adalah bagi masyarakat berpenghasilan dibawah 3 juta perbulan, sewa disubsidi hingga 80%, cicilan bisa 300 ribu rupiah tanpa lift dan 450 ribu rupiah dengan lift
    Ahok dan Djarot Luncurkan Beli Rumah di DKI Tanpa Pusing CicilanFoto: Screenshot akun Twitter Ahok @basuki_btp
    Kelas menengah akan diberi subsidi sewa Rp 1,5-2 juta per bulan.
    Ahok dan Djarot Luncurkan Beli Rumah di DKI Tanpa Pusing CicilanFoto: Screenshot akun Twitter Ahok @basuki_btp
    Skema 3 ini untuk penghasilan diatas 10 juta, dengan cicilan 2 juta hingga 3 juta perbulan

    Ahok dan Djarot Luncurkan Beli Rumah di DKI Tanpa Pusing CicilanFoto: Screenshot akun Twitter Ahok @basuki_btp
    Sementara itu, terhadap warga pemilik tanah akan dibangunkan apartemen di atas tanah miliknya. Kemudian pemilik tanah akan mendapat unit seluas 2-2,5 kali luas tanah.

    “Masyarakat kecil sampai pasangan muda Jakarta bisa tempati 4 skema hunian yang nyaman, aman, dan sehat. Tidak pusing cicilan. #JakartaPunyaSemua,” tulis Ahok pada akun @basuki_btp

    Program ini tentunya dimaksudkan untuk menyaingi program DP 0 persen dan rumah 350 juta yang entah dimana posisinya. Tentunya ini akan ditanggapi dengan sinis oleh pasangan Anies-Sandi. Pasti mereka katakan ini meniru, padahal jelas bukan tiruan. Ini adalah solusi bagi penduduk Jakarta yang ingin memiliki hunian murah. Berbeda sekali dengan Anies yang programnya adalah rumah dan tanah dengan DP 0 rupiah. 

    Lagi pula selama ini Anies selalu teriak-teriak adu program? Jadi mari adu program, gak usah nyinyir terus.
    empat skema yang salah satunya adalah untuk warga dengan penghasilan di bawah Rp 3 juta per bulan akan diberi subsidi sewa sebesar 80 persen, dengan rincian Rp 300 ribu/bulan (tanpa lift) dan Rp 450 ribu/bulan (dengan lift). Rasanya lebih masuk akal ketimbang cicilan rumah program Anies. Disini kita bisa lihat bahwa Ahok jelas memperhatikan juga rakyat kecil. Cucilan 300 ribu untuk penghasilan 3 jut perbulan jelas sangat logis dan masuk.

     Tanahnya darimana? Sepertinya dari kerjasama dengan pemilik tanah, dengan begitu pemilik tanah memiliki unit seluas 2 hingga 2,5 kali dari luas tanah. Tentu ini bisnis yang menarik, tanpa keluar uang apapun tanahnya dibangunkan apartemen dan ia bisa memiliki unit seluas 2 kali luas tanah.

    Sementara jika dibandingkan dengan program DP 0 rupiah, jelas progran cicilan Ahok lebih masuk akal dan lebih meyakinkan. Tanahnya jelas ada tapi dibangun keatas jadi lebih mirip cicilan apartemen. Sementara program Anies hingga saat ini ada masalah dengan Bank BI dan juga masalah ketersediaan lahan. Selain itu banyak ahli ekonomi mengatakan bahwa program Anies akan merusak ekonomi Jakarta.

    Saat debat kemarin Anies mengatakan bahwa program DP 0 rupiah itu semuanya ditanggung oleh APBD. Saat ini, berdasarkan data Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR, backlog atau kekurangan rumah di Jakarta mencapai 1,3 juta unit (rumah tangga).

    Itu artinya, jika dipukul rata DP rumah adalah Rp 52 juta seperti disebut Anies, maka alokasi APBD yang harus digelontorkan Pemprov DKI Jakarta senilai Rp 67,6 triliun. Sebagai informasi, APBD Pemprov DKI Jakarta pada 2017 yang telah disahkan mencapai Rp 70,191 triliun. Ini artinya nyaris 96,5 persen APBD DKI Jakarta terserap untuk DP Rumah.

    Mendengar hitungan tersebut nampaknya Anies kemudian seperti biasa ia memberikan koreksi-koreksi pada program DP 0 rupiah ini. Ia menggunakan data yang berbeda dan kali ini muncul target, sehingga hitungannya berdasarkan target tersebut supaya masuk APBD.

        Menurut tim Anies-Sandi, perkiraan alokasi untuk program ini hanya memakai 4 persen dari total APBD DKI terakhir. Melalui laman resmi tim Anies-Sandi, www.jakartamajubersama.com, tertera ada 303.209 warga yang belum punya hunian sendiri atau backlog di Jakarta. Tim Anies-Sandi mendapat data tersebut dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).

        “Jumlah tersebut adalah estimasi yang dilakukan dengan melihat jumlah unit hunian yang tersedia bila dibandingkan dengan jumlah keluarga yang ada di DKI Jakarta,” demikian penggalan penjelasan dalam laman tersebut.

        Pihak tim Anies-Sandi mengumpamakan ada target 50.000 kepala keluarga (KK) dalam daftar penerima program DP nol rupiah. Kemudian, Pemprov DKI akan mengeluarkan biaya untuk menalangi DP sebesar Rp 53 juta, dengan estimasi harga rumah Rp 350 juta.

        “50.000 dikali Rp 53 juta menjadi Rp 2,7 triliun. Angka Rp 2,7 triliun itu hanya 4 persen dari APBD DKI saat ini per tahunnya,” lanjut artikel tersebut.

    Datanya aneh, padahal menurut Pusat Pengelolaan Dana Biaya Perumahan,

        Provinsi dengan persentase home ownership rate terendah (di bawah 70%) adalah DKI Jakarta (51,09%) dan Kepulauan Riau (67,67%). Provinsi dengan jumlah backlog kepemilikan rumah terbesar (di atas 1 juta rumah tangga) adalah Jawa Barat sekitar 2,3 juta ruta, DKI Jakarta sekitar 1,3 juta ruta, dan Sumatera Utara sekitar 1,03 juta ruta.

    Dua sumber mengatakan bahwa Jakarta butuh 1,3 juta rumah. Kenapa data Anies hanya 303.209? Lagi pula ternyata hanya untuk 50.000 rumah saja, itu tidak sampai 3%nya saja jadi total backlog 1,3 juta. Jadi bagaimana mengatasi masalah perumahan dengan efektif? Padahal Anies kerap berbicara tentang pemerintahan yang efektif.




    Penulis :  Gusti Yusuf   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Program Rumah Murah Ahok-Djarot, Program DP 0 Rupiah Gigit Jari Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top