728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 05 April 2017

    PKB Merapat Ke Ahok-Djarot, Sandiaga Gigit Jari, Ketua PKB DKI Blusukan Bersama Djarot


    Tidak terasa dua minggu lagi hari pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI. Dua pasangan terus menerus melakukan kampanye dan blusukan demi meraih simpati warga. Usaha terus meraup suara di kantong suara lawan sembari menjaga suara di kantong suara sendiri terus dilakukan. Meraih dukungan suara dari Partai pendukung Agus-Sylvi juga terus dilakukan demi meningkatkan mesin partai pendukung.

    Tidak bisa dipungkiri, suara Partai pendukung tetap menjadi perhitungan oleh pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga. Apalagi jika isu agama ingin terus bisa dipakai demi menggerus suara Ahok-Djarot, Anies-Sandi harus tarik semua Partai Islam yang sebelumnya mendukung Agus-Sylvi. Sayangnya, usaha itu terlihat gagal karena hanya PAN yang bergabung. Itu pun kursi PAN cuman dua di DPRD DKI.

    PPP Romi dan PKB DKI Jakarta terlihat sudah memberikan dukungannya kepada pasangan Ahok-Djarot. Jika dukungan PPP Romi tidak begitu signifikan peningkatan suaranya, maka dukungan PKB DKI Jakarta diyakini akan membuat suara Ahok-Djarot meningkat tajam. Apalagi kalau bukan semakin mentalnya isu agama untuk menyerang pasangan ini, dan merapatnya suara warga Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta.

    Hal inilah yang membuat Sandiaga Uno harus gigit jari dan merasa berat hati melihat dukungan PKB DKI Jakarta kepada pasangan Ahok-Djarot. Padahal, sebelumnya Sandiaga sudah bersusah payah meraih dukungan di tingkat DPC PKB. Usaha Sandiaga ini sempat membuat PKB DKI Jakarta mengeluarkan maklumat dan peringatan kepada DPC.

    Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas mengancam akan meberikan sanksi terhadap DPC-DPC yang mendeklarasikan dukungan terhadap salah satu pasangan calon di putaran kedu Pilgub DKI Jakarta 2017.


        “Jika terus membalelol maka DPC PKB akan ada sanksi administratif,” kata Hasbi saat konferensi pers di Kantor DPW PKB, Murtadho, Matraman, Jakarta Pusat, Kamis (23/2).

    Sandiaga sendiri menyatakan bahwa PKB DKI Jakarta sudah memberitahunya terkait dukungan kepada Ahok-Djarot. Bahkan Sandiaga menerima sendiri pemberitahuan dari Ketua DPW PKB DKI Jakarta Hasbiyallah Ilyas.

    Sandiaga mengatakan Hasbiyallah telah menghubunginya untuk meminta izin menemani Djarot berkampanye. Pihaknya meyakini manuver politik tersebut tidak berdampak terhadap para simpatisan PKB di akar rumput.

        “Kalau saya ikhlas saja, kita ingin politik yang mempersatukan, tapi kita tahu hatinya Pak Hasbiyallah memilih siapa. Karena waktu keluar air mata, yang penting kan pilkada itu luber. Langsung, umum, bebas, rahasia. Akhirnya memilih siapa dan menjalankan karena keterpaksaan, kita harus hormati. Itu pilihannya dia,” kata Sandiaga di Hotel Mandarin, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (4/4/2017).

        “Pak Hasbiyallah sudah menghubungi kita juga, beliau izin menemani Pak Djarot, saya bilang tidak ada masalah. Kalau akar rumputnya saya yakin sudah bersama kami. Karena sudah 28 buka puasa bersama, 40 subuh bersama dengan teman-teman PKB,” kata Sandiaga.

    Di tempat yang berbeda, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB DKI Jakarta, Hasbiallah Ilya terlihat akrab dengan cawagub nomor urut 2 yang juga adalah petahana, Djarot Saiful Hidayat. Mereka melakukan blusukan bersama di Pulogebang, Cakung, Jaktim, Selasa (4/4/2017).

    Hasbiyallah dengan semangat memperkenalkan Djarot di daerah tersebut dan menjanjikan kemenangan 90 persen suara. Dalam sambutannya, Hasbiyallah mengatakan sudah lama mengenal Djarot. Ia mengatakan Djarot merupakan warga Nahdlatul Ulama (NU), sehingga pada putaran kedua ini dirinya mengajak warga untuk memenangkan Djarot di wilayah tersebut.

        “Harus 90 persen ini Pak Djarot di sini. Saya sudah datang ke sini berkali-kali kalau enggak 90 persen, saya yang malu,” kata Hasbiyallah, di lokasi, Selasa (4/4/2017).

        “Mudah-mudahan, suara Agus-Sylvi yang menang di sini kita gantikan dengan Pak Djarot (suara untuk Ahok-Djarot),” kata Hasbiyallah.

    Strategi berkampanye di daerah Jakarta Timur dimana suara Ahok-Djarot kalah, adalah strategi yang terus dilakukan oleh Ahok-Djarot. Djarot yang memang punya latar belakang yang pas untuk meraup suara di Jakarta Timur terus melakukan blusukan kesana. Strategi yang semakin disempurnakan dengan ikutnya Hasbiyallah blusukan.

    Kantong-kantong suara Agus-Sylvi juga turut menjadi rebutan, khususnya suara warga NU yang adalah basisnya PKB. Meski tidak sebanyak di Jawa Timur, suara warga NU di Jakarta sangat menentukan kemenangan di Pilkada DKI. Apalagi kali ini Ahok bukanlah cagub muslim. Suara dukungan PKB yang dikenal dengan Gus Durnya semakin memperkuat image Ahok dan Gus Dur di Pilkada Babel.

    Mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur memang pernah menyatakan memilih seorang gubernur itu tak ada hubungannya dengan urusan agama dan ras. Gus Dur menuturkan warga memilih seorang gubernur karena dia memang pantas sebagai gubernur.

        “Jadi kalau ada orang yang ngomong enggak boleh pilih Tionghoa itu orang bodoh. Mau bikin bodoh semua,” kata Gus Dur berdasar video yang diputar di pengadilan, Selasa (4/4).

    Jadi, kalau kita sudah cerdas dan waras, maka saatnya kita masuk dalam pemilihan Pilkada yang lebih dewasa dan matang. Pilihlah berdasarkan kemampuan dan kepantasan, bukan karena SARA. Itulah tanda kita sudah dewasa berdemokrasi dan sudah dewasa dalam bernegara. Pilihlah Ahok atau Anies jangan karena SARA dan tidak usah takut tidak masuk sorga.

    Salam PKB.



    Penulis :  Palti Hutabarat  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: PKB Merapat Ke Ahok-Djarot, Sandiaga Gigit Jari, Ketua PKB DKI Blusukan Bersama Djarot Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top